
"Ini seriusan Tuan Angga? Dia sangat tampan sekali." ucap Nada merampas handphone Tania..
"Pujaan hati ku. Kamu akhirnya memakai baju dari butik ku. Di Jas mu berlogo Huruf depan nama ku." ucap Nada.
Tania melihat ekspresi Nada membuat nya sedikit geli. "Humm kamu terlalu lebay banget, begitu banyak pria kaya dan lebih tampan dari dia, namun kenapa kamu harus mengidolakan dia?" ucap Tania.
"Ssstt kamu diam saja, kamu tidak tau apa-apa, kamu hanya mencintai mantan suami kamu yang tidak bertanggung jawab itu!" lagi-lagi kata-kata itu keluar dari mulut Nada.
Tania pun diam. Nada mengambil foto itu dari ponsel Tania.
"Nih, lain kali kalau ada foto kirim ke aku yah, aku kasih komisi deh, tenang saja." ucap Nada. Tania hanya tersenyum tipis saja.
"Anak kamu sudah tidur tuh, bawa ke kamar gih. Kamu juga harus istirahat." ucap Nada. Tania menganguk dia pun meninggalkan Nada di ruang TV yang sedang tergila-gila melihat foto Angga.
Angga di Club sudah mulai pusing karena banyak nya minuman alkohol yang dia minum. Livy datang ke atas.
"Sayang kita berdansa yok." Ajak Livy. Angga menggeleng kan kepala nya, aku tidak bisa." ucap Angga. "Di sini saja. Tidak perlu ke bawah." ucap Livy.
Dia menarik tangan Angga agar berdiri dan mereka mulai berdansa.
Sudah sangat malam sekali. Livy membantu Angga yang sudah mabuk masuk ke penginapan mereka. "Huff akhirnya sampai juga, badan nya sungguh berat sekali." ucap Livy merenggangkan otot-otot nya.
Dia melihat Angga yang sudah tidak sadar kan diri. "Dia selalu minum Tapi selalu saja mabuk. Pria yang sangat payah." ucap Livy.
Dia membuka Jas Angga namun tiba-tiba tangan nya di tahan oleh Angga. "Apa yang kamu lakukan?" tanya Angga. "Aku mau membuka jas dan juga kemeja kamu. Kamu tidak akan nyaman jika tidur dengan pakaian seperti ini." ucap Livy.
"Aku akan tidur seperti ini, jangan menyentuh jas ku." ucap Angga. Livy Menghela nafas panjang. "Kelakuan kamu saat mabuk selalu saja Aneh." ucap Livy.
Dia duduk di pinggir kasur membuka tas, Sepatu dan juga gaun yang dia pakai. "Saya sudah bilang Beberapa kali pada kamu, jangan mencoba menggoda saya. Pergi ke kamar mandi." ucap Angga menendang Livy dengan kaki nya.
__ADS_1
"Auhh, sakit sayang!" ucap Livy. Dia menukar pakaian di kamar mandi dan setelah itu langsung tidur di samping Angga sambil memeluk nya.
"Terimakasih yah sayang Sudah mau datang ke acara ulang tahun ku." ucap Livy mencium pipi Angga dan tertidur.
Sementara di kamar Tania dia ketiduran sambil memegang pena dan buku di tangan nya, dia mencatat beberapa ukuran badan untuk pekerjaan nya Besok.
Keesokan harinya...
"Tania. Mona. Apa yang kalian lakukan jam segini?" tanya Nada kaget. Karena ini baru jam lima pagi.
"Kamu bersih-bersih, kami sudah numpang di sini, jadi tidak enak kalau hanya tidur saja. Kami hanya bisa melakukan ini." ucap Tania.
Nada melihat rumah nya sudah rapi dan bersih. "Ya ampun Kalian tidak perlu melakukan ini, aku sangat ikhlas Kalian tinggal di sini." ucap Nada merasa tidak enak hati.
