Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 35


__ADS_3

Suster datang membawa makan siang dan setelah itu dia pun langsung keluar.


"Huff kalau aku mempunyai Adik tidak merasa bersalah seperti itu, aku sudah lama menghukum nya." ucap Nada.


"Aku tau kalau Tania bukan lah wanita seperti aku, dia tidak ingin kehilangan keluarganya sehingga dia menjadi korban. Dia rela melakukan semua nya.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di depan rumah Bibik nya.


Nada melihat dari dalam mobil kalau Bibik Sisi sedang menjemur pakaian yang begitu banyak sambil menggendong Eki..


"Bibik." ucap Nada datang menghampiri Bibik itu. Melihat Nada datang dia meninggal kan cucian nya.


"Humm Mbak Nada kan?" ucap Bibik. Nada mengangguk.


"Iyah Bik, aku datang ke sini mau melihat keadaan Eki dan juga aku membawa banyak makanan." ucap Nada.


"Kalau begitu ayo masuk dulu." ucap Bibik Ja.


"Oh iya bik kenapa cucian Bibik sangat banyak sekali?" tanya Nada. "Oohh ini pakaian tetangga mbak, Bibik menerima jasa cuci gosok agar bisa menambah uang untuk membeli kepentingan yang lain nya." ucap Bibik Ja.


"Ya ampun bik. Mengasuh Eki sambil bekerja seperti ini pasti sangat susah." ucap Nada.


"Yahh begitu lah Mbak. Saya juga tidak tega membiarkan nya di dalam menangis dan berjalan ke sana ke sini." ucap Bibik.


Nada memerhatikan Eki. Melihat wajah Eki yang sambil makan roti membuat nya sangat Sedih.


"Kasihan sekali Tania, Bibik hanya bisa membantu seperti ini." ucap Bibik. "Terimakasih yah Bu sudah mau membantu. Nih ada uang untuk membeli keperluan Eki." ucap Tania memberikan uang pada Bibik Sisi..


"Alhamdulillah, terimakasih yah mbak." ucap Bibik Ja, dia sangat senang sekali mendapatkan uang dari Nada.


"Saya tidak bisa lama-lama di sini Bik, saya harus segera kembali bekerja." ucap Nada.


Di malam hari nya...


"Ini sudah jam berapa? Kenapa Tuan Angga tak kunjung kembali?" batin Tania karena menunggu di meja makan.


Sebelum tuan Angga makan malam dia tidak boleh istirahat.


Tidak beberapa lama akhirnya datang. Dia datang bersama pengawal nya tiga orang.


"Tuan baru pulang?" ucap Tania. Angga melihat Tania. Dia meminta pengawal nya untuk pergi.


"Saya sudah menyiapkan makan malam." ucap Tania, dia di tatap dengan tatapan tajam membuat nya langsung takut dan juga gugup.

__ADS_1


"Saya tidak sudah makan." ucap Angga. Dia meninggalkan Tania dan langsung ke kamar nya.


"Sudah makan? Tuan Angga makan di mana? Bukan nya dia bekerja di lantai bawah?" ucap Tania.


"Tuan Angga sering mengabaikan Makan malam. Tapi tenang saja tuan Angga sudah makan kok bersama saya di restoran tidak jauh dari sini." ucap Dara.


"Apa itu arti nya saya sudah bisa istirahat?" tanya Tania.


Dara menganguk.


"Terimakasih mbak, kalau begitu saya permisi." ucap Tania.


Dara juga masuk ke kamar nya.


Tiba-tiba Tania keluar dari kamar nya memastikan lantai itu sudah tidak ada orang dan sudah sepi.


Tania berjalan ke arah Ruangan menjahit dengan sangat pelan. Dia. diam-diam menjahit di sana karena bahan kemarin masih sangat banyak sekali.


Dia masih ingat beberapa pesenan orang dewasa di Butik. Setelah selesai dia akan mengirim kan nya ke Butik.


"Ekhem-Ekhem!!" Tania yang hendak membuka pintu ruangan itu ada yang memergokinya.


Tania menoleh ke arah belakang nya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" ucap Angga.


