Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 66


__ADS_3

"Saya sudah mengetuk namun tuan tidak mendengar nya." ucap Pria itu. "Ada apa kau di sini?" tanya Angga.


"Nih proyek baru dari kita. Kita akan menjual nya kepada tuan. Namun sebelum membeli Tuan lebih baik melihat dulu." ucap rekan nya.


"Saya akan meminta Dara memberi informasi selanjutnya. Kau bisa keluar!" ucap Angga. Pria itu menganguk. Baru saja dia mau melihat CCTV namun handphone nya di telpon oleh Livy.


Dia menjawab nya.


"Ada apa sayang? Aku sedang bekerja." ucap Angga.


"Aku mendengar kamu sedang di luar negeri, aku ke sana yah." ucap Livy.


"Tidak perlu. Saya tidak bisa meluangkan waktu untuk kamu." ucap Angga. "Aku sangat merindukan kamu. Aku pengen ketemu kamu. Kebetulan jadwal aku lagi kosong."' ucap Livy.


"Boleh yah sayang.." Ucap Tania.


"Kamu akan mengganggu pekerjaan ku!" ucap Angga.


"Aku hanya ingin bersama kamu, tidak akan mengganggu kamu sama sekali." ucap Livy.


"Huff terserah kamu saja deh." ucap Angga.


"Aku sudah di jalan, aku akan sampai nanti malam di sana, Sampai ketemu sayang..." ucap Livy. Angga tersenyum dan mematikan sambungan telepon.


Tania di ruangan menjahit sedang tidak fokus pada jahitan nya karena tidak bisa melupakan Aris yang meminta saran bagaimana mendekati Nada.


"Aku sudah berusaha menyembunyikan perasaan ku pada Aris namun semua nya sia-sia, aku menahan nya namun membuat ku semakin sakit." ucap Tania.


"Mencintai dalam diam sangat lah sakit, namun aku tidak ingin karena percintaan menghancurkan pertemanan ku yang sudah sangat lama dengan dia." ucap Tania.


"Tania.." Tiba-tiba pelayan datang.


"Iyah Mbak, ada apa?" tanya Tania. "Di Bawah ada telepon dari Tuan Angga." ucap Pelayan.


Tania mengeluarkan ponsel nya dari saku nya. "Huff pantesan saja tuan Angga tidak menelpon ke nomor ini, handphone nya sudah mati padahal aku baru saja mengisi baterai nya penuh." batin Tania.


"Sebaiknya Tania ke bawah." ucap pelayan.


"Saya takut berbicara dengan tuan Angga, beri tahu kalau saya sedang sibuk." ucap Tania.


"Tapi.."


"Bik aku mohon." ucap Tania. Akhirnya tidak ada pilihan lain Bibik tidak bisa memaksa.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu." ucap nya dan keluar.


"Tuan Angga menelpon dan ingin berbicara kepada ku hanya ingin marah-marah saja. Aku tidak sabar ingin segera keluar dari sini." ucap Tania.


"Maaf Tuan seperti nya Tania tidak bisa di ganggu." ucap pelayan. Angga menghela nafas panjang.


"Katakan padanya untuk menelpon saya segera!" ucap Angga dengan nada suara yang menekan.


"Baik Tuan." jawab pelayan.


Tidak terasa sudah malam. Angga melihat Handphone nya terus menerus. "Aaarrrh kenapa aku tidak berhenti memikirkan dia?" Angga mengacak-acak Rambut nya.


"Ayo telpon Saya Tania, saya ingin mendengar Suara mu." ucap Angga dalam hati. Namun tiba-tiba benar saja handphone nya langsung berdering.


"Kau dari mana saja? Kenapa kau tidak mengaktifkan nomor mu?" tanya Angga dengan cepat.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu sayang?" tanya Livy ternyata yang menelpon nya adalah Livy.


Angga melihat nama kontak nya terlebih dahulu, dia menghela nafas panjang.


"Aku sudah di depan Penginapan kamu." ucap Livy.


"Baiklah saya akan keluar." ucap Angga.


Angga Menghela nafas panjang dia segera keluar melihat Livy sudah di depan penginapan nya.