"Kami melakukan ini juga iklas kok." ucap Tania. Nada terdiam. "Baiklah-baiklah, tapi jangan melakukan nya besok, nanti ada orang yang datang membersihkan ini semua, Mona juga harus belajar, kamu sudah lelah bekerja." ucap Nada.
Mereka pun makan sama-sama. "Oh iya Kalau kamu bekerja, bagaimana dengan Eki?" tanya Nada.
"Humm saya akan menitipkan nya di tentangga kamu, tidak ada yang bisa aku lakukan lagi selain melakukan itu." ucap Tania.
"Kamu gak boleh sembarangan menitipkan Eki, bagaimana kalau kamu mencari baby sitter saja?" tanya Nada. "Aku tidak mempunyai uang untuk membayar nya." ucap Tania.
"Aku akan membayar nya dan mencari nya, tapi untuk hari kamu bawa dia ke Butik saja. Dia juga tidak terlalu Rewel." ucap Nada.
"Kamu seriusan? Gak bercanda kan?" tanya Tania. "Iyah, ngapain aku bercanda." ucap Nada.
"Terimakasih yah Nada." ucap Tania.
"Dia sangat merasa senang sekali. Untuk pertama kalinya dia membawa Eki bekerja, dia tidak akan mengkhawatirkan Eki dengan orang lain lagi.
__ADS_1
Mona berangkat ke sekolah. Sementara Nada, Tania dan Eki pergi ke Butik. "Hari ini kerjaan kamu cukup banyak sekali yah Tania." ucap Nada. "Aku sangat senang." ucap Tania.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di Butik. Eki sangat senang sekali ikut dengan Mamah nya.
"Eki main di sini yah nak, Mamah mau kerja. Jangan rewel." ucap Tania pada Eki. Eki hanya diam sesekali berceloteh.
Nada yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Dia tidak bisa membantu melihat Eki karena dia ada kerjaan di luar.
Di penginapan Angga terbangun karena suara alarm ponsel nya. Dia mematikan nya dan membuka mata, dia sangat terkejut sekali karena Livy tidur di samping nya dia mendorong Livy.
"Auhh!! sayang kenapa kamu mendorong ku lagi?" tanya Livy. "Kenapa kamu bisa tidur di sini?" tanya Angga. "Aku harus tidur di mana lagi? di sini hanya satu Kasur." ucap Livy.
Angga terdiam dia mencoba berfikir dengan baik. "Maafin aku, aku belum sadar total."' ucap Angga membantu Livy.
"Kalau kamu minum Jangan terlalu banyak. Ini nih akibatnya." ucap Livy. Angga Menghela nafas panjang. "Aku minta maaf." ucap Angga.
"Aku tidak terbiasa dengan orang yang tidur di samping ku, maafin aku." ucap Angga. "Humm tidak apa-apa kok, aku justru senang karena kamu setia. Tidak seperti pria-pria lainnya." ucap Livy.
Angga tersenyum. "Aku akan memesan sarapan." ucap Livy beranjak ke kamar mandi dan keluar dari kamar itu. Angga melihat pakaian nya.
Dia membuka nya dan setelah itu menata nya dengan baik di dalam koper. Tidak beberapa lama sarapan pun datang.
"Oh iya sayang, siang ini aku harus pulang ke Indonesia, kamu gak apa-apa kan aku tinggal lagi?" tanya Angga.
"Kamu selalu saja tidak mau lama-lama di sini, aku masih sangat merindukan kamu." ucap Livy. "Maafin aku, tapi aku tidak bisa meninggal kan pekerjaan ku lama-lama." ucap Angga.
"Di mata seorang Angga di hidup nya hanya mementingkan pekerjaan. Aku tidak heran lagi, aku sudah lama dengan kamu." ucap Livy.
."Jangan ngambek gitu dong, lain kali kalau kamu butuh sesuatu minta saja, semua akan aku kasih." ucap Angga.
__ADS_1