Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 61


__ADS_3

Angga menahan tangan Tania.


"Tinggal lah di sini, saya takut terjadi sesuatu." ucap Angga. Tania melihat wajah pucat dan lemas Angga membuat nya iba.


"Baiklah saya akan di sini menunggu Tuan tidur." ucap Tania.


Angga yang membohongi Tania sangat merasa senang, sebenarnya dia hanya Gugup namun berpura-pura sakit agar dapat perhatian dari Tania.


Keesokan harinya...


"Tania keadaan Tuan Angga bagaimana?" tanya Dara pada Tania yang kebetulan melewati Daraa yang sedang bertugas.


"Sudah lebih baik kok, Tuan Angga juga sudah bekerja." ucap Tania. "Bagus deh kalau begitu. Untung saja ada kamu, biasanya kalau seperti itu tuan Angga akan merepotkan banyak orang dan sering marah-marah." ucap Dara.


Tania tersenyum. "Kamu mau pergi menjahit yah?" tanya Dara. Tania menganguk.


"Pekerjaan ku sudah selesai semua mbak." ucap Tania. "Oohh ya udah semangat yah." ucap Dara.


Di ruangan Angga dia sedang fokus bekerja tiba-tiba handphone nya berdering.


"Halo!"


"Halo! Kamu kenapa baru menjawab telpon ku? Kamu juga tidak membalas pesan ku." ucap Livy dengan kesal.


"Maafin aku, aku sangat sibuk." ucap Angga.


"Sifat kamu belakangan ini Aneh banget sih, kamu meninggalkan aku malam itu dan langsung kembali ke Jakarta. Kamu jahat banget." ucap Livy.


Tania berdiri di pintu ruangan kerja nya. Angga melihat nya.


"Aku sedang bekerja." ucap Angga langsung mematikan sambungan telepon nya.


"Saya mau mengantar kan kopi yang di suruh oleh mbak Dara Tuan." ucap Tania. "Saya tidak meminta kopi." ucap Angga.


Tania terdiam sejenak kebingungan.


"Ya sudah kalau begitu saya akan membawa nya keluar." ucap Tania.


"Tunggu dulu! kau sudah membuat nya, bawa ke sini!" ucap Angga. Tania menganguk dia meletakkan nya di depan Angga.


"Humm Bagaimana keadaan Tuan?" tanya Tania. Angga mengangkat bahunya.


"Jauh lebih baik." ucap Angga.


"Bagus deh Tuan." ucap Tania. Angga menyeruput kopi nya.


Angga melihat Tania yang masih berdiri di depan nya.


"Kenapa kamu Masih di sini?" tanya Angga.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan." ucap Tania. Angga menganguk.


Angga tiba-tiba tersenyum tipis ketika Tania sudah keluar.


Di sore hari nya.


"Dara kemana wanita penjahit itu?" tanya Angga.


"Oohh Tania ada di bawah Tuan. Adik dan Anak nya datang." ucap Dara.

__ADS_1


"Kenapa tidak ada yang bilang pada saat kalau Eki datang?" tanya Angga. "Tuan sangat Sibuk." jawab Dara.


"Tuan mau kemana?" tanya Fani.


"Saya akan ke bawah." ucap Angga.


"Bagaimana dengan pembahasan soal pekerjaan kita Tuan?" tanya Fani.


"Besok saja." ucap Angga.


"Besok Tuan sudah harus turun ke lapangan selama satu bulan, tidak ada waktu lagi." ucap Fani.


Angga menghela nafas panjang. Mereka pun membahas itu di ruang tamu.


Sudah larut malam. Pekerjaan mereka baru selesai. Fani pamit untuk pulang sementara Angga juga mau istirahat.


Melewati kamar Tania.


"Mungkin Eki sudah pulang." batin Angga. Dia mau melewat kan saja namun tiba-tiba mendengar suara anak kecil dari dalam.


Angga membuka pintu. Tania yang tengah memasang baju kaget dan segera menutup Dada nya dengan tangan karena lagi mengunakan handuk.


"Ma-maaf, saya tidak tau. Kenapa kau tidak mengunci pintu." ucap Angga.


"Sudah jelas dia yang salah." batin Tania.


"Saya akan keluar." ucap Angga.