"Jangan seperti ini di tempat umum, malu di lihat banyak orang." ucap Angga.


"Aku sangat senang kamu sudah mau bepergian seperti ini, itu artinya kamu sudah sembuh dari trauma kamu." ucap Livy.


Angga hanya tersenyum tipis aja.


"Ada apa dengan wajah cemberut dan kesal seperti ini? Apa kamu tidak senang aku datang?" tanya Livy sambil mencubit pipi Angga.


Angga melepaskan tangan Livy. "Bukan seperti itu, saya hanya lelah." ucap Angga.


"kalau begitu ayo ke resepsionis untuk memesan kamar baru untuk kamu." ucap Angga. "Gak perlu sayang, aku bisa tidur bareng kamu aja." ucap Livy.


"Apa? Tidur bareng? Jangan bercanda deh Livy." ucap Angga.


"Aku janji gak aneh-aneh seperti yang kemarin lagi." ucap Livy.


Angga Menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Biasanya yang takut adalah perempuan, ini malah laki-laki." ucap Livy menggerutu.


"Kita belum suami istri, itu tidak lah baik." ucap Angga.


"Baiklah-baiklah!" ucap Livy. "Pokoknya malam ini aku tidur bareng kamu." ucap Livy. Angga Menghela nafas panjang.


"Karena aku menghargai kamu datang jauh-jauh, untuk kali ini tidak masalah kamu dapat ijin." ucap Angga.


Livy tersenyum. "Horeeeee." Dia berjalan terlebih dahulu sementara angga membantu membawa koper nya.


Melihat koper nya sajaa Angga sudah yakin kalau Livy akan tinggal lama.


"Aku senang deh kita bisa memiliki waktu seperti ini. Karena sudah lama kita tidak pernah menghabiskan waktu bersama." ucap Livy.


"Pekerjaan saya sangat banyak, tidak ada waktu untuk hal seperti ini." ucap Angga. "Iyah-iyah." ucap Livy.


"Sebaiknya kamu istirahat saja." ucap Angga. "Kamu juga harus ikut istirahat." Ucap Livy menarik tangan Angga ke tempat tidur.


Angga tidur di Kasur dan Livy memeluk nya. "Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan Tania bahkan sudah bersama Livy?" batin Angga.


"Ini tidak bisa di biar kan, aku harus melupakan dia." ucap Angga memeluk Livy dan mencium kening nya.


Namun tiba-tiba dia membuka mata nya karena teringat tiap tidur Tania pasti kedinginan karena Angga dengan sengaja dekat agar Tania memeluk nya.


"Pergi dari pikiran saya!" Ucap Angga..


"Kenapa sayang?" tanya Livy. Angga menggeleng kan kepala nya.


"Enggak apa-apa, ayo tidur." ucap Angga.


Livy menganguk. Seperti nya Livy kelelahan sehingga dia cepat sekali tertidur.


Tiba-tiba handphone Angga berdering. Angga melihat Siapa yang menelpon dan ternyata itu adalah Tania. "Apa-apaan ini? Kenapa dia menelpon ku di tengah malam?" ucap Angga dalam hati.


Angga mengabaikan nya namun di telpon kembali. Angga tidak bisa mengabaikan nya walaupun dia ingin ngambek. Dia menarik tangan nya dari Livy dan turun dari kasur pelan-pelan.


Dia membawa handphone nya ke balkon kamar.


"Assalamualaikum tuan, saya minta maaf baru bisa menghubungi Tuan. Handphone saya mati-mati." ucap Tania.


"Jangan membuat Alasan! Saya memberikan handphone yang baru, jangan berfikir saya bodoh!" ucap Angga. Tania terdiam.


"Dari mana saja kau?" tanya Angga. Tania tetap diam.

__ADS_1


"Kau sengaja menghindar saya dengan cara mematikan handphone? Apa kau hanya butuh Pria yang bernama Aris itu?" ucap Angga.


Tania Menghela nafas panjang. "Tidak ada sangkut pautnya dengan Aris tuan, saya sudah menelpon Tuan dan meminta maaf, apa yang harus saya lakukan?" tanya Tania.


__ADS_2