Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 187


__ADS_3

"Tania." panggil Malvin. "Iyah kenapa?" tanya Tania.


"Aku minta nomor kamu agar bisa menjemput kamu nanti dan juga kamu bisa menghubungi aku." ucap Malvin. Tania terdiam sejenak.


Namun karena Eki sama Malvin dia memberikan nomor nya.


"Ya udah kalau begitu aku masuk dulu." ucap Tania.


"Ekhem-Ekhem ada yang di anterin sama mantan suami nih." ucap nada.


"Nada..." ucap Tania. Nada tersenyum.


"Kamu sudah mulai aktif lagi di Butik?" tanya Tania. Nada menganguk.


"Aku senang deh, karena kalau gak ada kamu sepi banget, gak ada yang marah-marah setiap hari nya." ucap Tania.


"Huff kamu mencoba melarikan pembicaraan. Bagaimana bisa mantan suami kamu di sini?" ucap Nada.


"Dan kenapa juga bisa nganterin kamu? Jangan bilang kamu baikan sama dia?" tanya Nada.


"Enggak Nada.. Dia hanya mengantar kan aku ke sini. Lagian ada Bibik sisi dan juga Eki di dalam mobil." ucap Tania.


Nada Menghela nafas panjang. "Aku dan Aris tidak setuju kalau kamu berbaikan dengan Malvin." ucap Nada. Tania hanya diam.


"Aku hanya takut Malvin akan membuat kesalahan yang sama meninggalkan kamu dengan semua penderita an. Itu tidak boleh terjadi lagi." ucap Nada.


"Terimakasih Nada sudah perduli sama aku, tapi aku dengan Malvin baik hanya karena Eki." ucap Tania.


"Bagus deh kalau begitu." ucap Nada.


"Aku mau ke ruangan aku dulu." ucap Tania. Nada Menganguk.


Sementara di luar Angga melihat Tania di anter oleh Malvin. Hati dan pikiran nya sangat kacau.


"Apa benar Tania akan kembali kepada Malvin?" ucap Angga dalam hati.


"Aaaaarggg..." Angga mengacak-acak rambut nya.


Tidak terasa sudah Sore.


"Tania kamu sudah selesai belum kerja nya?" tanya Aris dan Nada yang baru saja masuk ke ruangan Tania.


"Sedikit lagi, emang nya kenapa?" tanya Tania.


"Kami mau ngajakin kamu minun di luar. Sangat jarang kita bisa seperti ini, ikut yah." ucap Aris.


"Jangan membuat alasan tentang Eki lagi, Eki sekarang lagi sama papah nya, jadi kamu bebas." ucap Nada.


"Kapan lagi kamu bisa seperti ini? Ayo ikut saja." ucap Aris.


Akhirnya Tania ikut.

__ADS_1


Dia sebenernya juga ingin.


Mereka ke berangkat ramai-ramai karena semua karyawan Butik itu ikut.


Sesampainya di sana mereka memesan minuman.


"Kok kamu jadi kaku seperti ini sih Tania? biasanya kamu rileks." ucap Nada kepada Tania.


"Aku sudah tidak pernah, jadi wajar saja." ucap Tania.


"Sekarang kamu minum dulu deh, nanti juga santai." ucap Nada. Tania mulai meminum yang di dalam gelas nya.


Dan benar saja dia sudah mulai rileks.. Menikmati musik yang sangat besar.


"Semakin lama duduk di sana mereka mulai mabuk.


Tania tidak terlalu mabuk hanya saja sudah mulai pusing.


"Aku ke kamar mandi dulu yah ." ucap Tania.


"Mau aku Temanin?" tanya Nada.


"Gak usah, kamu duduk saja." ucap Tania. "Oohh ya udah deh kalau begitu." ucap Nada.


Tania pergi dari tempat duduk mereka Menuju toilet. Namun saat hendak ke kamar mandi dia menabrak seseorang.


"Maaf-maaf pak saya tidak sengaja." ucap Tania mengangkat kepalanya melihat siapa yang baru saja di tabrak.


Tania melihat dua wanita yang di rangkul oleh nya.


