Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 113


__ADS_3

Di Malam hari nya...


"Sayang kamu duluan keluar. Jangan sampai Livy melihat." ucap Angga. Tania menganguk. Akhirnya mereka keluar seperti pencuri.


Akhirnya sampai di dalam mobil. "Aku dan kamu seperti pencuri." ucap Tania. Angga tertawa.


"Kamu mau ngapain?" tanya Tania kaget karena Angga mendekat.


"Hanya memasang sabuk pengaman kamu." ucap Angga. Tania sudah panik tadi nya.


Angga menatap mata Tania. "Sebaiknya kita segera pergi sebelum orang lain melihat kita." ucap Tania. Angga menganguk.


Angga keluar dari pekarangan rumah nya itu. "Tuan Angga mau kemana? Dia bersama siapa itu?" ucap Security.


"Eh tunggu dulu deh, kita mau kemana?" tanya Tania pada Angga. "Menginap di hotel seperti nya jauh lebih nyaman." ucap Angga.


"Menginap di hotel? Aku tidak mau!" ucap Tania. Angga Menghela nafas panjang.


"Saya tidak akan melakukan apapun sama kamu." ucap Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau." ucap Tania.


"Baiklah-baiklah kita akan beda Kamar." ucap Angga. Tania memikirkan nya sejenak.


"Dalam agama Islam itu tidak di ijinkan kita berdua dalam satu atap karena bukan mahram." ucap Tania. "Loh bukannya biasa nya kita sering tidur bersama?" ucap Angga.


Tania Menghela nafas panjang. "Itu khilaf, lagian karena kamu yang maksa." ucap Tania. Angga tersenyum.


"Kalau begitu menikah lah dengan ku." ucap Angga. Tania memukul Angga.


"kenapa kamu memukul ku?" ucap Angga. "Seperti nya kamu sedang bermimpi." ucap Tania. "Saya serius!" ucap Angga.


"Huff jangan berfikir kesana dulu deh, kita baru jadian beberapa hari. Bahkan yang tau hubungan kita banyak yang kurang setuju." ucap Tania.


"Suka atau tidak itu adalah hak mereka, kita hanya fokus pada kehidupan kita, tidak perlu memikirkan apa kata orang." ucap Angga.


Tania menggeleng kan kepala nya. "Aku tau betul bagaimana hidup seperti kamu sekarang ini. Bukan hanya kamu dan aku yang di bully atau di pembicaraan melainkan orang-orang terdekat kita." ucap Tania.


Angga menghela nafas panjang. "Saya ingin bebas dengan kamu, saya ingin bisa menyentuh kamu sesuka saya tampa dosa, saya ingin memenuhi tanggung jawab menikahi kamu. Saya ingin kamu menjadi istri saya." ucap Angga.

__ADS_1


Mendengar itu Tania begitu terharu. Namun dia berusaha untuk menyembunyikan salting nya.


"Aku mau menikah dengan kamu kalau semua nya sudah benar-benar jelas." ucap Tania.


Angga paham dengan maksud Tania. "kalau seperti ini saya tidak bisa menyentuh kamu, karena yang saya tau setiap momen kita adalah dosa." ucap Angga.


"Semua manusia tidak pernah luput dari dosa." ucap Tania.


Angga Menghela nafas panjang dia menggenggam tangan Tania. Angga mencium tangan Tania.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah restoran tidak jauh dari hotel yang akan mereka tempati.


"Tania..." Nada ternyata ada di sana. Tania dan Angga ikut bergabung dengan Nada.


Nada yang melihat Angga jadi malu-malu. "Saya ke toilet Dulu." ucap Angga.


"Ya ampun tuan Angga kok semakin ganteng sih?" ucap Nada.


"Hummm aku mau mengatakan sesuatu boleh gak?" tanya Tania. Nada melihat wajah Tania yang sangat serius membuat nya juga ikut serius.


"Ada apa? kenapa kelihatan nya sangat serius sekali." ucap Nada.


