Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 178


__ADS_3

"Mamah tidak akan membiarkan kamu berpisah dengan mbak, kamu jangan takut yah nak." ucap Tania. Eki sadar Tania menangis..Lama Eki memandangi wajah Tania.


Di luar Angga berdiskusi dengan Aris.


Cukup lama mereka berdiskusi.. Tiba-tiba mantan mertua Tania datang.


"Kenapa kalian semua di sini? apa kalian mau menghalangi kami untuk mengambil Eki?" ucap Mantan Mertua Tania yang laki-laki.


Angga mendekati Pria itu.


"Saya tau kalau bapak dengan ibu bermain curang, saya pasti kan kalau Bapak dengan ibu membawa Eki dari sini, kalian akan terkena imbasnya." ucap Angga.


Mantan mertua Tania terlihat takut.. Namun mereka mencoba melawan Angga. Angga tidak akan diam begitu saja dia melawan mantan mertua Tania dengan keadaan Santai.


Membahas hak asuh yang sebenernya dan juga nya. Bahkan membela Tania. Namun mereka tetap ingin mengambil Eki.


"Kamu tidak memiliki urusan dengan kami, begitu juga dengan kami kepada kamu, sebaiknya jangan ikut campur." ucap mantan mertua Tania.


Angga tertawa. "Saya adalah calon Papah nya Eki, saya akan menikah dengan Tania, tentu saya harus ikut campur karena kalian mengusik ketenangan Tania dan anaknya." ucap Angga.


"Dulu kalian sudah membuang dan. tidak perduli kepada nya, namun sekarang kalian datang ingin mengambil Eki, tentu tidak bisa, kalian tidak memiliki hak." ucap Angga.


"Eki darah daging anak kami Malvin. Kami mengambil Eki demi kebaikan Eki."


"Justru dia akan jauh lebih baik tinggal bersama orang tua kandung nya, yang mengandung dan juga membesar kan dia. Bukan kakek nenek nya yang tidak menganggap dia." ucap Angga.


"Kami menganggap Eki sebagai Cucu kami, itu sebabnya kamu datang hendak mengambil Eki."


Angga Menghela nafas panjang.."Bukan seperti ini t


cara nya." ucap Angga.


"Begini saja pak Bu. Kalau kalian ingin kalian ingin Eki. Bawa mantan Suami Tania ke sini. Pertemukan mereka. Dan bicarakan ini baik-baik." ucap Angga.


"Kamu tidak berhak untuk mengatur kehidupan saya..kamu hanya orang lain, saya tau kamu menjadi kan Tania sebagai wanita simpanan kamu kan?" ucap Mantan Mertua Tania.


"Jaga bicara Ibu! Saya menghargai ibu dengan bapak karena kalian adalah orang tua." ucap Angga.


"Minggir!!! Kami akan mengambil Eki.. Jangan ikut campur!" ucap mantan mertua Tania mendorong Angga.


Angga menahan mereka. "Jangan membuat saya kurang ajar dan tidak sopan kepada bapak dengan ibu." ucap Angga.

__ADS_1


"Kalau kamu menginginkan Tania menjadi istri kamu, ambil saja dia, kami akan tetap menginginkan Eki karena kamu adalah Kakek dan nenek nya."


Tania dan Eki di dalam hanya bisa duduk terdiam dan takut sambil memeluk Eki.


Angga tidak bisa menahan mereka. Mereka menerobos masuk.


"Bawa ke sini Eki.." ucap mantan Mamah mertua nya mengambil Eki dari gendongan Tania.


"Bu aku mohon jangan Bu, aku mohon..." ucap Tania menangis. Eki juga ikut menangis karena sangat takut.


Mona mencoba menahan namun langsung di tahan oleh pengawal mereka, begitu juga dengan Bibik Sisi.


"Eki sudah jatuh ke tangan kami, Kalian tidak memiliki hak lagi." ucap mantan mertua Tania.


"Kenapa Bu? Kenapa harus mengambil Eki, kalau ibu ingin melihat Eki tidak apa-apa, jangan mengambil nya dari aku dan memisahkan kami." ucap Tania.


