Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 180


__ADS_3

"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Bagaimana cara nya agar bisa membuat Tuan Angga tidak murung?" tanya Fani.


Dara menggeleng kan kepala nya. "Sekarang aku kehabisan ide, aku tidak tau harus melakukan apa lagi." ucap Dara.


Fani Menghela nafas panjang.


"Sejujurnya aku juga bingung." ucap Fani.


"Sudah sangat banyak masalah yang terjadi, ujian untuk hubungan mereka, namun tetap saja ada lagi yang baru." ucap Dara. mereka berdua jadi ikut sedih.


Keesokan harinya..


"Tania..." panggil Bibik Sisi sambil mengendong Eki ke kamar karena Eki sudah bangun dari pagi tadi.


"Tania bangun..." Ucap Bibik Sisi membangun kan Tania namun tak kunjung bangun.


"Tania bangun.. Ini sudah siang." ucap Bibik Sisi menggoyang kan lengan Tania namun Bibik sisi kaget badan Tania sangat panas..


"Ya Allah badan kamu kenapa sangat panas seperti ini? Tania.." ucap Bibik Sisi meletakkan Eki dan membawa air dalam mangkuk untuk mengompres badan Tania.


Namun setelah di kompres badan Tania tak kunjung dingin. "Kok bisa demam sih? Seperti nya harus di bawa ke rumah sakit. ini tidak bisa di biarkan." ucap Bibik Sisi.


"Tapi bagaimana cara nya aku membawa nya kerumah sakit sementara Eki tidak ada yang menjaganya." batin Bibik Sisi.


Akhirnya Bibik sisi memutuskan untuk menelepon Angga. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah.


"Siapa yang datang?". ucap Bibik isis langsung membuka pintu.


Setelah di buka ternyata di balik pintu adalah Malvin.


"Tania ada bik? aku ingin berbicara dengan dia." ucap Malvin.


"Kebetulan sekali kamu ada di sini, Tania demam tinggi, tolong bantu Bibik membawa nya ke rumah sakit, Bibik sangat takut." ucap Bibik Sisi.


Malvin dengan sigap langsung masuk ke dalam dan mengangkat badan Tania ke dalam mobil. Bibik Sisi mengendong Eki dan masuk ke dalam mobil.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah sakit. Tania langsung di periksa oleh dokter. "Bagaimana bisa Tania demam bik?" tanya Malvin.


"Bibik juga tidak tau, tiba-tiba saja badan nya panas." ucap Bibik Sisi.


"Semoga saja tidak terjadi apa-apa kepada Tania." ucap Malvin.

__ADS_1


Bibik Sisi sangat khawatir sekali. Malvin melihat Eki.


"Apakah saya boleh mengendong Eki bik?" tanya Malvin.


Bibik Sisi mau memberikan nya namun Eki yang tidak mau, dia sangat takut dan menangisi.


"Papah sangat ingin memeluk kamu nak." ucap Malvin.


"Butuh waktu lama untuk di kenal oleh Eki. Dia belum kenal dan masih takut." ucap Bibik Sisi.


Malvin terlihat sangat Sedih anak nya sendiri tidak mau kepada nya.


Bibik Sisi tersenyum ketika melihat wajah Eki dan Malvin sangat mirip sekali.


"Kamu jangan Sedih karena Eki tidak mau kepada kamu, nanti dia akan mau kepada kamu kalau sudah beberapa kali bertemu." ucap Bibik Sisi.


"Terimakasih banyak yah bik sudah mau membantu dan merawat Tania dan Eki." ucap Malvin.


"Jujur saja Bibik sangat kecewa kepada kamu dan juga keluarga kamu,. namun tidak ada yang bisa Bibik lakukan. Bibik marah percuma saja." ucap Bibik Sisi.


Malvin terdiam. "Kalau Tania seperti itu kepada kamu, adalah hal yang sangat wajar. Sudah sangat banyak luka di hati nya, tidak mudah untuk memaafkan dan menerima orang yang membuat nya menderita." ucap Bibik Sisi.


"Saya tau saya sangat salah, saya sudah gagal,. namun saya kembali untuk memperbaiki semua nya." ucap Malvin..


