Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 141


__ADS_3

"Aku harus menyelesaikan masalah ini, setelah ini aku akan kembali lagi." ucap Angga mengelus kepala Tania.


"Aku yakin kamu pasti bisa kok " ucap Tania, Angga tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu yah." ucap Angga. Saat Angga mau pergi Eki Malah nangis.


"Om akan datang lagi, kamu jangan Sedih yah, om juga Rindu sama kamu." ucap Angga mencium pipi Eki.


Angga kembali ke rumah nya terlebih dahulu. "Tuan Angga akhirnya pulang juga. Tuan dari mana? Kenapa tidak Mengabari kita?" tanya Dara.


"Kamu tidak perlu tau, sekarang siap kan baju saya." ucap Angga. Dara mengikuti Angga ke kamar.


"Tuan habis dari rumah Tania yah?" ucap Dara.


"Sssttt... Jangan sampai ada yang denger." ucap Angga.


"Semua nya sudah tau, itu sebab nya kami tidak menjemput tuan, walaupun orang tua tuan sudah marah-marah karena Tuan tak kunjung datang." ucap Dara.


Angga Menghela nafas panjang. "Tuan mau ke rumah orang tua Tuan kan?" ucap Dara. Angga menganguk.


"Saya, Dara dan Rendi harus ikut." ucap Dara.


"Humm terserah kamu saja." ucap Angga.


Mereka berangkat ramai-ramai.


Ternyata rumah orang tua Angga sudah sangat ramai. Klarifikasi langsung di mulai karena sudah ramai juga orang.


Setelah klarifikasi selesai nama baik keluarga Angga langsung bersih, semua nya kembali seperti semula.


Keluarga Angga juga merasa senang dan lega.


Di sore hari nya semua orang sudah pergi. Angga dan semua anggota nya juga mau pamit pulang.


"Tuan mau langsung pulang saja?" tanya Dara. Angga bingung. Dia menoleh ke arah tatapan Dara.


Ada orang tua Angga yang hanya duduk terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Papah, Mamah kami pamit Pulang dulu." ucap Angga menyalim tangan orang tua nya.


"Aku minta maaf kalau kata-kata ku sebelum nya membuat papah dan Mamah tersinggung. Tapi aku benar-benar tidak ingin memberikan kesempatan kepada Livy." ucap Angga.


"Aku sudah tidak memiliki perasaan kepada Livy." ucap Angga. "Seandainya Mamah sama papah berfikir aku bahagia dengan dia itu sangat salah." ucap Angga.


"Aku tidak bermaksud untuk menentang papah dan Mamah. Tapi papah harus lihat aku bahagia seperti apa, bagaimana dan dengan siapa." ucap Angga.


"Kalau menurut Papah Tania tidak baik untuk aku. Papah harus melihat dia seperti apa dulu baru papah bisa memberikan komentar." ucap Angga.


"Aku minta maaf sudah membuat mamah dan papah sedih, terkena masalah. Tapi mulai dari sekarang aku tidak akan merepotkan kalian."' ucap Angga memeluk kedua orang tua nya.

__ADS_1


"Aku sangat menyanyangi kalian." ucap Angga.


Orang tua nya tidak bisa mengatakan apapun lagi.


Angga pergi ke kantor polisi karena di panggil oleh pihak kepolisian. Beberapa jam menyelesaikan urusan di sana Angga baru bisa pulang.


"Aaahhhhhh...... Ini sangat melegakan sekali..." ucap Angga bersorak di balkon kamar nya.


"Aku jauh merasa ringan, jauh lebih tenang dan bahagia sekarang." batin Angga.


Dia mengambil handphone nya melihat foto nya bersama Lidya, Mamah nya dan Papah nya.


"Semoga Mamah dan Lidya bahagia di sana."


"Dan untuk kamu Lidya, aku mohon ijin kamu untuk memulai hubungan lagi dengan Tania, aku merasa sangat dekat dengan kamu kalau bersama dia." ucap Angga.


"Selain itu aku benar-benar sangat mencintai dia, dia adalah segalanya bagiku sekarang." ucap Angga.


