
"Tidak bisa!" ucap Tania. Angga memaksa dia langsung masuk duluan. Angga berbaring ke tempat tidur.
"Kamar kamu di sana, bukan di sini." ucap Tania menarik tangan Angga, namun Angga menarik nya langsung ke tempat tidur.
"Saya mengajak kamu keluar agar bisa menikmati malam hanya ada kita berdua tampa mengkhawatirkan Siapa pun." ucap Angga. Tania yang jatuh di dada Angga menatap wajah Angga.
Mata mereka bertemu. Namun kamu tau sendiri bukan kalau kita bukan suami istri. Aku masih trauma, aku harap kamu mengerti." ucap Tania.
Angga terdiam sejenak. "Baiklah saya mengerti." ucap Angga. Setelah itu Angga duduk. "Aku akan kembali ke kamar ku, kamu istirahat lah." ucap Angga.
Tania menganguk.
Angga keluar dari kamar Tania. "Berada di samping mu seperti yang sekarang ini sudah membuat ku senang karena cukup lama aku menunggu mu." ucap Angga.
Keesokan harinya... Tania kembali ke rumah dan ternyata Livy sedang di ruang tamu. "Dari mana saja kamu?" tanya Livy menahan Tania.
Tania bingung mau menjawab apa.
"Dimana Angga?" tanya Livy.
"Sa-saya tidak tau non. Saya baru saja pulang." ucap Tania.
"Jangan berbohong kamu!" ucap Livy menarik rambut Tania. "Lepaskan Livy!" ucap Angga yang baru saja datang.
Livy langsung melepaskan Tania, Angga membawa Tania ke belakang nya.
"Kamu tidak bisa menyakiti Tania dengan sesuka kamu!" ucap Angga. "Kamu lebih membela dia?" ucap Livy.
"Sudah berapa kali ku bilang Tania adalah wanita yang aku cintai. Hubungan kita juga sudah putus." ucap Angga.
Livy menggeleng kan kepala nya. "Aku sangat mencintai kamu." ucap Livy. Angga menggeleng kan kepala nya.
"Aku akan memberi tahu kepada keluarga ku kalau kita sudah putus!" ucap Angga.
"Papah tidak setuju!" ucap Papah nya tiba-tiba datang.
semua Mata tertuju kepada orang tua Angga yang tiba-tiba datang tidak biasa nya.
Livy sangat senang orang tua Angga datang karena itu adalah permintaan nya, dia sudah melaporkan kalau Angga memilih wanita pelayan dari pada diri nya sendiri.
"Papah.. Kenapa papah Datang tidak mengabari aku?" Tanya Angga.
Papah nya menatap ke arah Tania.
"Kenapa kamu berpacaran dengan wanita rendahan seperti ini? Kamu sengaja membuat keluarga kita Buruk di mata publik?" tanya papah nya.
Angga Menggeleng kan kepala nya. "Papah aku bisa menjelaskan nya." ucap Angga.
__ADS_1
"Menjelaskan apa? Papah dan Mamah tidak setuju kamu putus dengan Livy, kalian harus segera menikah dan tinggal kan wanita ini, papah minta kamu pecat dia!" ucap Papah nya.
"Pah aku mohon... Aku sangat mencintai Tania.." ucap Angga.
"Kamu mau Membantah papah?" ucap papah nya. Angga terdiam. Namun tangan nya tetap menahan Tania di belakang nya.
"Dia hanya lah anak pengusaha yang mempunyai banyak utang sampai bangkrut! Itu akan berdampak buruk bagi kita." ucap papah nya.
"Benar banget Angga, kamu harus memikirkan kedepannya." ucap mamah nya.
"Orang tua kamu saja tidak setuju kamu bersama wanita itu." ucap Livy.
Angga yang tidak bisa mengatakan apapun terdiam. Dia tidak bisa melawan orang tua nya.
"Kamu tidak mendengar nya? kenapa kamu masih di sini?" ucap Livy kepada Tania.
"Sebaiknya kamu melupakan hubungan kamu dengan Angga, karena Angga tidak mungkin menikahi Janda seperti kamu!" ucap Papah Angga.
