
Mona tersenyum. "Aku sudah sangat menyesali perbuatan ku Selama ini. Itu sangat merugikan diri ku sendiri." ucap Tomi. Mona tersenyum.
"Bagus deh kalau kamu berfikir seperti itu, aku sangat senang dan aku yakin kamu pasti bisa." ucap Mona. Tomi memegang tangan Mona.
"Doain aku yah." ucap Tomi.
"Ini sudah malam waktu nya pulang." ucap Tania yang berdiri di depan pintu. Tomi langsung melepaskan tangan nya dari Mona.
"Baik Mbak. Kalau begitu saya permisi." ucap Tomi, Tania Mengangguk. Mona melambaikan tangan nya.
"Hati-hati yah." ucap Mona kepada Tomi. Tomi menganguk sambil tersenyum. "Mona ayo masuk ini sudah malam." ucap Tania.
"Baik Mbak." ucap Mona. Mereka masuk ke dalam. Mona masuk ke kamar langsung membalas pesan dari Tomi.
"Aku akan datang menjemput kamu Besok pagi." ucap Tomi.
Mona tersenyum. "Baiklah aku akan menunggu." ucap Mona membalas Pesan dari Tomi.
Tania menidurkan Eki tidak beberapa lama dia ketiduran. Tiba-tiba handphone nya berdering dari Angga.
Angga yang menunggu panggilan nya di jawab. Namun Tania tidak menjawab nya. "Ya ampun dia kemana?" ucap Angga dengan mencoba lagi menelpon.
Sudah mencoba tiga kali namun tidak bisa.
"Mungkin dia kelelahan." ucap Angga dia memutuskan untuk tidur.
Keesokan harinya...
"Selamat pagi cantik...." sapa Tomi pada Mona yang duduk menunggu diri nya di depan rumah.
"Ssstttt!!! Mbak Tania masih ada di dalam." ucap Mona. Tomi langsung terdiam.
"Maaf-maaf aku tidak tau." ucap Tomi. Mona tersenyum.
"Loh nak Tomi kok sudah di sini?" tanya Bibik sisi yang mau membawa Eki berjemur di luar.
Tomi menyalim tangan Bibik Sisi.
"Ini adalah hari terakhir saya di kota ini bik, jadi saya mau mengantar kan Mona ke sekolah." ucap Tomi. "Oohh begitu. Bagus deh." ucap Bibik Sisi.
"Mbak berangkat pakai apa?" tanya Mona melihat Tania baru aja keluar dari rumah seperti terburu-buru.
"Mbak gak tau, mbak harus cepat sampai di Butik ada pelanggan yang menunggu." ucap Tania.
"Ya udah bareng sama aku aja mbak," ucap Mona.
Tania melihat Tomi dan mobil Tomi.
"Mbak percaya sama saya." ucap Tomi. Akhirnya Tania mau ikut karena sudah terlambat juga. Selama perjalanan dia terlihat tegang duduk di belakang bersama Mona.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
__ADS_1
"Hati-hati yah. Terimakasih Tomi." ucap Tania berlari masuk ke dalam butik itu.
Mona pindah ke depan.
"Terimakasih yah sudah mau nganterin mbak Tania dulu." ucap Mona.
"Iyah sama-sama." ucap Tomi. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan sekolah.
"Kamu langsung pulang saja yah." ucap Mona.
"Nanti aku jemput lagi yah, nanti malam aku sudah berangkat." ucap Tomi.
"Baiklah kalau kamu tidak keberatan, aku terima-terima saja." ucap Mona, Tomi tersenyum.
Mona keluar dari dalam mobil.
Sementara di butik Tania Langsung bertemu dengan Pelanggan nya di ruangan Tunggu.
"Mbak Tania sudah datang?" ucap Staf lain nya.
"Iyah.. Pelanggan nya ada di mana? dia masih mau menunggu kan?" ucap Tania. "Ada di lantai atas mbak, silahkan aja ke lantai atas." ucap Staf.
Tania dengan buru-buru Langsung ke atas.
"Semoga saja pelanggan ku kali ini tidak marah-marah, aku sangat membutuhkan uang." batin Tania.
"Permisi.. Saya minta maaf sudah membuat menunggu lama." ucap Tania menundukkan kepalanya.
