Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 107


__ADS_3

"Jangan mengabaikan Telpon saya!" ucap Angga kepada Tania. Tania menganguk.


Di rumah Livy sambil maskeran diruang tamu menunggu Angga.


"Aku sudah meminta nya untuk tidak pulang larut malam, dia Malah lama pulang nya." ucap Livy. Dia sudah mulai mengantuk akhirnya dia tertidur masker Masih di wajah nya.


Tidak beberapa lama Angga sampai dia melihat Livy di ruang tamu langsung melewati nya begitu saja.


Sebelum ke kamar nya dia memeriksa keadaan Dara dulu.


"Tuan.." ucap Dara. "Kenapa kamu menangis? Keluarga kamu tidak jadi datang?" tanya Angga. Dara menghapus air mata nya dengan cepat..


Dara menggeleng kan kepala nya. "Ada apa dengan kamu?" tanya Angga duduk di pinggir kasur.


"Tidak apa-apa Tuan, hanya karena badan saya kurang Enak saja." ucap Dara.


"Kamu istirahat saja, besok saya akan memberikan kamu libur." ucap Angga. "Terimakasih banyak Tuan." ucap Dara. "Tania mana tuan? Saya boleh meminta tolong kepada dia untuk menemani saya?" ucap Dara.


"Tania tinggal di rumah nya. Dia merindukan Eki itu sebab nya dia tidak ikut pulang ke sini." ucap Angga.


"oohhh begitu yah tuan." ucap Dara.


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat. Wajah kamu sangat pucat. Jangan memikirkan hal yang tidak penting." ucap Angga.


Dara menganguk. Angga pun keluar dan masuk ke kamar nya dia kaget melihat Livy di tempat tidur.


"Livy kenapa kamu di sini?" tanya Angga.


"Justru aku yang harus bertanya kenapa kamu pulang tidak membangun kan ku di sofa." ucap Livy.


"Kamu dari mana jam segini baru pulang? Aku menunggu kamu dari tadi." ucap Livy.


"Saya tidak meminta kamu untuk menunggu saya!" ucap Angga.


"Sayang... kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Livy memeluk Angga.


Angga diam.


"Aku sudah memutuskan untuk menikah dengan kamu, aku sudah memikirkan ini dengan matang -matang." ucap Livy.


Angga menatap Livy. "Kenapa? apa yang membuat pikiran kamu berubah?" tanya Angga.


"Karena aku mencintai kamu, aku tidak ingin kehilangan kamu..Itu sebab nya ku memutuskan untuk menikah saja dengan kamu." ucap Livy.

__ADS_1


"Tapi sayang nya aku tidak berminat untuk menikah dengan kamu." ucap Angga.


"Kamu kenapa jadi seperti ini Sih? Bukan nya kamu sendiri yang janji kepada keluarga kamu untuk menikah?" ucap Livy.


"Aku berubah pikiran!" ucap Angga. "Gak bisa gitu Dong sayang, aku sudah memikirkan ini sangat lama sekali." ucap Livy.


Angga menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak ingin menikah hanya karena desakan dari orang tua, orang sekitar dan karena umur apalagi terpaksa." ucap Angga.


"Kita saking mencintai kurang apa? aku sama sekali tidak terpaksa." ucap Livy.


"Sudah lah lupakan saja, sebaiknya kamu keluar dari sini, aku ingin istirahat." ucap Angga.


"Kamu dari mana? kenapa kamu jadi Cuek seperti ini?" tanya Livy.


"Bertemu dengan teman-teman ku." ucap Angga.


"Tidak mungkin, aku tau kalau kamu bertemu dengan Tania kan? Kalian bertemu di luar agar tidak ada yang tau hubungan kalian kan?" ucap Livy.


Angga menatap Livy. "Tidak perlu sok tau." ucap Angga.


"Kamu memilih pelayan itu dari pada aku?" ucap Livy.


Angga diam.


"Kalau kamu lebih memilih dia, kamu akan tau akibatnya, dan aku tidak akan pernah melepaskan kamu. Kamu tidak bisa di miliki oleh orang lain selain aku." ucap Livy.


