Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 125


__ADS_3

"Syukur deh kalau begitu Tuan." ucap Dara. "Saya heran kepada diri saya sampai bisa membunuh Lidya, saya yakin itu tidak lah mungkin." ucap Angga.


"Kita harus terus mencari bukti Tuan. Tuan yang sabar keadilan akan segera datang." ucap Dara.


"Kalian sungguh saudara terbaik untuk saya, terimakasih." ucap Dara memeluk mereka berdua sudah seperti saudara sendiri.


"Kalian harus istirahat sebaiknya kalian istirahat, saya juga mau istirahat." ucap Angga.


Dara dan Fani menggeleng kan kepala nya. "Tidak bisa tuan! Tuan harus ikut Makan malam." ucap Dara. Angga menggeleng kan kepala nya.


"Saya sama sekali tidak berselera untuk makan, Kalau kalian mau makan, makan saja!" ucap Angga.


Mereka berdua tetap memaksa.


"Kalau Tuan mau makan saya akan menelpon Tania untuk tuan. Bagaimana?" tanya Dara.


Angga menatap Dara.


"Kamu serius?" ucap Angga. Dara menganguk. akhirnya Angga mau mereka keluar dan makan.


"Cepat telpon Tania!" ucap Angga. "Sabar Tuan." ucap Dara.


Angga menunggu Tania menjawab telepon namun sangat lama sekali. "Ayo dong Tania jawab!" ucap Dara karena sudah terlihat sekali wajah kecewa Angga.


Namun tidak ada jawaban dari Tania sampai Angga terlihat sudah kecewa tidak bersemangat lagi.


"Seperti nya dia tidak akan mau. menjawab nya." ucap Angga.


"Tunggu dulu Tuan. Tuan sudah terlanjur di sini sebaik nya Tuan lanjut kan untuk Makan." ucap Dara. Angga menggeleng kan kepala nya. Dia masu pergi namun tiba-tiba handphone Dara berdering.


"Ini Tuan sudah ada telpon dari Tania." ucap Dara. Angga langsung kembali ke tempat duduk nya.


"Halo Dara.." Ucap Tania.


"Assalamualaikum." ucap Tania lagi.


"Walaikumsalam Tania." jawab Dara.


"Maaf yah tadi lama menjawab nya, aku di perjalanan pulang dari butik ke rumah. Aku tidak mendengar nya." ucap Tania.


"Oohh gak apa-apa kok, aku hanya Merindukan kamu, aku belum melihat kamu hari ini." ucap Dara, dia mengikuti Kata-kata Angga.


"Humm kamu lebay banget..." ucap Tania. Dara tertawa.


"Bagaimana keadaan kamu? Bagaimana pekerjaan kamu hari ini?" tanya Dara.


Itu Angga juga yang mengajari Dara berbicara seperti itu.

__ADS_1


"Humm cukup baik, semua nya berjalan seperti biasa, aku harus bisa melupakan masalah dan fokus bekerja." ucap Tania.


"Apa kamu tadi menerima makanan?" tanya Dara.


"Ada kok. Aku mohon Sampai kan terimakasih kepada tuan Angga, lain kali jangan melakukan itu lagi, bagaimana kalau orang tua nya tau." ucap Tania.


"Baiklah aku mengerti kok." ucap Dara. Tania tersenyum.


"Apa kamu dengan Eki sehat? Besok akan datang melihat kamu." ucap Dara.


"Sehat kok, Tapi sebaiknya kamu tidak perlu datang karena aku bekerja." ucap Tania.


"Aku akan menunggumu kamu bekerja." ucap Dara. Tania menghela nafas panjang.


"Dari cara kamu berbicara mengingat kan aku kepada Tuan Angga yang sangat Keras kepala. Apa kamu sedang bersama dia sekarang?" tanya Tania.


Angga yang di tanya tiba-tiba tersenyum.


"Aku tidak bersama Tuan Angga, dia sedang di kamar nya, aku sangat khawatir karena Tuan tidak mau Makan sama sekali." ucap Dara.


"Kenapa bisa? Ada apa dengan Tuan Angga?" tanya Tania jadi ikut khawatir.


"Dia pasti memikirkan hubungan kalian. Tuan Angga benar-benar terlihat sangat sedih." ucap Dara.


