Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 37


__ADS_3

Tania tertegun. Dia mengingat jelas cerita orang kalau setelah kecelakaan itu orang tua nya Masih hidup dua bulan namun karena ada gejala yang sangat serius yang membuat mereka meninggal dunia.


"Apa karena ini Tuan membuat hidup saya seperti ini? Apa karena ini Tuan sengaja melakukan semua ini menganggap saya rendahan?" ucap Tania. Angga tersenyum sinis.


"Ini tidak sebanding." ucap Angga. Tiba-tiba Dara masuk.


Melihat Angga menatap Tania dengan tatapan tajam membuat nya terdiam sejenak memikirkan apa yang sedang terjadi.


"Ada apa?" tanya Angga.


"Mobil Sudah siap Tuan. Kenapa Tuan Belum siap?" tanya Dara.


"Baiklah saya akan segera siap-siap." ucap Angga. Dia masuk ke kamar mandi.


Tidak beberapa lama di dalam mobil Angga masuk dan menutup pintu sementara Tania belum masuk sama sekali.


Tania masuk dari sebelah nya lagi di bagian depan. Di dalam mobil tidak ada percakapan apapun.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Tania hanya diam mengikuti Angga masuk ke dalam. Dokter memeriksa Angga.


Luka Angga sekarang sangat parah. Dokter meminta agar Angga tidak terlalu banyak beraktifitas dan luka nya harus di rawat namun Angga tidak mau di rumah sakit.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Tania mengikuti dokter untuk mengambil obat nya.


"Mbak tolong Tuan Angga jangan terlalu banyak bergerak, jangan sampai luka nya terbentur." ucap dokter.


"Baik dokter." Tania keluar dari sana.


"Aaaarhh!! Aku yang membuat nya semakin parah aku juga yang harus merawat nya." ucap Tania kesal.


Dia berjalan ke ruangan Angga tadi. Dari kejauhan dia melihat Angga duduk termenung. "Saya sudah mengambil obat nya Tuan, kita bisa langsung pulang." ucap Tania.


Angga berusaha berdiri namun tiba-tiba dia merasa kesakitan. Tania dengan cepat mengambil kursi roda. Dia mendorong badan angga yang sangat berat keluar dari rumah sakit.


"Apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku jadi merasa bersalah seperti ini? Aku tidak tau kejelasan nya seperti apa, namun tetap saja Tuan Angga sedih dan marah ketika melihat ku." batin Tania.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di dalam mobil.


Tania membantu membopong Angga ke dalam mobil.


"Kau pulang sendiri! Saya tidak ingin satu mobil dengan Anak orang yang sudah membunuh tunangan saya!" ucap Angga.


Dia menutup pintu dan meninggalkan Tania.

__ADS_1


Tania terdiam. Air nya ingin sekali keluar, dia ingin berteriak dan memberontak membela diri.


Namun semua nya percuma. Sekarang dia harus menjalani semua nya. Dia mengembalikan kursi roda dan melihat Obat Angga ternyata masih ada di tangan nya.


"Aku pulang dengan apa? Aku sama sekali tidak membawa uang." batin Tania.


Dia berjalan menyusuri jalanan. Cukup jauh dia berusaha untuk menumpang namun tidak ada yang mau.


"Tin.. Tin.." bunyi klakson mobil.


"Tania kenapa kamu jalan kaki?" tanya Doni.


Tania melihat itu adalah mantan rekan kerjanya dulu.


"Ayo naik, aku akan nganterin kamu." ucap Doni.


"Kamu yakin?" ucap Tania. Doni menganguk. Tania akhir masuk.


"Sudah berapa jauh kamu berjalan? Lihat kamu sampai berkeringat dan juga kaki kamu pasti sangat pegal." ucap Doni. Tania hanya diam.


"Di sini saja Don. Terimakasih banyak yah." ucap Tania.


"Yakin sampai sini?" ucap Doni. "Aku tidak ingin kamu kejauhan berangkat kerja. Teri banyak yah." ucap Tania.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Dia duduk di teras rumah itu meluruskan kaki nya.