Angga keluar dan menutup pintu.


"Tuan ada perlu apa?" tanya Tania membuka pintu setelah selesai berpakaian.


"Saya mendengar suara Eki di dalam, saya ingin melihat nya." ucap Angga. Tania membuka pintu lebih lebar.


namun Mona tetap tersenyum.


"Saya mau meminta ijin kepada Tuan terlebih dahulu sebelum mengajak mereka menginap untuk satu malam, namun Tuan sangat sibuk." ucap Tania.


"Tidak masalah." ucap Angga. Tania senang.


Eki melihat Angga dia sangat senang. Angga mengendong nya.


"Eki.." Angga mencubit pipi Eki.


"Bibik memiliki urusan malam ini dan besok pagi itu sebab nya di antar ke sini." ucap Tania.


Angga menoleh ke arah Tania.


"Apa dia sudah makan?" tanya Angga. "Belum Tuan." jawab Tania.


"Berikan Adik mu dan Eki makan." ucap Angga. Tania menganguk dia pun keluar menyiapkan makanan untuk Adik dan anak nya.


Angga menoleh ke arah Mona yang hanya diam saja.


"Perkenalkan saya adalah Angga. Kamu bisa memanggil saya dengan sebutan Kakak." ucap Angga.


Mona menjabat tangan Angga dengan takut-takut.


"Maaf kan kalau kemarin kata-kata saya membuat kau tidak nyaman." ucap Angga Mona tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana dengan keadaan kaki mu?" tanya Angga.


"Sudah jauh lebih baik Kak." jawab Mona.


"Lain kali jangan pernah bergaul dengan pria yang tidak bertanggung jawab sama sekali, pria brandal tidak baik untuk di gauli." ucap Angga.


Mona hanya diam.


"Kalau boleh tau Siapa pria yang membuat seperti ini?" tanya Angga. "Kakak kelas ku." jawab Mona.


"Huff kakak kelas memang sungguh menarik di mata adik kelas." ucap Angga.


"Ekhem-Ekhem.." Tania datang membawa makanan untuk adik, anak dan juga Angga.


"Tuan juga makan lah, saya akan menyuapi Eki." ucap Tania.


Angga mengangguk.


Mereka makan bersama setelah Beberapa lama akhirnya selesai juga makan nya.


Angga mengajak Eki bermain di kamar nya sementara Tania menemani Mona di kamar nya.


"Eki berikan tangan mu." ucap Angga. Eki tertawa. Angga tidak berhenti membuat Eki tertawa sampai tempat tidur berantakan.


Namun saat sedang asyik bermain Handphone nya berdering lagi telpon dari Livy.


"Halo sayang, kenapa kamu tidak mengabari ku?" tanya Livy.


"Aku baru aja selesai bekerja sayang." ucap Angga.


"Papah.. Papah.." Eki mau mengambil handphone Angga.


"Itu anak siapa? Kenapa dia sama kamu di kamar kamu?" tanya Livy.


"Dia anak pelayan." ucap Angga.


"Anak pelayan? Bagaimana bisa dia ada sama kamu?" ucap Livy.


"Aku suka melihat nya." ucap Angga.


"Sejak kapan kamu suka anak kecil?" tanya Livy.


"Humm sejak kenal dia, aku sangat suka sama dia, lihat lah dia sangat imut." ucap Angga.


Livy terlihat tidak suka.


"Permisi Tuan. Saya ingin mengambil Eki, sudah waktunya untuk tidur." ucap Tania.


Livy bisa melihat Wajah Tania. Eki di bawa pergi.


"Loh itu tadi mamah nya?" tanya Livy.


"Iyah." jawab Angga.


"Kamu sengaja ngambil hati anak nya agar kamu bisa dekatin Mamah nya?" ucap Livy kesal.


"Kenapa kamu berfikir seperti itu? Saya benar-benar suka dengan anak itu." ucap Angga.


"Kamu Bohong, mana mungkin kamu gak suka sama Mamah nya." ucap Livy.

__ADS_1


"Kamu jangan terlalu cemburuan seperti itu." ucap Angga.


"Bagaimana aku tidak Cemburu, aku mendengar kamu memiliki pelayan baru dari Dara, dia sangat cantik dan juga janda." ucap Livy.


__ADS_2