"Kamu akan memberikan contoh yang tidak baik kepada Eki.Saya tidak akan pernah percaya kepada kamu." ucap mantan mertua nya.


Karena orang tua tidak ada yang bisa melawan atau pun melarang nya. Angga hanya bisa memeluk Tania yang menangis.


Eki sudah berontak namun Kakek dan neneknya memaksa agar mereka tetap membawa Eki.


"Mamah! Papah!" Tiba-tiba ada pria yang datang.


Tania melihat nya sangat terkejut.


"Malvin..." ucap Tania.


"Malvin... Akhirnya kamu pulang nak.." ucap papah dan mamah nya.


Angga terdiam melihat mantan suami Tania ternyata adalah salah satu rekan kerjanya yang ada di luar negeri.


"Akhirnya kamu pulang nak..." ucap papah nya kepada Malvin.


"Apa yang Mamah sama papah lakukan? kenapa Papah sama Mamah mengambil Eki dari Tania?" tanya Malvin.


"Kamu sangat jahat! Kamu sangat jahat sekali!" ucap Tania berteriak kepada Malvin.


Malvin mendekati Tania.. Namun tiba-tiba Tania menampar pipi Malvin.


"Aku sangat membenci mu! aku tidak ingin melihat kamu lagi!" ucap Tania.

__ADS_1


"Aku minta maaf, aku minta maaf..." ucap Malvin menangis dan berlutut di depan Tania.


Angga yang tadi nya memeluk Tania langsung melepaskan ketika melihat Malvin, dia mundur.


Eki turun dari gendongan Nenek nya langsung berlari kepada Tania.


Malvin melihat Eki. "Eki...." ucap Malvin.


Namun Eki langsung menangis ketika di sentuh oleh Malvin.


"Malvin.. Mamah sama. papah sangat merindukan kamu nak." ucap Orang tua nya kepada Malvin.


Malvin menatap wajah kedua orang tua nya yang menangis melihat Malvin setelah beberapa tahun tidak pulang ke kota itu.


"Apa mamah sama papah sengaja melakukan ini agar aku pulang?" tanya Malvin.


"Kalau bukan seperti ini, mana mungkin kamu pulang nak, kami sudah sangat merindukan kamu, bahkan kami tidak tau kabar kamu di Mana, setelah melihat kamu di sini sekarang Mamah Sama Papah sangat lega sekali." ucap Orang tua nya.


"Bukan seperti ini cara nya Pah. Mah." ucap Malvin.


"Eki adalah Cucu mamah sama papah. Mamah sama papah juga ingin mengurus dia, ingin Eki tinggal bersama kami." ucap Orang tua Malvin.


Malvin menggeleng kan kepala nya.


"Jangan mengambil Eki dari Tania Mah." ucap Malvin.


Mamah nya melihat Tania yang memeluk Eki begitu erat.


"Tapi kalau Tania menikah lagi, Eki bagaimana?" ucap Mamah nya.


"Tania sudah mengurus Eki sendirian dari dia mulai ada di perut Tania, tidak mungkin dia menyia-nyiakan Eki Mah, aku lah suami yang tidak bertanggung jawab, aku adalah suami dan papah yang gagal." ucap Malvin.


Orang tua nya menggeleng kan kepala nya.


"Tidak nak, kamu tidak gagal. Ini semua salah Mamah dan papah yang memaksa kamu untuk menikah." ucap Mamah nya.


"Sudah mah,. tidak perlu membahas masa lalu, sebaik nya Mamah dan papah pulang saja, tinggalkan Eki di sini, kalau kalian merindu kan nya kalian bisa datang ke sini untuk melihat." ucap Malvin.


Malvin berusaha untuk menenangkan Orang tua nya dan berjanji akan pulang ke rumah agar mereka pulang terlebih dahulu. Kalau mereka sudah pulang suasana pasti akan semakin tenang.


Akhirnya mereka pulang, Tania dan Mona serta Bibik sisi Lega.

__ADS_1


Angga dan semua anggota nya juga pulang. Angga berpapasan dengan Malvin.


Tidak mengatakan apapun hanya saling menatap, Angga berlalu dan pergi begitu saja.


__ADS_2