Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 169


__ADS_3

"Kamu tidak perlu sok sopan seperti ini kepada kami." ucap mantan Mertua nya itu. Tania terdiam.


"Kamu mengabaikan pesan-pesan dari Ayah dan ibu. Kamu sama sekali tidak sopan!" ucap mantan mertua laki-laki nya.


"Aku bukan berniat mengabaikan nya Ayah, hanya saja aku tidak ingin kalian mengambil Eki. Dia adalah anak ku, kenapa kalian mau mengambil nya?" ucap Tania.


"Karena dia Cucu kami juga, kamu tau kalau hanya itu Cucu laki-laki Kami, sekarang kamu ke sini mau mengambil nya." ucap Mertua nya.


"Tidak Bu, aku tidak akan mengijinkan itu." ucap Tania.


"Kalau kamu tidak mau, kami akan mengambil nya secara paksa." ucap Mertua laki-laki nya.


"Aku mohon jangan Ibu, Ayah.." ucap Tania.


Namun orang tua mantan suami nya tetap kekeh mau mengambil Eki dari Tania.


"Kami jangan sampai mengambil secara paksa. Ibu dan Ayah menunggu di rumah kalian Dulu. Kalau besok kamu belum juga mengantarkan Eki terpaksa ibu sama ayah mengambil secara paksa." ucap mantan mertua nya dan pergi.


"Mbak Tania ada apa? Kenapa kamu mendengar suara ribut-ribut?" tanya karyawan yang lain masuk ke ruangan itu.


Mereka mendapati Tania sudah menangis.


"Mbak kenapa?" tanya Mereka yang sangat khawatir.


"Tidak apa-apa.. Kalian lanjut bekerja saja." ucap Tania.


"Yakin mbak baik-baik saja?" tanya teman nya.


"Iyah tidak apa-apa kok." ucap Tania. Mereka semua pun kembali bekerja. Tania juga masuk ke ruangan nya.


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Tania. Dia bekerja sama sekali tidak fokus Beberapa kali tangan nya terkena jarum.


Di tempat lain..


"Selamat pagi semua nya..." Sapa Aris yang baru saja turun.


"Cieeee pengantin baru..." ledek saudara nya yang muda, Aris tersenyum.


"Koh, Nada mana? Kok gak turun barengan?" tanya Mamah mertua nya.


"Nada belum bangun Mah, mungkin dia masih kecapean." ucap Aris. "Kecapean?? Om Aris seharusnya tidak boleh membuat Tante Nada capek-capek Dulu." ucap keponakan nya yang laki-laki.


"Kamu jangan berpikir yang tidak-tidak yah, yang om maksud dia kecapean karena mengurus acara selama dua Minggu ini, dan acara ful seharian kemarin." ucap Aris.


"Oohhh begitu..." ucap Keponakan nya karena lagi sama-sama berkumpul di rumah nya Nada.

__ADS_1


"Kamu bangunin gih istri kamu biar sarapan sama-sama sebelum keluarga pada pulang." ucap mamah Mertua nya.


Aris menginyakan dia beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke atas ke kamar mereka berdua.


"Nada...." Panggil Aris dengan lembut kepada Nada.


Namun Nada sama sekali tidak merespon nya.


"Kamu tidak Mau bangun? Semua keluarga sudah menunggu kamu di bawah." ucap Aris.


Tidak juga di gubris oleh Nada.


Aris mau memegang Nada takut karena mengingat kejadian tadi malam.


Tadi malam Aris sudah menunggu Nada di tempat tidur. Nada baru saja selesai mandi dia melihat Aris yang duduk bersandar di atas kasur.


Aris menepuk kasur di sebelah nya. Namun Nada tidak menghiraukan nya dia memasang skincare malam nya.


"Ya Allah kenapa rasanya sangat canggung sekali? Aku ingin berteriak rasa nya." batin Nada. Dia main handphone di sofa berharap Aris segera tidur namun ternyata Aris malah asyik menonton TV.


"Kenapa Nada tidak ke kasur sih?" tanya Aris dalam hati namun tidak berani meminta Nada ke kasur.


