
"Angga..." Ucap Tania kaget. Dia melihat mobil Angga Masih hidup jauh dari halaman rumah. Melihat ke sekitar sudah sepi dia bingung harus melakukan apa.
"Ada apa dengan Angga?" ucap Tania. Dia membalikkan badan Angga dia mencium bau alkohol yang begitu menyengat di hidung.
"Angga kamu minum!" ucap Tania memukul Angga.
"Tania....." ucap Angga sambil tertawa kecil. Tania terpaksa membopong ke dalam sendiri.
"Ya Allah Angga apa yang kamu lakukan?" ucap Tania.
"Tania...." Ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.
"Seharusnya setelah lepas dari masalah kamu tidak boleh seperti ini!" ucap Tania.
Bibik Sisi terbangun dia melihat Angga.
"Tuan Angga kenapa bisa di sini Tania?" tanya Bibik Sisi.
"Aku juga tidak tau bik kenapa Angga bisa di sini, tapi seperti nya dia Mabuk." ucap Tania.
"Tunggu sebentar yah Bibik mengambil Air minum dulu." ucap Bibik Sisi.
Tania membantu membuka sepatu, kemeja Angga.
Bibik sisi merapikan tempat tidur di luar agar Angga bisa istirahat.
Tania memandangi wajah Angga. "Sebaiknya aku menghubungi Dara. Mereka pasti khawatir." batin Tania.. Namun dara dan Fani di telpon tidak bisa.
Keesokan harinya...
"Arghhhh... Kepala ku sangat pusing sekali..." Ucap Dara memegang kepala nya. Dia melihat sudah ada di kamar nya bersama Fani.
"Fani bangun..." ucap Dara. Fani bergeliat.
"Ada apa? Kenapa kamu membangun kan aku?" tanya Fani.
"Siapa yang membawa kita pulang? Tuan Angga bagaimana?" tanya Dara. Seketika Fani langsung beranjak.
"Tuan Angga .." Ucap Fani keluar mencari Angga namun di rumah itu tidak ada Angga. Yang membawa mereka pulang ternyata Rendi.
"Mati lah kita Dara..." ucap Fani panik.
Sementara di tempat lain Eki mengganggu Angga tidur.
"Papah... Papah..." Sambil mencium pipi Angga.
Angga membuka mata nya dia melihat Eki sudah tersenyum.
Entah mengapa Angga merasa senang ketika melihat senyuman Eki.
__ADS_1
"Kamu baru habis minum. Eki tidak boleh dekat-dekat dengan kamu." ucap Tania mengambil Eki. Angga memasang wajah cemberut dan duduk.
"Kenapa kamu minum? Bukan nya kamu harus menyelesaikan banyak urusan lagi? Aku gak suka kamu minum seperti ini. Bagaimana kalau pas lagi nyetir kamu tidak sadar?" ucap Tania.
"Maafin saya..." ucap Angga. Tania Menghela nafas panjang.
"Sebaiknya kamu mandi, Eki dari tadi mau main sama kamu." ucap Tania. "Kamu jangan marah-marah gitu dong, kamu tau saya sangat merindukan kamu." ucap Angga.
"Papah... Papah..."
"Apa sayang...." ucap Angga mau memegang Eki namun di pukul oleh Tania.
"Mandi dulu." ucap Tania. "Iyah deh Iyah. marah Mulu, lagi dapet yah." ucap Angga. Tania menatap dengan kesal.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai mandi.
Dia langsung menggendong Eki yang dari tadi sudah menunggu nya.
"Kamu tidak berangkat bekerja?" tanya Angga.
"Bagaimana bisa aku bekerja sementara kamu lagi di sini?" ucap Tania. Angga mendekati Tania yang masak di dapur.
"Aku minta maaf." ucap Angga meletakkan kepalanya di pundak Tania.
Tania menatap Angga.
"Aku sangat marah kalau kamu seperti ini. Kalau kamu memiliki masalah jangan memilih mabuk. Lebih baik kamu berdoa. Nanti hati kamu akan tenang sendiri." ucap Tania.
"Maafin aku yah, aku janji deh tidak akan mengulangi nya lagi." ucap Angga.
