Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 194


__ADS_3

"Papah... Papah.." ucap Eki minta di turunkan dari gendongan Tania berjalan ke arah Angga. Angga melihat Eki langsung tersenyum dan menggendong nya.


"Om sudah rindu pada Eki. Eki kenapa tidak datang menemui Om?" ucap Angga. Eki terlihat sudah sangat merindukan Angga.


"Aku bawa sarapan, kamu pasti belum sarapan." ucap Tania kepada Angga.


"Humm kamu benar banget, sekarang perut saya sangat lapar Sekali." ucap Angga.. Tania menyiapkan sarapan di mangkuk dan membawa nya kepada Angga yang duduk di sofa bersama Eki.


"Apakah kamu sudah berbicara dengan Malvin?" tanya Angga kepada Tania yang duduk di samping nya.


Tania menggeleng kan kepala nya.


"Aku bingung harus mulai data mana, dia sudah banyak berubah, dia juga sangat baik dan banyak membantu ku, selain ini Eki sudah sangat dekat dengan nya." ucap Tania.


"Apakah itu artinya kamu sudah memiliki perasaan lagi kepada nya?" tanya Angga.. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Bukan seperti itu..." ucap Tania.


"Saya hanya bercanda." ucap Angga.. Tania menghela nafas panjang.


"Saya memiliki Janji nanti sore bertemu dengan dia." ucap Angga.


"Apa kamu ingin membicarakan tentang kita?" tanya Tania, Angga menggeleng kan kepala nya.


"Urusan kerjaan. Aku rasa sebaik nya kamu yang berbicara kepada dia terlebih dahulu." ucap Angga.


Tania menganguk. "Baiklah, kalau begitu kamu harus makan dulu." ucap Tania menyodorkan mangkuk ke depan Angga.


Setelah selesai sarapan dia bermain dengan Eki sementara Tania hanya duduk melihat mereka main.


Karena Tania harus ke Butik dia di antar oleh Angga.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Butik.


"Aku masuk dulu yah." ucap Tania. Angga menganguk.


"Eki ayo.." ajak Tania, namun Eki malah tidak mau dia ingin bersama Angga.


Namun Angga tidak bisa bersama Eki lama-lama, dia harus bekerja.


Setelah keluar dari dalam mobil Tania melambaikan tangan begitu juga dengan Eki.


"Itu Angga kan? aku tidak salah lihat?" ucap Aris.


"Humm kamu benar." ucap Tania.


"Sudah berbaikan lagi?" tanya Aris. Tania menganguk.

__ADS_1


"Bagus deh kalau begitu. Aku pergi ke kantor dulu yah. Bye Eki..." ucap Aris. Tania masuk ke dalam.


"Selamat pagi Nada." ucap Tania kepada Nada yang sedang duduk di depan.


"Pagi juga." ucap Nada.


"Ada apa dengan kamu? Kenapa kelihatan nya sangat lemas?" tanya Tania.


"Tidak apa-apa.." ucap Nada.


"Wajah kamu Pucat, dan kamu juga terlihat sangat lemas." ucap Tania.


"Dari tadi aku sudah meminta Bu Nada untuk istirahat saja, melihat keadaan nya membuat aku khawatir." ucap kasir.


Tiba-tiba Nada berlari ke kamar mandi dan muntah-muntah. Karena Tania membawa minyak wangi Milik Eki dia membantu mengoleskan ke punggung Nada.


"Seperti nya kamu masuk angin." ucap Tania kepada Nada.


Wajah nada sangat Pucat dan di antar kan ke ruangan nya agar bisa istirahat karena ada kasur santai di sana.


"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja Nada? Kamu semakin Pucat." ucap Tania. Nada menggeleng kan kepala nya.


"Aku sudah minum obat, nanti pasti sembuh sendiri." ucap Nada. "Bagaimana kalau kamu makan dulu." ucap Tania.


"Aku tidak berselera." ucap Nada. Tania memerhatikan nada.


"Kenapa aku berfirasat kalau kamu hamil yah?" ucap Tania. Nada membuka matanya menatap Tania.


"Aku tidak bercanda, aku sangat serius." ucap Tania. Nada menggeleng kan kepala nya


"Tidak mungkin secepat itu." ucap Nada.