"Ah sudahlah bodoh amat, aku sudah jadi istri nya, sudah seharusnya aku mengijinkan dia mengambil hak nya." ucap Nada. Dia naik ke kasur Tampa menatap wajah Aris.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Nada langsung kepada Aris.


"Aku tidak melakukan apapun." ucap Aris.


"Jangan tidur terlalu dekat dengan ku, aku tidak suka." ucap Nada.


Terpaksa Aris menjauh lebih ke pinggir kasur. Nada memejamkan mata nya. Aris mencoba mendekati Nada lagi namun Nada langsung marah-marah.


Itu sebabnya Aris memilih untuk tidur saja.


"Nada apa kamu tidak mau bangun?" tanya Aris memegang lengan Nada. Nada langsung bangun membuka mata nya dengan lebar.


"Iyah aku bangun." ucap Nya langsung.


Aris kaget melihat Ekspresi Nada.


"Baiklah-baiklah. aku bangun." ucap Nada namun dia malah ketiduran lagi.


"Nada ayo bangun...." Aris menarik tangan Nada.. Akhirnya Nada bangun dan langsung masuk ke kamar mandi.


Aris Menghela nafas panjang. Tidak beberapa lama akhirnya mereka turun bersama ke bawah.

__ADS_1


"Sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri, Mamah dan papah berharap kalian selalu akur, jangan berantem, kalau ada masalah bicarakan baik-baik jangan lari dari masalah." ucap Orang tua Aris.


"Iyah.. Kalian harus selalu kompak, sedih mau pun Senang harus saling mendukung satu sama lain yah." ucap Orang tua Nada.


Nada dan Aris hanya bisa mengangguk, menginyakan sambil tersenyum nasehat kedua orang tua nya mereka.


Setelah mendengar kan nasehat orang tua nya mereka pun lanjut untuk makan pagi.


Tidak terasa sudah sore. Tania menghela nafas panjang karena dari tadi pekerjaan nya tidak ada yang benar.


Tangan nya banyak yang terluka karena tidak fokus.


"Seperti nya aku tidak bisa melanjutkan ini lagi." ucap Tania merapikan semua pekerjaan nya dan mengumpulkan barang-barang nya memilih untuk pulang saja.


Dia tidak pulang ke rumah nya melainkan pulang ke Vila yang tempat dia berangkat bekerja tadi karena anak nya masih ada di sana.


"Assalamualaikum..." Ucap Tania masuk ke dalam kamar.


"Wa-walaikum salam." jawab Angga sedikit gugup. Tania tersenyum. Angga juga tersenyum karena malu.


"Aku sudah memutuskan untuk saya masuk Islam." ucap Angga. "Kamu serius?" tanya Tania.. Angga menganguk.


"kurang serius apa lagi wajah ku?" tanya Angga.


"Kalau begitu kamu akan aku bawa ke ustadz." ucap Tania. Angga tersenyum.


"Tapi bukan sekarang, aku ingin kamu memastikan hati kamu kalau kamu benar-benar mau masuk Agama Islam." ucap Tania.


"Baiklah saya mengerti kok apa yang kamu maksud, namun saya sudah memikirkan ini cukup lama dan sekarang saya sudah sangat yakin sekali." ucap Angga.


"Mamah..." Eki tiba-tiba berteriak memanggil mamah nya yang baru saja keluar dari kamar mandi bersama Dara.


"Saya meminta tolong kepada Dara untuk memandikan Eki." ucap Angga.


"Terimakasih yah Dara." ucap Tania.


"Seharusnya ketua pelayan tidak memandikan bayi." ucap Dara.


"Maafin aku, karena aku kamu jadi kerepotan membantu mengurus Eki." ucap Tania.


"Gak apa-apa kok, aku hanya bercanda saja kok." ucap Dara.


"Tapi tumben banget kamu pulang cepat." ucap Dara.


"Kebetulan hari ini tidak banyak pekerjaan jadi aku bisa cepat pulang." ucap Tania.

__ADS_1


__ADS_2