"Kau sudah tau kan kalau semua yang kamu lakukan di sini harus ijin terlebih dahulu, apalagi ruangan ini sudah di tutup. Dari mana kau mendapatkan kunci nya?" tanya Angga.


"Saya menyimpan kunci nya sebelum nya tuan. Maafkan saya. Tapi saya mohon ijinkan saya menjahit di sini ketika semua pekerjaan saya sudah selesai." ucap Tania.


"Tidak bisa!" ucap Angga. "Tapi Tuan hanya dengan cara ini saya bisa mendapatkan uang membayar biaya Rumah sakit Adik saya dan membayar hutang saya." ucap Tania.


"Saya akan membayar semua utang rumah sakit, Namun kau hanya bisa menjahit untuk saya." ucap Angga.


"Saya harus mengirim kan pakaian saya Keluar Tuan agar Pesenan semakin banyak. Nada sudah sangat banyak membantu saya." ucap Tania.


"Oke baiklah. Kamu bisa mengirim kan keluar yang kamu jahit hanya sebagian." ucap Angga.


"Tuan serius?" ucap Tania. Angga menganguk.


Tania tersenyum di terlihat sangat senang sekali. Angga mengambil kunci dari tangan Tania dan langsung membuka pintu.


"Ruangan ini adalah milik Ibu saya. Kau harus menjaga semua nya dengan baik, saya tidak ingin satu pun ada yang rusak." ucap Angga.

__ADS_1


Namun setelah di buka dia sangat terkejut karena melihat Ruangan itu sudah sangat bersih dari pada biasanya.


"Siapa yang membersihkan?" tanya Angga. "Maafkan saya Tuan, saya tidak memiliki pekerjaan yang harus di kerjakan sore tadi, saya membersihkan ini." ucap Tania menundukkan kepalanya.


Angga merasa ruangan itu kembali nyaman, semua lukisan di tata di dinding. "Dari mana kau mendapatkan lukisan ini?" tanya Angga.


"Ini dari gudang Tuan, seperti nya ini di lukis sendiri. Saya sangat suka dengan lukisan." ucap Tania.


Angga mendekati lukisan bunga.


"Kalau saya terlalu lancang saya minta maaf tuan. Sebelum nya saya sudah ijin kepada Mbak Dara." ucap Tania.


"Buat diri mu lebih nyaman saja, saya ingin semua jahitan kau bagus." ucap Angga. Tania senang sekali respon Tuan nya.


"Untuk malam ini kamu tidak saya ijinkan bekerja. Kamu harus membantu saya." ucap Angga. "Bantu apa Tuan?" tanya Tania.


"Menukar perban perut saya!" ucap Angga.


"Saya lupa menukar nya tadi pagi Tuan, kalau begitu saya akan menukar nya." ucap Tania.


Tania mengikuti Angga ke kamar nya. Angga membuka kemeja nya dan duduk di pinggir kasur.


"Lebih baik Tuan berbaring saja." ucap Tania. Angga mengikuti suruhan Tania.


"Kenapa Tuan Angga sudah keluar dari rumah sakit? Luka nya saja Masih seperti ini." ucap Tania.


Dia sangat berhati-hati membersihkan nya.


"Bagaimana kalau ini infeksi lagi Tuan? Tuan jangan mengabaikan kesehatan seperti ini." ucap Tania.


Angga hanya diam saja dia menatap wajah Tania yang benar-benar sangat serius sekali.


"Ada apa dengan diri ku ini? Kenapa say sangat Betah melihat wajah nya. saya sangat suka ketika dia Mengurus saya." batin Angga.


"Aaaa.. pelan-pelan." ucap Angga meletakkan tangan nya di punggung Tania meremas nya.


Tania sangat terkejut ketika dia sentuh oleh Angga, namun dia harus tetap fokus.


"Sudah mau selesai, Tuan Sabar dulu." ucap Tania. Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga.


"Ini adalah surat dari dokter. Tuan harus Kontrol hari ini. Kenapa Tuan tidak pergi?" tanya Tania.


"Saya tidak ingin pergi." ucap Angga.

__ADS_1


"Kenapa Tuan? mereka hanya memeriksa nya, dan setelah itu melihat kemajuan nya." ucap Tania. Angga Menggeleng kan kepala nya.


__ADS_2