Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 97


__ADS_3

"Kamu hanya perlu sabar dan meminta maaf kepada nya.. Ketika perempuan marah dia akan sangat sulit di ajak bicara." ucap Tania. Rendi menghela nafas panjang.


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat, saya juga mau istirahat." ucap Tania. Dia memastikan Angga sudah tidur.. Tidak Lupa untuk menyelimuti Angga.


"Tidur yang nyenyak yah Tuan." ucap Tania mengelus rambut Angga dan mencium kening nya.


Namun tiba-tiba Angga bangun dan menarik tangan Tania ke pelukan nya. Tania berteriak namun Angga dengan cepat menahan nya.


"Ssstttt!!! Jangan berteriak.." ucap Angga. Tania menatap mata Angga.


"Tuan lepaskan saya. Saya mau kembali ke kamar." ucap Tania. Angga menggeleng kan kepala nya.


"Kamu harus tidur di sini bersama saya." ucap Angga. Tania Menggeleng kan kepala nya. "Kalau kamu tidak mau tidur di sini saya tidak akan pernah mengijinkan kamu untuk bertemu anak kamu." ucap Angga.


Tania Menghela nafas panjang. "Huff Tuan selalu mencari titik kelemahan ku." ucap Tania. "Saya sangat lelah, saya berusaha untuk tidur namun tidak bisa tidur." ucap Angga memasang wajah melas.


"Tidur di samping kamu itu seperti saya tidak memiliki beban hidup apapun itu." ucap Angga.


"Baiklah kalau begitu saya akan tidur di sini." ucap Tania. Angga tersenyum dia langsung membuka selimut nya menepuk-nepuk kasur.


Melihat tingkah Angga membuat Tania tersenyum malu.


Dia naik ke kasur. Angga senyum-senyum melihat Tania.


"Hanya tidur saja! Tuan jangan berani macem-macem!" ucap Tania saat Angga hendak memeluk Tania.


Angga Menghela nafas panjang. Dia tidak perduli dengan kata-kata Tania dia memeluk Tania begitu erat.


"Tuan!!" Ucap Tania mendorong Angga. Angga membuka mata nya.


"Saya tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Tuan meminta saya tidur di sini, saya akan tidur di sini!" ucap Tania.


"Hanya pelukan saja, saya tidak akan melakukan apapun." ucap Angga. "Kamu harus tau kalau saya tidak akan memaksa seseorang untuk melakukan nya kalau dia tidak mau." ucap Angga di telinga Tania.


Tania diam. Dia membiarkan Angga memeluk nya.


"Selamat tidur Sayang.." Ucap Angga sambil mencium pucuk kepala Tania.


Tania tersenyum malu. "Selamat malam juga Tuan." batin Tania. Akhirnya mereka berdua tidur dengan sangat nyenyak.


Sementara di tempat lain Mona dan Eki masih sibuk Main di ruang tengah menunggu Bibik Sisi yang mengantarkan pakaian yang sudah dia setrika ke pemilik nya.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Mona berbunyi tanda notifikasi masuk ke handphone nya.


"Nomor siapa ini?" batin Mona. Dia membuka pesan itu.


"Bagaimana kabar kamu?" Hanya pesan itu yang masuk membuat Mona penasaran.


"Siapa orang ini? Kenapa dia bertanya kabar ku? Seperti yang sudah kenal aku." ucap Mona. Tiba-tiba nomor itu menelpon dia.


"Assalamualaikum.." Bibik Sisi datang. Mona langsung mematikan handphone nya.


"Kok pada belum tidur sih, ayo tidur ini sudah malam." ucap Bibik Sisi.


"Kamu juga besok sekolah ayo tidur." ajak Bibik Sisi.


Mona menganguk. Sekarang dia berjalan tidak mengunakan tongkat. Kesehatan nya mulai membaik.


Dia berbaring di tempat tidur nya melihat nomor yang baru saja menelpon nya tadi.


"Kenapa aku penasaran banget yah ini siapa?" ucap Mona, akhirnya dia memberanikan diri untuk mengirimkan pesan kembali bertanya siapa orang itu.


"Mohon maaf kalau boleh tau ini Siapa yah?" tanya Mona. Sudah menunggu beberapa menit tak juga d balas.


