Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 188


__ADS_3

"Kamu dengan Angga memiliki masalah?" tanya papah Angga.. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Kamu tidak perlu berbohong. Saya tau kalau mantan suami kamu kembali." ucap papah nya Angga.


Tania terdiam. "Selesai kan masalah kalian berdua baik-baik. Jangan sampai seperti ini, kamu akan membahayakan diri sendiri." ucap Papah Angga.


Tania hanya bisa diam, dia sudah sangat malu kepada orang tua Angga.


Tidak beberapa lama sampai di rumah Bibik sisi...


Papah nya Angga memayungi Tania keluar dari mobil dan mengantar nya ke teras rumah.


"Tania akhirnya kamu pulang juga, dari tadi aku sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Malvin.


Dia melihat papah nya Angga.


"Om.." ucap Malvin.


"Kenapa kamu di sini?" tanya papah nya Angga.


"Aku..."


"Terimakasih banyak yah pak sudah mau mengantar kan saya ke sini, sekali lagi saya minta maaf sudah merepotkan Bapak." ucap Tania.


"Sama-sama.. Lain kali jangan keluar sendiri tengah malam, sangat berbahaya apa lagi hujan seperti ini." ucap papah nya Angga.


Tania menganguk, papah nya Angga pamit pulang.


"Tania kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Malvin. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Aku mau istirahat, kamu sebaiknya pulang saja, Bibik Sisi juga sudah ada di sini. Terimakasih sudah mengantarkan mereka pulang." ucap Tania.


"Kamu yakin? Aku masih bisa kok di sini untuk beberapa hari." ucap Malvin.. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Sebaiknya kamu pulang." ucap Tania.


"Baiklah kalau begitu." ucap Malvin.


Akhirnya dia pergi meninggalkan Tania.


Tania melihat Malvin pergi dan masuk ke dalam rumah.


"Apa yang terjadi kepada kamu Tania?" tanya Bibik Sisi.


"Maafin aku bik, aku mau istirahat dulu." ucap Tania.


Bibik sisi menghela nafas panjang. Dia menoleh ke arah Mona.


"Aku tidak mengerti bik." ucap Mona. "Ya sudah kamu istirahat gih." ucap Bibik Sisi..Mona menganguk.


keesokan harinya..


"Selamat pagi semua nya..." Sapa Tania sampai di Butik.


"Tania... kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Nada penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Emang nya aku kenapa? Aku tidak kenapa-napa. " ucap Tania. "Syukur deh kalau begitu, soal nya Malvin sempat datang ke rumah Bertanya apa yang terjadi kepada kamu." ucap Nada.


"Sudah abaikan saja dia." ucap Tania.


"Nih aku beliin sarapan untuk kamu." ucap Nada. Tania mengambil nya. "Terimakasih banyak yah." ucap Tania.


"Oh iya aku mau bertanya tentang semalam." ucap Nada.


"Tentang apa?" tanya Tania.


"Tentang Angga bersama perempuan." ucap Nada.


"Sudah lah tidak ingin membahas nya lagi. Aku kali ini sudah pasrah Nada." ucap Tania.


"Kenapa kamu mengatakan seperti itu? Justru kamu harus bisa memperjuangkan hubungan kamu dengan Angga..Ini hanya lah ujian bagi kalian berdua." ucap Nada.


"Angga sendiri yang pasrah dan membiarkan aku kembali kepada Malvin, dia sama sekali tidak ada niat untuk memperjuangkan hubungan kami." ucap Tania.


Nada menghela nafas panjang.


"Jangan sampai kamu salah memilih untuk kedua kalinya lagi Tania. Sudah cukup selama ini kamu menderita." ucap Nada.


Tania terdiam. "Aku hanya mau mengatakan kalau sebenernya Angga tidak benar-benar bermain perempuan. Dia hanya merasa dia tidak pantas untuk kamu. Dia mau membuat kamu membenci dia dengan cara seperti itu." ucap Nada.


Tania terdiam sejenak.


"Kamu harus percaya kepada ku Tania." ucap Nada.


Tania menggeleng kan kepala nya.