"Saya minta maaf Tuan, kalau begitu saya akan keluar." ucap Tania. Livy tersenyum.
"Jangan Tania..." ucap Angga.
"Angga!!!" ucap papah nya marah.
"Aku mencintai Tania Pah, aku sudah mencintai Tania sudah sangat lama." ucap Angga.
Tania langsung masuk ke dalam untuk mengumpulkan semua barang-barang nya.
Angga menatap Livy dengan wajah marah namun Livy merasa sangat senang. Angga mengejar Tania ke kamar nya.
"Tania.. Tania..." panggil Angga mengetuk pintu kamar. Tania duduk di lantai menahan air mata nya agar tidak keluar namun sia-sia.
"Kenapa sangat sakit sekali ya Allah..." dia memegang dadanya.
"Baru saja aku merasakan cinta dan membuka hati ku namun sudah begitu berat ujian mu." ucap nya.
"Hiks!! hiks!!" Dia menangis begitu pilu.
"Tania buka pintu nya." ucap Angga memaksa Tania membuka pintu.
Tania membuka nya dia langsung di peluk oleh Angga namun Tania menolaknya.
"Aku minta maaf, aku mohon jangan pergi.." ucap Angga.
"Sebaiknya kita menyudahi hubungan kita Tuan, kita tidak pantas untuk bersama." ucap Tania. Angga Menggeleng kan kepala nya.
"Tidak.. Jangan seperti itu. Kamu tau saya sangat mencintai kamu." ucap Angga.
__ADS_1
"Saya tidak pantas berada di samping tuan, saya sadar diri." ucap Tania.
Dia mengumpulkan pakaian nya namun Angga mencoba menghalangi nya.
"Saya mohon Tania.." ucap Angga. Dia sudah memasang wajah yang memelas. "Tidak ada gunanya kita memiliki hubungan yang tidak di restui Tuan." ucap Tania.
Angga menarik koper Tania.
"Kalau kamu mencintai Saya kamu akan berjuang bersama Saya, kalau kamu tidak mencintai saya dengan sungguh-sungguh kamu boleh pergi." ucap Angga.
Tania menatap Angga. "Bukan aku tidak mencintai Tuan, namun keadaan yang harus membuat aku pergi. Aku harap Tuan bisa bahagia bersama Livy." ucap Tania.
Dara dan Fani berdiri mematung.
"Kenapa setiap hubungan pasti sangat banyak cobaan nya?" ucap Dara. Fani Menghela nafas panjang.
"Kelihatan sekali kalau Tuan Angga benar-benar sangat tulus kepada Tania." ucap Dara.
Tania mengambil koper nya dari Angga. "Aku minta maaf." ucap Tania dia memasukkan pakaian nya dan menutup nya segera keluar dari kamar itu.
Angga hendak mengejar namun Mamah nya tiba-tiba datang.
"Angga jangan membuat papah mu marah nak. Ini juga demi kebaikan Tania." ucap Mamah nya.
"Aku sangat mencintai Tania mah." ucap Angga.
Tania langsung keluar. Sementara Angga di tahan oleh Mamah nya di dalam.
Tania melewati ruang tamu. "Tuan saya permisi." ucap Tania melihat papah nya Angga di ruang tamu.
"Tunggu Dulu!" ucap Papah Angga.
"Ambil ini! Selama ini kamu mengincar anak saya karena uang kan? Saya harap ini cukup untuk menghidupi kamu dengan keluarga kamu, jangan pernah ganggu kehidupan anak saya." ucap papah Angga memberikan kertas chek bernilai seratus juga.
"Saya tidak pernah mengharapkan uang dari Tuan Angga karena saya tulus apa adanya mencintai nya." ucap Tania.
Livy tertawa.
"Kamu bukan mencintai Angga namun hanya mencintai uang nya dan jabatan nya." ucap Livy.
Tania menolak uang itu.
"Tuan simpan saja uang Tuan dan berikan pada orang yang sebenarnya mengincar nya." ucap Tania.
"Apa maksud kamu?" ucap Livy kesal.
"Saya permisi Tuan." ucap Tania.
__ADS_1