Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 191


__ADS_3

Angga tidak berhenti menatap wajah Tania. Tania menyuapi Angga makan, memberikan dia Obat dan setelah itu Angga tertidur dengan begitu tenang.


Tania melihat Angga sudah tidur dia keluar menelpon Adik nya agar menjemput Eki selepas pulang sekolah dari Butik.


Mona menginyakan.. Perasaan Tania jadi Lega.


Tania kembali masuk ke kamar memeriksa suhu nya lagi.


"Tidak kunjung berkurang. Bagaimana ini?" ucap Tania.


Dia mencari Cara di google untuk menurunkan panas demam.


Angga kebangun dia melihat Tania yang ketiduran di samping nya di atas kursi.


"Tania..." ucap Angga.. Tania langsung bangun.


"Iyah kenapa? Kamu butuh sesuatu? Mau minum?" ucap Tania langsung.


"Kamu kenapa tidur di sana? Kamu tidur di atas sini saja." ucap Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Aku takut membuat kamu tidak nyaman." ucap Tania.


Angga menarik tangan Tania meminta nya tidur di atas.


Namun Tania tidak mau.


"Kalau kamu tidak mau sebaiknya kamu pulang, saya tidak ingin membuat kamu sakit hanya karena mengurus saya." ucap Angga.


Tania menggeleng kan kepala nya. "Tidak apa-apa kok." ucap Tania.


"Saya mengkhawatirkan kamu.. Bagaimana bisa kamu mengatakan tidak apa-apa?" ucap Angga.


Tania memeriksa suhu badan Angga.


"Badan kamu saja masih panas seperti ini, kalau aku pergi kamu tidak ada yang mengurus." ucap Tania.


Angga memegang tangan Tania. "Maafin saya..." ucap Angga. Tania mengelus tangan Angga.


"Jangan membahas tentang ini dulu, kamu harus sembuh dulu." ucap Tania. Angga menganguk.


Tania menemani Angga sampai malam hari.


"Mona apa mbak Tania masih lama pulang?" tanya Malvin.


Yang sudah menunggu Tania dari tadi.


Malvin mau mengajak Tania jalan-jalan keluar bersama Eki lagi.


"Aku juga tidak tau Kak." ucap Mona. "Sebenarnya Dia kemana sih? Mungkin dia tidak bisa pulang sendiri, kakak akan menjemput nya." ucap Malvin.


"Mbak Tania lagi di..."

__ADS_1


"Tidak mungkin aku mengatakan nya kepada kak Malvin." batin Mona.


"Hufff sebaiknya aku bilang saja mbak Tania lagi bersama mbak Nada." ucap Mona.


"Mungkin mbak Tania lagi bersama mbak Nada Kak." ucap Mona.


Karena sudah semakin malam tidak kunjung pulang, akhirnya Malvin memutuskan untuk kembali ke rumah nya.


Mona bernafas lega karena Malvin sudah pergi.


"Sebaiknya Tania kamu suruh pulang Mona." ucap Bibik sisi kepada Mona.


"Malam ini mbak Tania tidak pulang bik, keadaan kak Angga cukup parah.. Sampai sekarang demam nya tak kunjung turun." ucap Mona.


"Ya Allah kenapa bisa sampai seperti itu?" ucap Bibik Sisi.


"Aku juga tidak tau Bik." ucap Mona.


Di apartemen Angga. Angga sudah lebih baik dia bangun tengah malam karena mau minum. Dia melihat Tania yang tidur di sofa.


"Sungguh keras kepala. Di suruh tidur di kasur malah tidur di sofa." ucap Angga. Dia tidak ingin memaksa Tania akhirnya dia memilih untuk membiarkan Tania tidur di sofa.


Keesokan harinya...


"Kamu sudah bangun?" ucap Angga yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Kamu kenapa ke kamar mandi sendiri? Kenapa kamu tidak membangun kan aku?" ucap Tania. Angga tersenyum.


"Saya sudah mendingan. Sudah bisa berjalan sendiri. Hanya sedikit pusing saja." ucap Angga. Tania mendekati nya dan memeriksa suhu badan nya.


"Boleh kah hari ini kamu tinggal di sini menemani saya? Saya sangat merindukan kamu." ucap Angga. "Tapi..." Angga menutup mulut Tania pelan.