"Sebaiknya kamu memikirkannya lagi Tania." ucap Nada. Tania menganguk dia masuk ke ruangan kerja nya.


Dua hari kemudian....


Hari libur jadi Tania dan semua nya ada di rumah.


"Sudah dua hari ini kak Angga tidak bertanya tentang Eki." ucap Mona yang duduk di samping Bibik sisi sambil melihat handphone nya.


"Apa dia sering bertanya tentang Eki kepada kamu?" tanya Tania yang tidak sengaja mendengar itu. Mona langsung panik.


"Hanya bertanya tentang kabar saja mbak, namun beberapa hari ini tidak lagi." ucap Mona.


"Blokir saja nomor nya." ucap Tania.


"Kenapa mbak? Aku tidak mau." ucap Mona.


"Mbak sudah tidak ada hubungan apa pun lagi dengan Angga." ucap Tania.


"Kenapa sih mbak? kak Angga begitu baik kepada kita." ucap Mona. "Bukan tentang itu dek." ucap Tania.


"Apapun masalah mbak dengan kak Angga aku dengan Eki tidak ikut campur." ucap Mona.


"Baiklah-baiklah mbak minta maaf, tidak seharusnya mbak berbicara seperti itu." ucap Tania..Mona diam.


"Assalamualaikum." tiba-tiba Malvin datang.

__ADS_1


"Walaikumsalam." jawab mereka.


"Lagi ada acara apa nih kumpul-kumpul?" tanya Malvin basa-basi.


"Enggak ada.. nih karena hari Minggu jadi semua nya di rumah." ucap Bibik Sisi.


"Aku datang ke sini mau ngajakin Tania dan Eki jalan-jalan boleh yah bik." ucap Malvin.


"Aku hari ini mau istirahat." ucap Tania.


"Pergi saja sebentar Tania membawa Eki jalan-jalan." ucap Bibik Sisi.


"Aku mau. istirahat Bik." ucap Tania.


"Tidak apa-apa nak." ucap Bibik sisi mencoba membujuk Tania.


Tania tidak bisa menolak akhirnya dia mau.


"Kamu mau ikut gak Mona?" tanya Tania.


"Humm aku mau belajar hari ini bersama teman-teman ku mbak." ucap Mona. Tania sudah tau kalau Mona hanya membuat alasan saja.


Di dalam mobil Eki sangat senang sementara Tania tidak Sama sekali, dia sangat bosan, dia kesal dan tidak ingin berbicara sama sekali.


"Kita ke mall saja yah membawa Eki main-main." ucap Malvin. "Terserah saja." ucap Tania.


Sesampainya di mall ternyata orang tua Malvin di sana.


Mereka yang membawa Eki jalan-jalan. sementara Tania dan Malvin makan berdua di Cafe tidak jauh dari tempat bermain anak.


"Kamu kenapa diam saja? Kamu gak suka main di sini yah?" tanya Malvin.


Tania menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok, aku hanya kecapean saja." ucap Tania.


"Aku ada sesuatu untuk kamu." ucap Malvin.


"Apa?" tanya Tania.. Malvin memanggil seseorang dan membawa buket bunga kepada Tania.


"Untuk kamu, bunga penyemangat." ucap Malvin.


Tania tersenyum tipis mengambil nya.


"Terimakasih banyak yah, lain kali jangan memberikan hal seperti ini." ucap Tania.


"Aku senang kok." ucap Malvin.


"Tania...." Tiba-tiba Dara dan Nada datang.


Malvin melihat Tania yang langsung menyembunyikan bunga di bawah meja ketika mereka mendekat.


"Loh Kalian di sini juga? Kenapa tidak mengabari aku?" ucap Tania.


."Bagaimana cara Mengabari kamu, kamu saja sibuk sendiri." ucap Dara.


"Enggak kok." ucap Tania. Dara dan Nada melihat ke arah Malvin sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kami lagi makan, ayo ikut Makan." ucap Tania.. Tadi nya Tania selalu diam sekarang sudah kelihatan biasa saja dan happy ketika bersama Dara dan Nada.


__ADS_2