Angga melihat Tania dia juga ikut terkejut.


"Apa-apaan ini?" ucap Tania menampar pipi Angga.


Nada dan Aris yang melihat itu langsung menyusul.


"Tania ada apa?" tanya Nada..


"Ternyata seperti ini kelakuan kamu di belakang aku? Kamu sangat tega sekali. Pantesan saja kamu menyerah begitu saja." ucap Tania.


Angga hanya diam. Nada tidak bisa mengatakan apapun karena melihat Angga merangkul dua wanita seperti tidak ada beban membuat nya ilfil.


Tania langsung pergi. "Tuan Angga.. Apa yang sudah Tuan lakukan?" ucap Aris.


Sementara Nada mengejar Tania ke kamar mandi. Di kamar mandi Tania menangis.


"Saya permisi." ucap Angga dengan wajah sedih meninggalkan perempuan itu dan tidak menghiraukan pertanyaan Aris.


Aris bingung melihat Angga. Perempuan yang dia itu pun pergi ke lain arah.


Tidak beberapa lama Tania dan Nada kembali.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Tania?" tanya Aris.


Nada hanya menggeleng kan kepala nya.


"Sebaik nya kamu pulang saja yah Tania." ucap Aris. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau." ucap Tania sambil melanjutkan minum. "Tapi keadaan kamu sedang tidak baik." ucap nada.


"Kata siapa? Aku merasa aku baik-baik saja." ucap Tania.


Nada dan Aris serta yang lainnya hanya bisa diam melihat Tania yang minum tidak beraturan. Perkataan nya entah kemana dan juga menangis.


Semua nya sudah mabuk. Nada Mabuk sehingga Aris fokus mengurus Nada.


"Tania apa kamu baik-baik saja? Aku mau mengantarkan kan Nada pulang, kamu sekalian ikut saja." ucap Aris. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu.. Aku bisa pulang sendiri, lagian aku belum ingin pulang." ucap Tania.


"Ya sudah kalau begitu. Kalau kamu mau pulang kabarin aku atau meminta teman yang lain mengantarkan kamu pulang." ucap Aris.


Tania menganguk. Aris tidak bisa membiarkan Nada yang mabuk begitu saja di sana, karena kalau mabuk dia sangat rese.


Tania dan teman-teman nya sudah keluar dari Club itu.


Teman-teman nya mau mengantar kan pulang namun Tania tidak mau.


Akhirnya teman nya menyerah dan meninggalkan Tania di depan Club.


Tania turun dari tangga berjalan meninggalkan Club antara sadar dan tidak sadar. perlahan gerimis mulai turun. Tania tidak kunjung bisa melupakan Angga yang memeluk dua wanita sambil tertawa dan juga mencium perempuan itu.


Air mata Tania keluar. "Aaaaaaa!!!!" Dia berteriak hujan mulai deras, dia tidak kuat lagi sampai dia terjatuh.


Namun tiba-tiba Seseorang datang membawa kan payung.


Tania menatap ke arah orang yang membawa payung itu. Ternyata itu adalah orang tua Angga.


"Kenapa kamu hujan-hujanan di sini Tania?" tanya Papah nya Angga.


Akhirnya Tania di bawa ke dalam mobil papah nya Angga.


"Kebetulan saya ada kerjaan di Arah sini, saya melihat kamu duduk di pinggir jalan kehujanan." ucap Papah nya Angga.


"Maafin saya sudah merepotkan Bapak." ucap Tania. Papah nya Angga menggeleng kan kepala nya.


"Kamu dengan Angga memiliki masalah?" tanya papah Angga.. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Kamu tidak perlu berbohong. Saya tau kalau mantan suami kamu kembali." ucap papah nya Angga.


Tania terdiam. "Selesai kan masalah kalian berdua baik-baik. Jangan sampai seperti ini, kamu akan membahayakan diri sendiri." ucap Papah Angga.


Tania hanya bisa diam, dia sudah sangat malu kepada orang tua Angga.

__ADS_1


Tidak beberapa lama sampai di rumah Bibik sisi...


__ADS_2