Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 174


__ADS_3

"Ini kapan?" tanya Tania.


"Kemarin.. Saya minta maaf karena tidak Mengabari kamu tentang ini, tapi saya sudah mengirim kan pesan." ucap Angga.


Tania tersenyum. "Saya ingin segera menikahi kamu." ucap Angga sambil memegang tangan Tania.


Tiba-tiba Tania melepaskan nya. "Aku belum mau membahas soal pernikahan untuk saat ini." ucap Tania.


"Baiklah saya paham." ucap Angga memaksa untuk tersenyum, walaupun sebenarnya banyak hal yang ingin dia tanyakan kepada Tania.


"Kamu sibuk tidak? Saya ingin makan malam dengan kamu di luar." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang. "Aku belum ingin keluar untuk saat ini, besok-besok saja yah." ucap Tania.


"Baiklah kalau begitu. Humm berhubung kamu tidak mau makan di luar saya akan memesan makanan dan kita makan ramai-ramai di sini." ucap Angga.


Sebenernya Tania ingin langsung istirahat. Namun dia tidak enak untuk menolak Angga.


Akhirnya mereka makan malam di rumah Bibik Sisi ramai-ramai.


"Tuan Angga akhir-akhir ini jarang ke sini, apa Tuan Angga sangat sibuk?" tanya Bibik Sisi. "Saya lumayan sibuk bik, tapi saya ingin memberi tau kepada Bibik kalau saya sudah masuk ke agama Islam." ucap Angga.


"Alhamdulillah kalau begitu Tuan, saya sangat senang mendengar nya." ucap Bibik sisi.


Mereka berbincang-bincang agar suasana tidak terlalu tegang karena Tania kebanyakan diam saja.


Setelah selesai makan Angga main-main bersama Eki menunggu Tania yang sedang mandi.


"Mona kamu sedang apa?" tanya Tania kepada Mona.


"Lagi belajar mbak." jawab Mona. Tania duduk di dekat Mona.


"Kenapa mbak Malah duduk di sini? Kak Angga di luar pasti Ingin berbicara dengan Mbak." ucap Mona. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Kenapa mbak? apa yang salah?" tanya Mona. "Mbak bingung harus menghadapi Angga seperti apa, mbak sangat merasa bersalah sekarang." ucap Tania.


"Jangan bilang mbak mau memutuskan hubungan kalian?" ucap Mona. Tania terdiam.


"Jangan sampai mbak mengambil keputusan yang salah, hanya karena masalah mbak sendiri kak Angga jadi terkena imbas nya." ucap Mona.


"Mbak bingung Mona, mbak bingung sekali." ucap Tania memegang kepala nya.


"Kalau mbak tidak kuat, mbak minta pertolongan kepada kak Angga, dia pasti akan menolong mbak dengan cara apapun." ucap Mona.

__ADS_1


Tania menggeleng kan kepala nya. "Angga tidak boleh tau tentang ini." ucap Tania. Mona menghela nafas panjang.


"Aku tidak habis pikir dengan pola pikiran mbak seperti apa." ucap Mona.


Mona kembali fokus untuk belajar. Tania menghela nafas panjang dia mendengar suara tertawa Eki dan Angga yang sangat asikk bermain.


"Ya Allah berikan lah petunjuk kepada hamba." ucap Tania.


Akhirnya dia keluar dari kamar Mona menghampiri Angga.


"Ini sudah Malam, apa kamu tidak pulang? Aku takut kamu telat bekerja." ucap Tania.


"Ini baru jam delapan malam. Kamu sangat tega mengusir saya." ucap Angga.."Bukan seperti itu." ucap Tania.


"Saya masih sangat merindukan kamu, kenapa kamu malah mengusir saya?" ucap Angga.


Tania menghela nafas panjang. "Baiklah maafkan aku, aku salah berbicara." ucap Tania.. Angga tersenyum dia mencubit pipi Tania.


"Apa kamu tidak merindukan saya sehingga kamu tega mengusir saya pulang?" ucap Angga. Tania menatap wajah Angga.


"Sebenarnya aku sangat ingin menikah dengan kamu Angga agar tidak ada lagi jarak di antara kita, namun aku tidak ingin juga masalah ku menjadi beban mu." batin Tania.