"Kamu pasti tau kalau Tania dengan Angga memiliki hubungan, kamu jangan mengganggu kebahagiaan mereka lagi." ucap Bibik Sisi.


"Ini demi kebaikan Eki bik." ucap Malvin.


Bibik Sisi menggeleng kan kepala nya. "Bahkan Bibik tidak akan pernah setujui kalau kamu dengan Tania kembali bersama." ucap Bibik Sisi.


Malvin menghela nafas berat. "Aku Janji kepada Bibik kalau aku tidak akan melakukan hal yang membuat Tania sedih, menderita." ucap Malvin.


Bibik sisi menggeleng kan kepala nya. "Bibik menerima kamu di sini karena kamu adalah papah nya Eki..Mau bagaimana pun Eki adalah darah daging kamu. Tapi untuk yang lain Bibik tidak akan setuju." ucap Bibik Sisi.


"Aku mohon Bu, aku masih mencintai Tania." ucap Malvin.


"Tania sudah memiliki Angga. keluarga sudah setuju, kamu jangan mencoba untuk menjadi penghancuran hubungan mereka." ucap Bibik Sisi.


"Aku adalah orang tua Eki bik, bagaimana bisa Bibik lebih percaya kepada Angga?" ucap Malvin.


"Kamu memang papah nya Eki.. Tapi kamu harus tau kalau kamu tidak pernah melakukan tanggung jawab sebagai Papah." ucap Bibik Sisi.

__ADS_1


"Aku memiliki alasan bik." ucap Malvin.


"Alasan apa? Alasan karena dulu Tania jelek, karena orang tua nya sudah tidak ada dan bangkrut?" ucap Bibik sisi.


Malvin menggeleng kan kepala nya.


"Tidak seperti bik, aku tidak bisa memberi tau alasan ini yang sebentar." ucap Malvin.


Bibik sisi menatap wajah Malvin.


"Kalau benar kamu mencintai Tania dan Eki, saran Bibik jangan mengganggu kebahagiaan mereka yah, Bibik mohon.. Tania sudah bahagia dengan Angga. Angga juga sangat sayang kepada Eki, Mona dan juga Bibik." ucap Bibik Sisi.


"Tapi bik..."


"Bibik mohon nak, kasihan Tania.. Kasihan dia." ucap Bibik Sisi. Tiba-tiba dokter keluar.


"Bik bagaimana keadaan istri saya?" tanya Malvin.. Bibik Sisi dan juga Mona yang baru saja datang mendengar itu langsung terdiam.


"Istri bapak mengalami stress yang berlebihan, banyak fikiran sehingga membuat keadaan tubuh nya drop." ucap dokter.


Mendengar itu mereka takut. "Sekarang bagaimana keadaan nya dokter?" tanya Malvin.


"Untuk sekarang sudah jauh lebih baik, tapi saran dari saya biar kan pasien sendiri. Dan yang bernama Angga masuk ke dalam karena pasien dari tadi memanggil namanya." ucap Dokter.


Malvin terdiam mendengar itu.


"Biar kan pasien sendirian. Dan jangan membahas hal yang membuat pasien banyak fikiran." ucap dokter.


"Baik dokter." ucap Bibik Sisi. Dokter permisi untuk pergi dari sana.


Malvin duduk lemas di kursi tunggu.


Tidak beberapa lama Angga datang. "Bik bagaimana keadaan Tania?" tanya Angga.


"Masih di dalam, kami tidak boleh masuk, hanya kamu yang boleh masuk, dan jangan membahas hal yang membuat dia banyak pikiran." ucap Bibik Sisi.


Angga memeriksa Eki, setelah memastikan Eki baik-baik saja dia merasa Lega. Angga melihat Malvin.


"Sebaiknya kamu saja yang masuk ke dalam melihat keadaan Tania dan menjaga nya." ucap Angga. Malvin mengangkat pandangan nya.


"Tapi..."

__ADS_1


"Sudah masuk saja." ucap Angga. Dia berusaha tersenyum namun hati nya begitu cemburu, dia khawatir, dia juga takut dan juga sedih.


Tapi tidak mungkin dia merebut Tania dari sahabat nya itu. Dia sudah tau kalau Malvin masih mencintai Tania, namun hanya karena satu alasan Malvin tidak bisa kembali kepada Tania Dulu.


__ADS_2