
"Apa Tuan Angga memiliki hubungan dengan wanita itu?" tanya Dokter. Dara Menggeleng kan kepala nya.
"Tania seorang janda dia juga lebih Tua dan memiliki anak, saya rasa tidak mungkin Tuan Angga mau." ucap Dara.
Dokter Menghela nafas panjang.
"Kalau bisa secepatnya wanita itu pergi dari samping Tuan Angga, itu akan berpengaruh buruk untuk kesehatan Tuan Angga. Tuan Angga sudah mulai sembuh." ucap Dokter Pili.
"Tapi seperti nya tuan Angga bahagia kalau melihat Tania di sini." ucap Dara.
"Bahagia? Bagaimana bisa? Kita semua tau kalau Tuan Angga tidak ingin melihat semua tentang almarhum tunangan nya." ucap dokter.
"Iyah sih dok." ucap Dara. "Saya mau kamu mengawasi Tuan Angga dengan baik. Saya tidak bisa stay di sini lebih lama saya juga harus kembali mengurusi pekerjaan saya." ucap dokter Pili.
"Baik Dok." jawab Dara. Setelah dokter itu pergi Dara di susul oleh Rendi.
"Bagaimana keadaan Tuan Angga kata dokter?" tanya Rendi. "Huff kamu membuat ku terkejut saja." ucap Dara. Rendi meminta maaf.
"Kata dokter Pili Tuan Angga sama seperti kemarin, penyakit nya kambuh lagi. Karena mengingat masa lalu nya." ucap Dara.
Rendi menghela nafas panjang. "Sampai kapan Tuan Angga Akan menahan rasa sakit itu? Kita semua baru saja senang karena melihat tuan Angga sembuh." ucap Rendi.
"Aku juga khawatir, tapi aku tidak bisa mengatakan apapun dan yang bisa aku lakukan hanya mengurus tuan Angga." ucap Dara.
Di kamar Tania menatap wajah Angga. "Kenapa wajah nya tiba-tiba Pucat yah?" batin Tania.
"Tadi terlihat segar, namun kenapa sekarang sudah sakit?" tanya Tania pada diri nya sendiri. Dia melihat ke sekeliling berharap bisa menemukan petunjuk.
Namun tiba-tiba Angga bangun dia melihat Tania. "Kenapa kamu bisa di sini?" tanya Angga. Tania menoleh ke arah Angga.
"Tuan sudah bangun? Bagaimana keadaan Tuan?" tanya Tania. Angga menutupi mata nya sambil menghela nafas panjang.
"Tidak terlalu baik, ini sungguh sangat buruk sekali." ucap Angga.
Tania duduk di pinggir kasur membantu angga duduk.
"Ini ada obat dari dokter harus Tuan minum." ucap Tania. Angga memerhatikan obat itu.
Ada dua butir dia harus meminum itu. "Apakah badan tuan sudah lebih baik?" tanya Tania. Angga menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
Tania meletakkan tangan nya di leher Angga. "Tuan harus banyak istirahat." ucap Tania.
Angga menatap wajah Tania. "Apakah malam ini kamu boleh tidur dengan saya?" tanya Angga.
"Ti-tidur dengan Tuan?" tanya Tania kaget. Angga Menganguk.
Tania langsung menjauh dari Angga. "Dasar pria mesum! Tuan sedang sakit malah meminta tidur dengan perempuan, Tuan pikir saya perempuan murahan?" ucap Tania kesal.
"Saya tidak meminta hal yang seperti itu, saya meminta kamu tidur di sini menemani saya karena di saat seperti ini sakit saya sering kambuh." ucap Angga.
Tania terdiam sejenak. "Tuan tidak bermaksud yang aneh-aneh kan?" tanya Tania. Angga tersenyum tipis melihat wajah panik Tania.
"Saya akan menjaga wanita yang saya sukai. Saya tidak akan merusak nya, kamu tidak perlu khawatir." ucap Angga, tiba-tiba Tania memukul lengan Angga.
"Tuan membuat saya takut saja." ucap Tania.
"Aaarrrhh.." Angga menjerit kesakitan. Tania langsung panik.