"Saya mohon." ucap Angga.


Tania tidak bisa mengatakan apapun selain menginyakan permintaan Angga.


"Baiklah kalau begitu." ucap Tania. Angga tersenyum dia memeluk Tania dengan sangat erat.


Tania merasakan kalau Angga ketakutan dan juga ada ragu di hati nya.


"Angga..." ucap Tania mencoba melepaskan pelukan Angga dari nya, namun Angga tidak mau.


"Saya ingin memeluk kamu seperti ini sepanjang hari." ucap Angga.


"Huff jangan bercanda deh." ucap Tania.


Angga diam. "Sekarang aku mau bertanya satu hal yang sangat penting kepada kamu." ucap Tania.


"Ada apa?" tanya Angga.


Tania melihat mata Angga basah, hidung nya merah.

__ADS_1


"Kamu nangis?" ucap Tania. Angga menggeleng kan kepala nya.


"Enggak! Saya tidak menangis." ucap Angga sambil berusaha untuk cool.


"Tapi mata kamu basah dan hidung kamu yang mancung ini merah." ucap Tania.. Angga jadi malu, tapi dia berusaha untuk biasa saja.


"Apa yang ingin kamu tanyakan kepada saya?" tanya Angga. Tania menatap Angga.


"Apa kamu tidak serius lagi kepada ku? Kenapa kamu begitu saja menyerah dan membiarkan aku bersama Malvin?'" tanya Tania.


"Saya sangat mencintai kamu, saya ingin kamu bersama Malvin karena saya rasa dia lebih pantas bersama kamu." ucap Angga.


Tania menatap mata Angga.


"Apa kamu yakin dengan keputusan yang kamu buat?" tanya Tania.


Angga memalingkan wajahnya dari pandangan Tania.


"Saya.. Saya ingin Eki bahagia dan tidak merasa sedih mengetahui orang tua nya pernah berpisah." ucap Angga.


"Apa kah kamu tidak ingin menjadi ayah nya Eki? Kamu tidak mencintai kami dengan tulus?" tanya Tania.


"Saya sangat mencintai kamu dengan Eki, namun saya berfikir kalau kamu bahagia dengan Malvin." ucap Angga.


"Bagaimana kamu tau? Kamu belum tau seperti apa Malvin." ucap Tania.


"Malvin adalah sahabat saya. Saya tau jelas kenapa dia pergi meninggalkan kamu dan dia kembali untuk apa. Awal nya saya tidak tau kalau mantan istri nya Itu adalah kamu." ucap Angga.


Tania yang mendengar itu terdiam sejenak.


"Kalau kamu tidak percaya kamu bisa bertanya kepada dia." ucap Angga.


"Saya tau dia sangat mencintai kamu sama seperti yang saya lakukan, dia kembali untuk memperjuangkan kalian." ucap Angga.


"Karena dia sahabat kamu, kamu sekarang mau menyerah?" tanya Tania. Angga menatap Tania.


"Saya tidak bisa melakukan apapun." ucap Angga.


Dia memegang tangan Tania. "Semua keputusan ada di tangan kamu Tania.. Kalau kamu bersama Malvin mungkin akan lebih bahagia. Begitu juga dengan Eki." ucap Angga.


Tania memegang tangan Angga.


"Tapi aku mencintai kamu, bukan Malvin." ucap Tania. Angga yang tadi nya menunduk langsung menatap Tania.


"Aku hanya mencintai kamu, begitu juga dengan Eki. Dia tidak berhenti mencari kamu." ucap Tania.


"Kamu..."


"Iyah, aku memilih kamu. Aku sudah memikirkan nya, aku berfikir kalau aku masih mencintai Malvin karena Eki, namun ternyata tidak lagi. Hati ku sudah milik kamu seutuhnya." ucap Tania.


Angga tersenyum dia menatap wajah Tania.

__ADS_1


"Saya juga mencintai kamu jangan pernah meninggalkan saya." ucap Angga.


"Kamu yang meninggal kan aku, bukan aku yang meninggal kan kamu." ucap Tania. "Saya minta maaf." ucap Angga tersenyum.


__ADS_2