"Pernikahan kamu sudah hampir dua Minggu, Wajar saja kalau langsung ada, itu tandanya kamu subur." ucap Thania.


Nada terdiam sejenak. "Aku akan menghubungi Aris menjemput kamu dan Memeriksa ke dokter." ucap Tania.


"Dia lagi bekerja, jangan menganggu nya." ucap Nada.


"Istri nya sakit, dia harus mengutamakan istri nya terlebih dahulu dari pada pekerjaan nya." ucap Tania. Setelah di telepon Aris langsung datang dan membawa Nada ke rumah sakit.


"Aku yakin sih Bu Nada pasti hamil." ucap kasir. "Benar banget. seperti nya pak Aris benar-benar sangat hebat." ucap karyawan lain nya.


"Husss kalian membicarakan tentang apa? ayo kembali bekerja!" ucap Tania. Semua nya langsung lanjut bekerja.


"Kalau Nada hamil, aku sangat senang sekali karena aku ingin melihat keluarga mereka bahagia." ucap Tania dalam hati.


Sampai di rumah sakit, Aris menunggu di luar. Beberapa jam akhirnya keluar juga.

__ADS_1


"Pak Aris ayo ikut ke ruangan saya." ucap dokter. Cukup lama di dalam. setelah itu Aris kembali ke ruangan Nada yang di rawat karena masih lemas.


."Bagaimana sayang? Aku mempunyai penyakit apa?" tanya Nada.


"Kamu hamil sayang, kamu mengandung anak ku, aku akan menjadi Ayah." ucap Aris..Nada terdiam seperti tidak percaya karena dokter menyembunyikan dari dia.


Setelah melihat hasil pemeriksaan mereka berdua sangat senang sekali.


"Alhamdulillah..." Kedua nya mengucap rasa syukur kepada tuhan.


"Terimakasih sayang..." ucap Aris mencium kening Nada.


"Ternyata tebakan Tania benar." ucap Nada.


Setelah pulang dari rumah sakit mereka langsung ke butik, namun sampai di Butik sudah sangat Sore, Tania dan Eki sudah pulang.


Tania di jemput oleh Angga tadi nya dan membawa ke apartemen nya.


"Kamu mandi gih." ucap Tania kepada Angga. "ituttt...." Eki memeluk paha Angga.


Angga dan Tania gemes dan tertawa melihat tingkah Eki yang sangat lengket dengan Angga.


"Humm anak nya mau ikut, apa Mamah nya tidak ingin ikut?" ucap Angga mendekati Tania. Tania menahan dada Angga.


"Jangan aneh-aneh yah, ada Eki di sini." ucap Tania. Angga tidak perduli dia hendak mencium Tania namun tiba-tiba handphone Tania berbunyi.


"Huff handphone kamu selalu menjadi penghalang." ucap Angga. Tania tersenyum. "Ini telpon dari Nada. Dia masuk rumah sakit." ucap Tania.


"Iyah halo nada, bagaimana keadaan kamu?" tanya Tania.


"Tania...." ucap Nada berteriak. Tania sampai menjauh kan handphone dari telinga nya.


"Ada apa?" tanya Tania.


"Aku hamil, yang kamu tebak itu benar." ucap Nada.


"Alhamdulillah kalau begitu, aku ikut senang, selamat yah untuk kalian berdua.. Bentar lagi aku jadi aunty." ucap Tania.


"Makasih yah." ucap Nada. Tania tersenyum.


"Bilang sama Aris agar jangan terlalu kasar lagi. Karena kandungan yang masih muda sangat lah lemah." ucap Tania.


"Baiklah-baiklah Tania." ucap Aris. Tania tertawa, panggilan telepon pun langsung mati..


"Ada apa? Kenapa kelihatan nya kamu sangat senang?" tanya Angga. "Nada Hamil." ucap Tania. "Hamil?" ucap Angga. Tania menganguk.


"Teman kamu sudah hamil..Kamu kapan akan mengandung anak saya?" tanya Angga.

__ADS_1


"Nikahi aku terlebih dahulu." ucap Tania, Angga tersenyum.


"Baiklah kalau begitu." ucap Angga. Tania Tersenyum.


__ADS_2