"Dia lebih sering marah." ucap Dara.


"Tuan Angga seperti nya sangat merindukan suara kamu, aku mohon telpon dia hanya sekali saja." ucap Dara.


"Tidak bisa Dara, dia akan terkena masalah kalau dia berbicara dengan ku." ucap Tania.


"Tania aku mohon, aku sangat mengkhawatirkan keadaan Tuan Angga." ucap Dara.


"Baiklah-baiklah kalau begitu aku akan menelpon nya nanti." ucap Tania.


"Terimakasih yah Tania, aku yakin kalau kalian itu Cocok, jadi kalau saling merindukan sebaiknya berhubungan." ucap Dara. Tania menghela nafas panjang.


"Seandainya semudah itu tidak akan masalah bagi ku." batin Tania.


Dara selesai menelpon Angga Selesai makan.


"Tuan sudah selesai Makan?" tanya Dara melihat nasi nya sudah habis dan makan nya juga banyak.


"Saya harus segera ke kamar." ucap Angga tidak sabar berbicara langsung dengan Tania.


Fani dan Dara tersenyum.


"Akhirnya..." ucap Fani.

__ADS_1


"Tuan Angga seperti anak kecil saja." ucap Dara.


Fani tersenyum. Mereka pun lanjut untuk makan.


Tania baru saja selesai mandi dan baru saja memberi kan Eki makan.


"Ayo kita tidur nak." ucap Tania kepada Eki. Mereka tidur di kamar namun Tania baru kefikiran pembicaraan nya dengan Dara tadi.


"Aku sudah membuka blokir nya namun Tuan Angga tak kunjung menelpon ku." ucap Tania. Dia melihat handphone nya.


Begitu juga dengan Angga. "Kata nya dia akan menelpon ku, namun Sampai sekarang tak kunjung ada." ucap Angga dengan wajah cemberut.


Keesokan harinya...


"Selamat pagi Tuan Angga." Dara masuk ke kamar Angga. Namun dia kaget melihat Angga tidur di sofa sambil memegang handphone nya.


"Tuan..." Panggil Dara. Angga terbangun.


"Ada apa?" tanya Angga langsung.


"Kenapa tuan tidur di sofa?" tanya Dara.


Angga langsung sadar dia membuka handphone nya tidak ada panggilan masuk. Tiba-tiba wajah nya langsung sedih lagi.


"Tuan menunggu Tania menelpon yah?" tanya Dara, Angga diam dia langsung ke kamar mandi meninggalkan handphone nya dengan wajah yang sangat kecewa.


Pagi ini Angga terlihat jauh lebih sedih dan kecewa dari sebelumnya.


"Selamat sayang... Maafin aku yah baru bisa datang," ucap Livy datang ke kantor Angga, dia mau memeluk dan mencium Angga tiba-tiba di tahan oleh Angga.


"Kamu jangan macem-macem yah! Saya lagi bekerja jadi jangan di ganggu." ucap Angga.


Livy memasang wajah cemberut. "Kamu marah gara-gara aku pulang nya lama yah? Orang tua kamu meminta aku lebih lama di sana." ucap Livy.


"Saya tidak perduli kamu berapa lama di sana, sebaiknya kamu keluar saja!" ucap Angga. Livy mencium pipi Angga.


"Kamu jangan cemberut gitu dong sayang, aku ke sini tuh mau membicarakan pernikahan kita." ucap Livy.


"Apa kamu tidak mendengar kata-kata saya dari tadi? Saya sedang bekerja!" ucap Angga. Livy menatap Angga. "Jadi kapan kita akan membicarakan nya?" tanya Livy.


"Tidak perlu membicarakan nya, saya tidak ingin menikah." ucap Angga. "Sayang...." Livy memegang tangan Angga. "Kamu harus rileks jangan marah-marah seperti itu, aku akan membantu kamu rileks." ucap Livy mencoba untuk merayu Angga namun Angga tidak tertarik.


"Rendi!" panggil Angga. Rendi langsung datang.


"Bawa Livy keluar dari ruangan saya! Jangan Sampai dia masuk ke sini lagi." ucap Angga. "Baik Tuan " ucap Rendi.


"Sayang kenapa kamu sangat kejam seperti ini?" ucap Livy.

__ADS_1


__ADS_2