"Aku tau kamu sangat menyukai Tuan Angga, aku tau sangat mencintai nya dan mengangumi nya sejak lama." ucap Tania.


"Ada apa sih?" tanya Nada.


"Aku dengan Angga pacaran." ucap Tania sambil menunduk kan kepala nya karena takut Nada akan marah.


Nada sangat terkejut, dia bingung harus mengatakan apa.


"Aku tau kamu kecewa sama aku, namun tiba-tiba saja aku memiliki perasaan kepada Tuan Angga, bukan bermaksud untuk mengkhianati kamu." ucap Tania.


"Hummm mana ada wanita yang tidak tertarik pada Tuan Angga." ucap Nada. "Maafin aku, aku minta maaf." ucap Tania.


"Ngapain kamu minta maaf? Kamu tidak melakukan kesalahan." ucap Nada. "Aku sudah menghianati kamu." ucap Tania.. Nada menggeleng kan kepala nya.


"Memang aku mencintai Tuan Angga tapi yang dia pilih adalah kamu. Aku bisa bersaing dengan wanita yang mengangumi tuan Angga Tapi tidak dengan wanita yang dia suka. Aku sudah melihat dari luar tadi dia memperlakukan kamu bagaikan putri. Membuka pintu mobil. Mengandeng dan memesan kan makanan." ucap Nada.


"Kamu tidak Marah?" tanya Tania, Nada menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Aku akui sih kamu lebih menarik dari pada aku." ucap Nada. "Terimakasih." ucap Tania. Nada tersenyum.


"Sudah berapa lama kamu berpacaran dengan Tuan Angga? Lalu bagaimana dengan kekasih nya? aku dengar-dengar isu nya mereka sudah berpisah namun Livy Terus mengejar tuan Angga." ucap Nada.


"Seperti nya kamu sudah tau tentang itu. Tapi kalau aku berpacaran dengan tuan Angga belum lama." ucap Tania.


"Bagaimana sih rasanya nya berpacaran dengan orang yang seperti Tuan Angga?" tanya Nada.


Tania malu-malu. "Pasti enak kan?" ucap Nada. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Ada enak ada enggak nya. Untuk saat ini aku harus menyembunyikan hubungan kamu." ucap Tania.


"Sudah kamu tenang saja, pasti nanti ada saat nya kamu dan Tuan Angga bisa mempublis hubungan. Intinya aku ikut bahagia." ucap Nada. Tidak beberapa lama Angga kembali ke Meja.


makanan datang mereka Makan bersama. Nada jadi Anti nyamuk di Sana, melihat keromantisan dan kepedulian Angga terhadap Tania membuat nya Cemburu.


Setelah selesai makan mereka berpisah.


"Seperti nya Teman kamu banyak pikiran." ucap Angga. "Bukan banyak fikiran tapi dia cemburu melihat kamu sama aku, dia adalah penggemar kamu." ucap Tania.


"Penggemar?" ucap Angga.


"Sangat banyak wanita di luar sana yang menyukai kamu, tapi kenapa kamu memilih Aku?" ucap Tania.


"Karena aku sudah menyukai kamu cukup lama." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.


"Aku tidak pernah bertemu dengan kamu sebelum nya, mana mungkin kamu mencintai ku sangat lama sementara kita baru saja bertemu beberapa bulan yang lalu." ucap Tania.


Akhirnya sampai di hotel. Mereka memesan Dua kamar yang berhadapan.


"Kamu istirahat saja." ucap Tania pada Angga setelah sudah di depan kamar.


"Saya mau mengantar kan kamu ke dalam." ucap Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Tidak bisa!" ucap Tania. Angga memaksa dia langsung masuk duluan. Angga berbaring ke tempat tidur.


"Kamar kamu di sana, bukan di sini." ucap Tania menarik tangan Angga, namun Angga menarik nya langsung ke tempat tidur.


"Saya mengajak kamu keluar agar bisa menikmati malam hanya ada kita berdua tampa mengkhawatirkan Siapa pun." ucap Angga. Tania yang jatuh di dada Angga menatap wajah Angga.

__ADS_1


__ADS_2