Setelah beberapa lama melepaskan semua isi pikiran nya di balkon dia kefikiran Tania.


"Sebaiknya besok aku membicarakan kepada orang tua ku mau melamar Tania." ucap Angga.


"Jangan terburu-buru dulu Tuan." ucap Dara yang baru saja datang.


"Kenapa begitu? Bukan kah lebih cepat lebih baik?" ucap Angga.


"Kamu benar juga." ucap Angga.


"Tapi bukan sekarang Tuan, karena pekerjaan kantor sudah menumpuk." ucap Dara.


Angga menghela nafas panjang.


"Kenapa kamu harus mengingatkan itu kepada saya?" ucap Angga. Dara tersenyum.


"Masih banyak waktu tuan. Jadi Tuan tidak perlu khawatir." ucap Dara.


"Saya takut kalau Tania di ambil orang terlebih dahulu." ucap Angga.


"Hufff sungguh Bucin sekali. Kalau jodoh tidak akan kemana tuan." ucap Dara.


"Kamu benar juga sih." ucap Angga.


"Kalau begitu bawa semua data-data yang harus saya Periksa keruangan saya malam ini!" ucap Angga.


"Malam ini juga Tuan?" tanya Dara.


"Iyah, tunggu apa lagi?" tanya Angga. Dara menghela nafas panjang.


"Seharusnya aku mengijinkan tuan Angga pergi menemui Tania." batin Dara. Dia menyesal mengingat kan pekerjaan pada Angga.

__ADS_1


Keesokan harinya...


"Assalamualaikum..." Aris datang ke ruangan Tania.


kebetulan juga ada Nada di sana.


"Walaikumsalam." jawab Mereka berdua.


"Kamu kenapa bisa di sini?" tanya Tania. Karena Masih sangat pagi sekali.


"Saya mau ketemu kamu lah. Eki mana?" tanya Aris. Dia melihat Eki yang sedang bermain di lantai.


Nada langsung keluar dari sana. Aris dan Tania melihat nya.


"Apa kamu tidak melihat Ekspresi nya?" ucap Tania. "Baiklah kalau begitu aku yang akan mengurus selanjutnya." ucap Aris.


"Semakin ke sini, mereka semakin akrab saja." batin Nada. Dia duduk di kursi ruangan nya.


"Sudah lah tidak ada gunanya lagi aku berharap kepada Aris, aku harus melupakan perasaan ku kepada nya." ucap Nada.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan pintu ruangan Nada.


"Masuk!" ucap Nada.


"Kamu lagi apa? Aku gak ganggu kamu kan?" tanya Aris.


"Ada apa? kenapa kamu tidak menemani Tania dan Eki aja? Bukan kah Kalau kalian sudah berbaikan? Sekalian saja jadian lagi." ucap Nada.


Aris duduk di depan meja Nada.


"Kami selalu Baikan." ucap Aris.


"Kamu sudah tau kalau kamu sudah berteman cukup lama. Jadi wajar lah kalau dekat." ucap Aris.


"Humm Wajar sekali." ucap Nada dengan judes.


"Kok kamu tiba-tiba jadi seperti ini sih? Kamu cemburu yah? Biasanya kamu tidak pernah cemburu kalau aku dengan Nada bersama." ucap Aris.


"Cemburu? Ngapain aku cemburu?" ucap Nada.


"Sudah kamu ngaku saja, kamu cemburu kan?" ucap Aris. Nada menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin aku cemburu sama pria playboy seperti kamu. Masih banyak laki-laki di dunia ini, kenapa aku harus cemburu sama orang seperti kamu." ucap Nada.


"Kamu sudah mulai suka sama aku kan? Kamu jangan berbohong deh, jangan di pendam nanti sakit loh." ucap Aris.


Nada yang di perlakukan seperti itu oleh Aris semakin kesal. Dia tidak suka di bercandaiin Sementara dia lagi sangat kesal sekali.


"Sebaiknya kamu keluar dari ruangan aku! aku tidak mau melihat wajah kamu!" ucap Nada mengusir Aris.

__ADS_1


__ADS_2