"Angga..." Ucap Tania. Angga menghela nafas panjang. Tania duduk di depan Angga.
"Kamu ngapain ke sini? Dengan pakaian seperti ini?" ucap Tania melihat pakaian Angga yang memakai kaos, celana biasa, topi dan kacamata hitam.
"Saya ingin bertemu kamu.." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.
"Huff.. kamu kabarin aku kalau kamu mau ke sini." ucap Tania.
"Coba kamu lihat handphone kamu!" ucap Angga. Tania membuka nya. "Maafin aku, aku tidak sempat membuka nya, aku sibuk ngurusin Eki." ucap Tania.
"Saya ke sini ada tujuan lain." ucap Angga. Tania menatap Angga dengan tatapan penasaran.
"Saya mau membuat jas." ucap Angga. "Kamu seriusan?" ucap Tania. Angga mengangguk.
"Kamu tau sendiri jas saya sudah sangat lama. Jas buatan kamu sudah beberapa kali saya pakai. Minggu depan saya akan menghadiri acara penting." ucap Angga.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengukur lagi, badan mu jauh lebih kurus sekarang." ucap Tania.
Angga menganguk. Tania mengambil pengukuran dan mulai mengukur badan Angga.
Angga mencium pipi Tania tiba-tiba di saat fokus. Tania hanya bisa menahan senyuman nya ketika Angga mencium nya.
"Kamu sangat wangi." ucap Angga. "Aku hanya memakai minyak telon Eki." ucap Tania. Angga tersenyum.
__ADS_1
"Sudah selesai." ucap Tania.
"Kenapa begitu cepat?" ucap Angga.
"hanya mengukur beberapa saja, tinggi badan aku sudah hafal." ucap Tania.
Angga mengikuti Angga ke ruangan nya.
"Kamu mendapatkan pelanggan berapa hari ini?" tanya Angga.
"lumayan. Tapi kebanyakan siang." ucap Angga.
"Apakah mereka banyak laki-laki?" tanya Angga. Tania menganguk.
"Humm kamu benar." ucap Tania. Angga Menghela nafas panjang.
"Huff mereka pasti sangat suka di ukur badan nya oleh kamu." ucap Angga.
"Ini adalah pekerjaan ku." ucap Tania.
Angga duduk di kursi menjahit Tania.
"Semua nya sudah aku ukur, aku akan menjahit nya, kamu bisa pulang." ucap Tania.
Angga Menggeleng kan kepala nya.
"Saya masih mau di sini. Saya merindukan seseorang yang tidak merindukan saya." ucap Angga.
Tania Menghela nafas panjang. "Tapi ini jam kerja. Kamu juga pasti harus bekerja bukan?" ucap Tania.
Angga menatap Tania.
Tania mendekati nya. "Ada waktu nya kita bersama, sekarang aku harus bekerja karena Nada akan Marah." ucap Tania.
Angga Menghela nafas panjang. "Kamu tidak perlu bekerja. Saya akan memberikan berapa yang kamu butuhkan. Kamu bisa memiliki apapun yang saya punya." ucap Angga.
Tania Menggeleng kan kepala nya. "Jangan menganggap ku wanita seperti itu, kalau kamu tidak bisa menghargai aku sebaiknya kamu pergi." ucap Tania.
Angga Menghela nafas panjang.
"Baiklah-baiklah kalau begitu." ucap Angga.
"Saya minta maaf sudah membuat kamu berfikir seperti itu, hanya saja saya tidak memiliki waktu yang begitu banyak untuk bersama kamu." ucap Angga.
"Kamu selesaikan masalah kamu setelah itu baru bisa memutuskan kedepannya seperti apa. Mari kita fokus dengan tujuan masingmasing." ucap Tania.
"Apa maksud kamu kita tidak perlu berhubungan?" ucap Angga.. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak berkata seperti itu, aku hanya ingin kamu meluruskan masalah yang terjadi, menyelesaikan semua seperti pembicaraan kita sebelum nya." ucap Tania.
"Saya sedang berusaha. Saya hanya ingin melihat kamu karena saya merindukan kamu, apa itu saja tidak boleh?" ucap Angga.
__ADS_1