"Kamu ngapain? Segera pergi dari sini!" ucap Angga. Lucy menggeleng kan kepala nya. Aku mau tidur di sini! Kamu tidak boleh mengusir ku." ucap Iivy tidur di samping Angga dan memeluk lengan Angga.


"Jangan mengganggu ku Livy! jangan menguji kesabaran ku karena aku sedang lelah." ucap Angga.


"Kenapa kamu sangat jahat sekali? Aku hanya ingin memeluk Calon suami ku dan tidur bersama Calon suami ku." ucap Livy.


"Kita tidak akan menikah." ucap Angga. "Kamu kenapa sih sayang? Aku tau kamu marah sama aku, tapi jangan seperti itu dong." ucap Livy.


Angga mendorong Livy menarik selimut dan mengambil bantal.


"Kamu mau kemana?" tanya Livy. Angga tidak menjawab nya dia keluar masuk ke kamar Tania dan menutup pintu.


"Apa? Tidur di tempat Tania!" ucap Livy sangat kaget sekali, dia mau melarang nya namun sudah langsung di kunci dari dalam oleh Angga.


Cukup lama di depan pintu dia ribut-ribut, namun akhirnya dia nyerah.


Angga yang tidak mendengar suara Livy merasa tenang, dia bisa menelpon Tania.. Namun saat di telpon malah gak aktif.

__ADS_1


"Kemana dia? kenapa handphone nya tidak aktif?" ucap Angga. Dia mengingat Petir tadi kalau Tania mematikan handphone nya.


"Huff dia pasti Lupa menghidupkan kembali handphone nya." ucap Angga.


Dia memaksa untuk tidur namun tidak bisa. Dia mengingat terus kata-kata Livy yang hampir membuat nya gila.


"Kalau Livy membongkar semua nya aku pasti dalam masalah, apa yang harus aku lakukan?" batin Angga.


"Aku baru saja bahagia karena sudah menemukan wanita yang aku cari selama ini, tapi kalau aku tidak menuruti permintaan Livy rahasia ku akan terbongkar." batin Angga.


"Kalau tau seperti ini aku tidak akan pernah menjalin hubungan dengan wanita licik seperti Livy." batin Angga.


"Bahkan aku tidak mengerti apa mau nya dia. Bisa-bisa nya dia mencintai dia pria sekaligus." ucap Angga.


Sambil mengumpat akhirnya dia mengantuk dan mulai tertidur.


Sementara Rendi berdiri di depan kamar Dara. Dia ragu-ragu untuk mengetuk pintu kamar dara.


Dia sangat mengkhawatirkan Dara, namun ingin melihat keadaan nya saja dia sangat takut. Dia sadar dia lah yang membuat Dara bisa sakit seperti ini.


Karena dia sudah hapal kalau Dara banyak beban fikiran dia pasti jatuh sakit.


Akhirnya dia memberanikan diri karena dia sudah cukup lama menunggu rumah sepi baru bisa melihat Dara.


"Tok!! tok!! tok!!"


"Siapa yang mengetuk pintu kamar ku malam-malam seperti ini?" tanya Dara Heran karena dia jadi terbangun.


"Masuk saja, pintu tidak di kunci bik." ucap Dara berfikir itu adalah pelayan.


Rendi membuka pintu. Dara melihat Rendi.


"Kamu ngapain ke sini?" tanya Dara. Rendi mendekati Dara.


"Ini sudah malam, kalau ada yang melihat aku tidak enak." ucap Dara.


"Aku hanya ingin melihat keadaan kamu." ucap Rendi.


"Aku baik-baik saja, kamu melihat ku kan? Sebaiknya kamu keluar saja!" ucap Dara.


"Aku akan menemani kamu di sini." ucap Rendi.


"Tidak perlu!" ucap Dara langsung.

__ADS_1


"Kalau begitu aku mohon kamu minum ini yah, ini bagus untuk mengeluarkan panas dari tubuh." ucap Rendi.


"Aku sudah meminum nya." ucap Dara. Rendi tidak melihat botol minuman yang seperti dia bawakan di sana.


__ADS_2