
"Kami membawa ini untuk Tuan." ucap Dara memberikan makanan. "Tadi waktu Makan tidak sengaja'bertemu dengan Tania." ucap Dara.
"Tania?" ucap Angga.
"Dia tidak datang sendirian melainkan bersama Malvin, Keluarga Malvin dan juga Eki, mereka terlihat sudah sangat dekat dan kembali akur lagi." ucap Fani.
"Bagus deh kalau begitu, Eki akan memiliki keluarga yang utuh lagi." ucap Angga sambil tersenyum.
Dara dan Fani menghela nafas panjang sama-sama.
"Seperti nya Tuan perlu banyak istirahat, tuan istirahat lah, kami akan kembali." ucap Dara.
Angga menganguk. Setelah mereka pergi Angga menutup pintu dan duduk di kursi meja makan. Dia mau memakan yang di bawa oleh Dara tadi.
Namun baru aja satu suap dia tidak berselera untuk makan, rasanya seperti pahit sekali..
Alhasil dia menyudahi dan pergi istirahat di dalam kamar nya.
"Ini benar-benar sangat menyiksa ku." ucap Angga.
Keesokan harinya..
"Hari ini kamu tumben bawa Eki." ucap Nada kepada Tania yang baru saja datang.
"Eki tidak ada teman di rumah." ucap Tania.
"Loh Ayah nya mana?" tanya Nada.. Tania menghela nafas panjang.
"Aku hanya bercanda." ucap Nada.. Tania diam.
"Ya udah kalau begitu kamu langsung lanjut saja bekerja." ucap Nada kepada Tania.
Tania menganguk..
"Tunggu dulu deh, hari ini kok kelihatan nya kamu Pucat gitu? Kamu sakit?" tanya Tania kepada Nada.
"Enggak kok, aku hanya kurang tidur saja." ucap Nada.
"Kurang tidur? Karena Aris?" ucap Tania. Nada tersenyum.
"Seperti nya Aris sangat ganas sampai-sampai kamu kurang tidur seperti ini." ucap Tania.
"Kamu jangan kuat-kuat ngomong nya, kalau ada yang denger aku jadi malu sendiri." ucap Nada.
"Iyah-iyah, ya udah aku masuk dulu yah." ucap Tania..
Nada melihat wajah nya di cermin ruangan nya. "Ini ulah Aris yang sempat-sempatnya mencium aku sampai lipstik ku hilang." ucap Nada sambil memasang kan lipstik kembali di bibir nya yang sudah pucat.
"Kamu main di sini saja yah nak, mamah mau kerja dulu." ucap Tania meletakkan Eki di karpet tempat nya bermain.
"Papah... Papah..." Ucap Eki melihat foto Angga yang jatuh di lantai.
__ADS_1
Tania memberikan nya kepada Eki.
"Pasti Eki kangen sama Angga, tidak ada berhenti nya dia memanggil papah.. Sementara sama Malvin dia tidak pernah menyebut Papah." ucap Tania dalam hati.
Sepanjang hari perasaan Tania tidak enak, dia tidak berhenti memikirkan Angga.
"Huff kenapa aku selalu memikirkan dia yah?" batin Tania.
"Pokoknya aku tidak boleh memikirkan dia." ucap Tania menepis pikiran nya.
Waktu nya makan siang.
"Kamu kenapa sih dari tadi ku perhatikan kebanyakan diam? Sampai-sampai kamu tidak memperhatikan anak kamu sendiri." ucap Nada kepada Tania.
Tania menoleh ke arah Nada. "Aku boleh nitip Eki tidak? Aku ada urusan mendadak." ucap Tania.
"Loh kamu mau kemana? Bagaimana dengan pekerjaan kamu?" tanya Nada.
"Aku mohon kali ini tolong bantu aku Nada, aku harus pergi." ucap Tania. "Jawab dulu kamu mau kenalan." ucap Nada.
Tania menunjukkan pesan masuk dari Dara baru saja.
"Tuan Angga sakit?" ucap Nada.. Tania menganguk.
"Kamu yakin mau menemui dia?" tanya Nada.
"Aku sudah mempunyai firasat yang tidak baik dari tadi pagi." ucap Tania.