"Ah sudahlah mungkin hanya orang iseng saja!" ucap Mona, akhirnya dia memutuskan untuk tidur dan memblokir nomor itu.


"Tok!! Tok!! Tok!! Tok!!" Bunyi ketukan pintu yang tak henti-hentinya sehingga membuat Angga dan juga Tania terbangun.


Tania menatap Angga.


"Siapa itu Tuan?" tanya Tania.


"Sayang buka pintu nya! kamu tidak bisa seenaknya memutuskan hubungan kita tampa ada alasan!" ucap perempuan.


"Livy!!" Ucap Angga.


"Apakah itu kekasih Tuan?" tanya Tania. Angga menggeleng kan kepala nya.


"Saya sudah putus dengan nya!" ucap Angga.


"Sebaiknya Tuan keluar saja, saya akan bersembunyi di kamar mandi terlebih dahulu." ucap Tania.


Angga menahan tangan Tania. menatap mata Tania. Tania mengerti apa yang di maksud oleh Angga namun Tania menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Tidak mungkin Tuan.. Situasi nya sedang tidak baik." ucap Tania. Dia langsung ke kamar mandi. Angga Menghela nafas panjang.


"Angga.....Buka pintu nya!" ucap Livy.


"Tuan Angga mungkin masih tidur non, sabar Dulu menunggu tuan Angga bangun." ucap Dara.


"Tidak bisa! Kenapa dia meminta putus kepada ku?" ucap Livy.


"Tenang dulu non." ucap Dara. "Ada apa? kenapa kamu datang ke sini?" tanya Angga. Livy langsung memeluk Angga.


"Kamu hanya bercanda kan? Kamu tidak serius meminta putus kan?" ucap Livy. "Saya serius!" ucap Angga. Livy menangis.


"Kenapa? Apa alasan nya? aku sangat mencintai kamu." ucap Livy. Angga melepaskan pelukan Livy.


"Kamu datang ke sini dan mengganggu orang lain adalah perbuatan yang tidak baik." ucap Angga.


"Aku tidak mau kehilangan kamu itu sebab nya aku langsung datang ke sini. Tengah malam aku berangkat ke sini." ucap Livy.


"Ayo kita bicara kan ini di ruangan saya!"' ucap Angga. Dara dan yang lainnya hanya bisa terdiam.


"Aku tidak ingin putus dengan kamu, aku sangat mencintai kamu. Aku mohon..." Ucap Livy. Angga melihat Livy menangis hanya bisa diam.


"Apa yang aku lakukan sampai kamu meminta putus? Hubungan kita baik-baik saja, aku juga sudah mulai bisa meluangkan waktu untuk kamu. Justru kamu yang sekarang tidak perduli kepada ku." ucap Livy.


Angga membuka handphone nya dan menunjukkan isi Galeri nya.


"Lihat lah ini. Kalau kamu bisa menjelaskan ini aku akan mendengar kan nya." ucap Angga. Livy mengambil ponsel nya dan melihat foto yang di ponsel Angga.


Livy kaget melihat itu. "Ini rekayasa, ini tidak benar. Kamu jangan mudah percaya." ucap Livy.


Angga tersenyum. "Saya tau ini bukan rekayasa. Saya tau ini di mana saja. Jelas kan !" ucap Angga.


"Ini.. Ini hanya teman aku." ucap Livy. Angga menghela nafas panjang.


"Jujur!" ucap Angga. Livy menundukkan kepalanya.


"Kalau kamu tidak serius kepada saya hanya menginginkan uang saya tidak perlu dekat dengan saya!" ucap Angga.


"Saya akan melakukan kamu sama seperti apa yang kamu lakukan kepada saya. Saya sudah menemukan wanita yang Cocok dengan saya, jujur saja kalau saya tidak bisa memaksakan hubungan kita ini." ucap Angga.


"Kamu selingkuh dari aku?" ucap Livy.

__ADS_1


"Bukan aku yang selingkuh! Tapi kamu." ucap Angga. "Pria itu sudah tidur dengan kamu kan?" ucap Angga.


Livy terdiam. "Aku menjaga kamu, aku melindungi dan memberikan apa pun yang kamu mau, namun kamu memilih pria lain yang merenggut harga diri Kamu." ucap Angga.


__ADS_2