"Sebaiknya kamu duduk di sana, aku sudah memasak sarapan untuk kamu. Setidaknya ini membuat kamu lebih baik." ucap Tania. Angga tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu ." ucap Angga.
Tania menemani Angga sarapan. Dia memerhatikan Angga yang makan begitu lahap.
"Apa orang tua kamu gak marah kalau kamu di sini?" ucap Tania. Angga menatap Tania.
"Jangan membahas itu dulu, bahas tentang kita saja." ucap Angga. "Aku serius Angga...." ucap Tania.
"Mereka pasti marah, namun tidak ada satu orang pun yang tau kalau aku lagi di sini." ucap Angga.
"Bagaimana bisa mereka tidak tau? Kamu kabur?" ucap Tania. Angga diam.
Tania Menghela nafas panjang. "Kamu tidak boleh lari dari masalah seperti ini, kasus kamu sudah selesai. Kamu harus mendengarkan perintah orang tua kamu." ucap Tania.
Angga menggeleng kan kepala nya.
"Orang tua ku meminta agar aku memberikan kesempatan kepada Livy. Mereka tidak mengijinkan aku dekat dengan kamu." ucap Angga.
__ADS_1
"Aku tidak bisa menuruti kata-kata mereka. Cukup selama ini aku mematuhi sehingga aku terjebak sendiri." ucap Angga.
"Tapi..."
"Aku tau yang terbaik untuk diri ku sendiri, jadi kamu tidak perlu membujuk ku untuk kembali menuruti keinginan orang tua ku." ucap Angga.
Tania menghela nafas panjang. Setelah selesai makan Tania membawa kan Kopi untuk Angga yang duduk bersama Eki di ruang TV.
"Bibik Sisi kemana? Mona mana?" tanya Angga.
"Bibik sudah pergi bekerja, Mona pergi ke sekolah, mungkin sebentar lagi dia sudah pulang." ucap Tania.
"Oohh.." tiba-tiba handphone Tania berdering. Angga melihat nama Aris.
"Halo.."
"Halo Tania kamu lagi di mana? Kenapa kamu tidak datang bekerja?" tanya Aris.
Tania menoleh ke arah Angga, namun Angga berpura-pura tidak perduli.
"Aku tidak bisa datang." ucap Tania.
"Yah bagaimana dong rencana kita sebelum nya? Aku sudah menunggu kamu dari tadi." ucap Aris.
"Dara tidak datang ke Butik hari ini. Dia ada acara keluarga. Besok saja kita ketemu." ucap Tania.
"Ketemu? Ketemu ngapain?" ucap Angga dalam hati.
"Ya udah deh kalau begitu." ucap Aris mematikan sambungan telepon.
"Sejak kapan kamu memiliki nomor Aris? Ada hubungan apa? Kenapa kamu berjanji Besok bertemu dengan nya?" tanya Angga.
"Ssstttt!!!! Jangan banyak tanya, jangan berfikir yang aneh-aneh karena aku hanya membantu Aris." ucap Tania.
"Membantu apa ketemuan seperti itu?" ucap Angga. Tania Menghela nafas panjang. "Aris mau meminta Nada menjadi kekasih nya." ucap Tania.
Tania menjelaskan agar angga tidak salah paham, namun tetap saja Angga tidak percaya memasang wajah curiga.
"Ini sudah jam satu siang, sebaiknya kamu pulang." ucap Tania. Angga menggeleng kan kepala nya.
"Aku masih ingin di sini." ucap Angga. "Sebelum orang tua kamu mencari kamu ke sini, kalau orang tua kamu tau kamu ke sini mereka akan marah." ucap Tania.
Angga Menghela nafas panjang. Dia membuka handphone nya sudah banyak pesan masuk. Jam tiga nanti dia memiliki acara penting dan klarifikasi tentang masalah nya.
"Aku harus menyelesaikan masalah ini, setelah ini aku akan kembali lagi." ucap Angga mengelus kepala Tania.
"Aku yakin kamu pasti bisa kok " ucap Tania, Angga tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu yah." ucap Angga. Saat Angga mau pergi Eki Malah nangis.
__ADS_1
"Om akan datang lagi, kamu jangan Sedih yah, om juga Rindu sama kamu." ucap Angga mencium pipi Eki.