Tania mengelus kepala Eki dan pergi meninggalkan kantin.
"Humm Mamah sangat membingungkan sekali Eki.. Benar-benar sangat aneh sekali." ucap Nada kepada Eki.
"Sayang..." ucap Aris yang baru saja datang.
"Loh kamu kok bisa di sini?" tanya Nada.
"Untuk Makan siang sama istri ku." ucap Aris tiba-tiba mencium pipi Nada.
"Aris jangan seperti itu, ada Eki di sini." ucap Nada.
"Loh kok cuma ada Eki? Tania mana?" tanya Aris.
"Tuan Angga sakit, dia tiba-tiba khawatir dan pergi melihat nya. Dia meninggal kan Eki dan pekerjaan nya begitu saja demi tuan Angga." ucap Nada.
"Ah sudahlah biarkan saja, kalau begitu kita memiliki waktu berdua mengurus Eki, agar kita bisa belajar karena kita berdua akan menjadi ayah dan ibu nanti nya." ucap Aris.
Nada tersenyum.
"Tapi kamu harus kembali ke kantor." ucap Nada.. Aris menggeleng kan kepala nya.
"Sudah tidak ada pekerjaan yang terlalu penting di kantor ." ucap Aris.
__ADS_1
"Bagus deh kalau begitu, aku titip Eki, aku masih ada pekerjaan." ucap Nada. "Aku belum makan siang.. Bagaimana bisa kamu meninggalkan suami kamu begitu saja?" ucap Aris.
Nada tersenyum.
"Aku tidak tau sayang, kalau begitu aku pesan makanan untuk kamu dulu yah." ucap Nada.
Tania baru saja sampai di depan apartemen yang baru di tempati oleh Angga.
"Bagaimana keadaan Angga Dara?" tanya Tania yang ternyata Dara baru keluar dari dalam apartemen.
"Akhirnya kamu datang juga, aku titip tuan Angga, aku ada pekerjaan mendadak. Tuan Angga tidak bisa jadi aku harus menangani pekerjaan ini." ucap Dara memberikan kunci dan pergi sangat terburu-buru.
Tania langsung masuk ke dalam. Dia langsung ke kamar melihat Angga.
Tania melihat Angga tidur, wajah pucat, dan alat pereda panas di kening nya.
"Angga..." Ucap Tania memeriksa suhu badan Angga.
"Ya Allah badan kamu kenapa begitu panas sekali?" ucap Tania.
Perlahan Angga membuka mata nya.
"Tania kamu di sini?" tanya Angga.. Tania memegang tangan Angga.
"Aku akan mengambil air untuk mengompres badan kamu." ucap Tania. Angga menahan tangan Tania.
"Maafin saya.. Saya minta maaf sudah membuat kamu sedih dan kecewa." ucap Angga.
"Lupakan tentang itu, kamu harus sembuh dulu." ucap Tania. Tania membawa air dalam mangkuk dan mengompres badan Angga.
"Kenapa bisa sampai seperti ini Sih?" ucap Tania.
Angga menatap wajah Tania.
"Apa Malvin tidak akan marah kalau kamu di sini? Di mana Eki?" tanya Angga dengan suara yang sangat lemas sekali.
"Eki di Butik, aku meninggalkan dia di sana langsung ke sini." ucap Tania. "Apa dia bersama Malvin?" tanya Angga..
Tania menggeleng kan kepala nya.
"Kamu jangan banyak berbicara, kamu Makan bubur dulu setelah itu minum obat dan istirahat agar lebih baik." ucap Tania.
Angga tidak berhenti menatap wajah Tania. Tania menyuapi Angga makan, memberikan dia Obat dan setelah itu Angga tertidur dengan begitu tenang.
Tania melihat Angga sudah tidur dia keluar menelpon Adik nya agar menjemput Eki selepas pulang sekolah dari Butik.
Mona menginyakan.. Perasaan Tania jadi Lega.
Tania kembali masuk ke kamar memeriksa suhu nya lagi.
"Tidak kunjung berkurang. Bagaimana ini?" ucap Tania.
__ADS_1
Dia mencari Cara di google untuk menurunkan panas demam.