"Ya Allah kaki ku sangat sakit sekali." ucap nya.


"Tania.. Kenapa kamu duduk di lantai?" tanya fani yang baru saja datang. Tania langsung berdiri dan tersenyum menyambut Fani.


"Kamu dari mana? Bukan nya kamu mengantarkan tuan Angga ke rumah sakit? Tuan Angga kemana?" tanya Fani.


"Sudah di dalam Mbak, saya hanya m


berolahraga sebentar." ucap Tania.


"Oohh. Ya udah saya masuk yah." ucap Fani.


Namun setelah Fani masuk mencari Angga dia heran melihat Angga yang duduk di balkon kamar nya hanya diam.


"Seperti nya Tania melakukan kesalahan lagi." ucap Dara yang sudah ada di kamar itu.


Mereka memilih untuk keluar.

__ADS_1


Tidak beberapa lama Pelayan datang menghampiri Tania yang sudah menukar pakaian nya.


"Tuan Angga meminta kopi, kamu harus membuatnya." ucap pelayan. Tania menganguk. Dia berdiri di depan pintu kamar Angga.


"Bismillahirrahmanirrahim." dia masuk. Walaupun sebenarnya dia sangat takut kalau Angga tiba-tiba marah.


"Tuan ini kopi yang Tuan minta." ucap Tania. sambil meletakkan kopi di atas meja.


Angga tidak menoleh sedikit pun kepada Tania. Tania pun keluar. Namun Angga melihat Tania berjalan sangat lambat dan juga terseok-seok.


Angga melihat kopi itu. "Kenapa kopi ini aneh? Tidak seperti biasanya." ucap nya.


Dia mencicipi nya. Namun rasa nya Jauh lebih enak dari biasanya.


Tania duduk di ruangan untuk mencuci pakaian. "Ibu, ayah.. Apa lagi sih yang terjadi? Kenapa penderitaan ku tak kunjung selesai?" ucap Tania.


Dia menangis mengeluarkan air mata nya. "Aku capek Bu. Aku sangat lelah." ucap Tania.


Di luar Dara mencari Tania untuk membersihkan ruangan kerja Angga namun mendengar suara Isak Tangis yang di dalam membuat nya terdiam.


"Apa yang kamu lakukan Dara? kenapa belum juga membersihkan ruangan kerja saya?" tanya Angga.


"Hmmm saya akan meminta yang lain untuk membersihkan nya tuan." ucap Dara. "Wanita penjahit itu kemana? Itu sudah tugas dia!" ucap Angga.


"Dia ada.." Tiba-tiba Angga langsung membuka pintu itu dan dia melihat Tania yang tengah duduk di lantai sambil meringkuk.


"Apa yang kau lakukan di sini? tugas mu belum selesai!" ucap Angga. Tania Terkejut dia langsung berdiri menghapus air mata nya dan langsung berdiri menunduk kan kepala nya.


"Saya minta maaf Tuan." ucap Tania.


"Bersih kan Ruangan kerja saya!" ucap Angga dan langsung pergi dari sana. Dara bingung harus berbicara dengan Tania atau mengikuti Angga.


Namun dia memilih untuk mengikuti Angga. Tania sudah menyelesaikan cucian nya dan langsung keluar.


"Huff kaki ku sangat sakit ketika berjalan." ucap Tania. Melihat ruangan kerja Angga yang sangat luas membuat nya sudah lelah duluan. Namun dia sangat senang ketika melihat banyak lukisan di sana.


"Aku tidak boleh berlama-lama, aku harus segera menyelesaikan ini agar aku bisa istirahat." ucap Tania.


Tidak berselang beberapa lama akhirnya bersih dan rapi.


"Apa kamu pelayan baru di sini?" tiba-tiba ada pria yang datang.


Tania yang sedang asyik membersihkan Debu di lukisan kaget karena sudah ada orang yang datang.

__ADS_1


"I-iyah pak." ucap Tania.


__ADS_2