"Ya sudah kalau begitu aku buatin kamu kopi dulu." ucap Tania.. Namun tangan nya di tahan oleh Angga.


Tania menganguk. "Aku merindu kan kamu." ucap Tania.. Angga tersenyum.


Tania masuk ke dapur. "Huffff kenapa hidup ku selalu ada masalah? Baru saja aku mau bahagia namun sudah datang masalah lagi." ucap Tania.


Tidak terasa sudah lama Angga di rumah Bibik Sisi.


"Sudah jam sepuluh, apa Tuan tidak pulang? bukan maksud untuk mengusir tapi berita tentang Tuan dengan Tania lagi panas-panasnya, kalau ada yang melihat pasti akan berfikir yang tidak-tidak." ucap Bibik Sisi.


"Baiklah bik kalau begitu saya permisi pulang." ucap Angga. Bibik Sisi tersenyum. Eki sudah dari tadi tertidur di kamar.


Tania mengantarkan Angga keluar. "Saya pulang dulu yah." ucap Angga.. Tania menganguk.


"Humm tunggu dulu." ucap Tania menahan Angga. "Iyah ada apa?" tanya Angga.


"Aku boleh meminta tolong sesuatu gak?" tanya Tania.


"Boleh! Apa saja pasti akan saya turutin." ucap Angga. "Kamu janji?" tanya Tania, Angga menganguk.

__ADS_1


"Hum aku mau untuk akhir-akhir ini kamu dan aku jangan sering bertemu atau pun sampai keluar." ucap Tania.


"Maksud nya? Saya tidak mengerti." ucap Angga.


"Berita tentang kita lagi beredar, saya takut kalau terlalu berlebihan orang-orang akan membicarakan hal yang tidak-tidak." ucap Tania.


"Kalau kamu tidak ingin seperti itu, ayo kita menikah. Karena saya tidak akan bisa menahan rindu..Saya pasti Akan datang setiap hari untuk bertemu dengan kamu." ucap Angga.


"Aku mohon Angga. Aku ingin tenang dulu." ucap Tania.. Melihat Tania sangat sungguh-sungguh akhirnya dia mau.


"Baiklah kalau begitu. Kalau itu yang kamu mau, saya tidak bisa memaksa kamu untuk selalu bertemu dengan saya." ucap Angga.


Dia pergi dari halaman rumah Bibik sisi menghampiri mobil nya dan pergi dengan wajah yang sangat kecewa sekali.


Tania menghela nafas panjang.


Angga di dalam mobil bertanya-tanya.


"Ada apa dengan Tania? Kenapa dia seperti itu? Apa ada masalah?" batin Angga. Dia ingin mencari tau, hanya saja dia takut Tania akan marah-marah kalau ketahuan oleh nya.


Keesokan harinya...


"Tania bangun..." ucap Bibik Sisi kepada Tania.


"Iyah Bik. maafin aku bangun telat." ucap Tania.


"Kenapa kamu tidur duduk seperti ini?" tanya Bibik Sisi.


Tania baru sadar dia ketiduran sambil duduk..Dia melihat Eki Masih tidur.


"Kamu lanjut istirahat saja, Bibik mau keluar sebentar menemani Mona ke sekolah." ucap Bibik Sisi.


"Oh iya Mona hari nya ni ada acara yang harus di dampingi. Aku saja Bik." ucap Tania.. Bibik sisi menyuruh Tania untuk di rumah saja.


"Kamu di rumah saja, istirahat. Kelihatan nya kamu sangat lelah." ucap Bibik Sisi..


"Aku gak apa-apa kok Bik." ucap Tania.


"Bibik yang sangat khawatir melihat kamu seperti ini, ayo tidur dengan benar." ucap Bibik Sisi.


Akhirnya Tania tinggal bersama Eki. Bibik Sisi dan Mona segera berangkat ke sekolah.

__ADS_1


Tania menatap wajah Eki..


"Mamah tidak akan sanggup kehilangan kamu nak, Mamah tidak akan bisa nak." ucap Tania mencium pipi anak nya itu.


__ADS_2