"Maaf-maaf Tuan, saya tidak sengaja." ucap Tania. Angga tiba-tiba menahan tangan Tania.
"Tapi saya ingin tidur dengan kamu, saya ingin melepaskan hasrat saya." ucap Angga dengan nada yang begitu serius. Tania membulat kan mata nya kaget.
"Kenapa kamu diam? Bukan kah sudah tugas kamu menjadi pelayan saya menuruti semua permintaan saya?" ucap Angga.
Tania melepaskan tangan Angga dari lengan nya. "Tapi saya tidak bisa Tuan. Maafkan saya." ucap Tania.
"Kenapa kamu tidak bisa? Apa kamu takut kalau saya akan menyakiti kamu?"' tanya Angga.
Tania memaksa Angga melepaskan nya. "Sebaiknya Tuan istirahat saja." ucap Tania. Angga mengejar Tania menarik nya ke kasur dan menindih nya dari atas.
"Tuan saya mohon jangan melakukan nya kepada saya, saya mohon." ucap Tania menutup mata nya.
"Saya tidak pernah setertarik ini kepada wanita, saya sudah berani menyukai kamu dan saya tidak akan pernah melepaskan kamu." ucap Angga.
Tania tiba-tiba mendorong Angga dan dia berdiri di atas Angga sekarang. Tubuh Angga yang lemah Sangat lah mudah bagi Tania.
Angga tersenyum melihat wajah Tania. "Ternyata kamu berani juga." ucap Angga menyentuh leher Tania. Dia merabah leher dan juga pipi Tania dengan lembut.
Tania menikmati sentuhan Angga. Dia tidak menolak nya sama sekali.
__ADS_1
Tania menatap wajah Angga.
"Mari berciuman seperti pertama kali kita bertemu." ucap Angga langsung mencium bibir Tania. Awalnya Tania menolak namun Angga memaksa Tania bahkan mengigit bibir Tania agar membuka mulutnya.
Tania membuka mulutnya dia mulai membalas ciuman Angga. Saat sedang mulai menikmati Angga tiba-tiba melepaskan ciuman nya.
Tania membuka mata nya menatap Angga yang tersenyum kepada nya.
"Kepala saya tiba-tiba sakit." ucap Angga. Dia langsung terbaring di samping Tania. Tania menghela nafas panjang.
"Huff bisa-bisa nya sedang sakit melakukan hal seperti ini." Ucap Tania.
Angga memeluk pinggang Tania. Dia tersenyum melihat wajah Tania.
"Saya tidak bisa melupakan ciuman pertama kita. Ciuman itu membuat saya tidak tertarik dengan orang lain dan pada akhirnya saya bisa merasakan nya lagi." batin Angga.
Perlahan dia menutup mata nya ketik Tania menatap nya.
"Tuan! Tuan kenapa?" tanya Tania. Angga membuka mata nya dia menatap wajah khawatir Tania.
"Saya ingin kamu selalu mengkhawatirkan saya seperti ini, selalu ada di samping saya seperti ini." ucap Angga.
Dia mencium kening Tania. Tania terdiam.
"Ya Allah kenapa aku sangat nyaman di perlakukan seperti ini oleh Tuan Angga? Kenapa aku merasa ini bukan yang pertama kali nya." batin Tania.
"Aku sungguh tidak bisa menolak setiap sentuhan nya, sentuhan nya membuat aku merasa bahagia, aku tidak pernah merasakan sentuhan seperti ini sebelumnya." ucap Tania dalam hati.
Dia ingin memeluk Angga namun dia masih ragu-ragu, namun Angga langsung menarik tangan nya mendekap erat badan nya.
Tania tidak menolak dia tersenyum. Mencium bau badan Angga membuat nya betah dan sangat nyaman sekali.
Namun baru saja terlelap pintu di Ketuk oleh orang.
Tania langsung segera turun dari kasur bahkan dia sempat terjatuh karena panik ada yang melihat mereka nanti.
Angga terbangun. "Tania Eki menangis dari tadi." ucap Dara. Tania langsung mengendong Eki.
"Maafin aku yah sudah merepotkan kamu." ucap Tania dengan pelan. Dara melihat Angga tidur dia pun tersenyum dan segera keluar.
__ADS_1