Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 55


__ADS_3

"Tuan kenapa berbicara seperti itu kepada mereka?" tanya Tania.


"Kalau tidak seperti itu mereka tidak Akan berhenti julid sama kau." ucap Angga. "Tidak perlu bilang calon." ucap Tania.


Angga Menghela nafas panjang. "Tidak mungkin itu terjadi karena kau bukan level saya. Rumah mu sekarang yang mana?" tanya Angga karena itu adalah jalan terakhir.


"Yang warna biru itu, warna putih atau warna Abu-abu ini?" tanya Angga menunjuk rumah yang cukup besar di kawasan itu.


"Tidak ada Tuan. Rumah saya masih jauh dari sini, dan mobil Tidak bisa masuk dari bagian ini, sebenarnya Tuan salah Jalan namun bisa kok dari sini." ucap Tania.


Tania berjalan terlebih dahulu dan setelah itu Angga menyusul nya.


"Mbak Tania.." ucap Mona. Yang sedang di latih Bibik sisi untuk berjalan. Tania tersenyum dia melihat adik nya sangat kangen dan langsung memeluk nya.


Angga di belakang berjalan mengendong Eki..Bibik Ja melihat Tania datang sangat senang, namun dia heran melihat Pria yang sangat tampan mengendong Eki.


"Sini saya gendong." ucap Bibik Sisi mengambil Eki. Namun Eki tidak mau. "Tidak apa-apa Bu, biar dengan saya saja." ucap Angga.


Bibik Sisi tersenyum. "Ayo duduk dulu pak." ucap Bibik Sisi. Angga meninggal kan Tania dan Mona di halaman depan.


"Minum dulu pak." ucap Bibik. Angga tersenyum tidak lupa mengucapkan terimakasih.


"Oh iya kalau boleh tau, ibu ini Siapa nya Tania?" tanya Angga.


"Oohh saya adalah Bibik angkat mereka di sini, kebetulan dulu saya sempat bekerja di rumah Tania." ucap Bibik Sisi.


"Mantan pembantu dari sana lebih tepatnya Pak." ucap Bibik Sisi.


"Oohhh. Kenalin saya adalah Bos Tania. Tempat dia bekerja sekarang." ucap Angga. Bibik Sisi hanya tersenyum karena sebelum di kasih tau dia udah tahu.


"Oh iya Buk, apa Tania sedang dekat dengan pria lain?" tanya Angga. Bibik sisi kaget dengan pertanyaan Angga.


"Maksud bapak?" tanya Bibik sisi. "Tania sudah hampir dua tahun sendiri. Apa dia tidak pernah dekat dengan pria?" tanya Angga.


"Banyak pria yang berusaha mendekati Tania namun Tania sama sekali tidak menanggapi mereka Pak." ucap Bibik.


"Mungkin Tania ingin lebih fokus mengurus anak dan adik nya." ucap Bibik Sisi. "Apa dia tidak ada berniat untuk menikah lagi?" tanya Angga.


"Bibik sudah sering meminta nya untuk menikah agar tidak lelah bekerja. Namun Tania adalah wanita yang sangat sulit percaya kepada Pria." ucap Bibik Sisi.


"Oohh begitu yah Bu." ucap Angga.

__ADS_1


"Kalau Bapak apa sudah menikah?" tanya Bibik Sisi. Angga menggeleng kan kepala nya. "Saya pernah gagal menikah Bik." ucap Angga.


"Sebentar lagi Tuan Angga pasti akan mendapatkan nya. Tuan Angga sempurna tidak mungkin tidak ada yang mau." ucap Bibik.


Angga menoleh ke arah Tania yang mengajari Adik nya dengan sangat tulus, dengan wajah yang begitu ceria, wajah yang sangat jarang dia lihat.


Bibik sisi Sadar kalau Angga tersenyum melihat Tania.


"Kalau begitu saya akan membawa Eki ke kamar dulu yah Pak." ucap Bibi karena melihat Eki tidur di pangkuan Angga.


Angga menganguk. Eki di bawa ke kamar.


Tania melihat Angga sendiri.


"Kamu lanjut belajar sendiri yah, Mbak istirahat dulu." ucap Tania pada Mona. Mona menganguk. Tania duduk di depan Angga.


"Kalau Tuan bosan, tuan bisa pulang terlebih dahulu, saya tidak ingin membuat Tuan repot karena saya." ucap Tania.


Angga menggeleng kan kepala nya.


"Di sini cukup adem dan juga rindang, saya sangat suka suasana yang sunyi seperti ini." ucap Angga.


Di sekeliling rumah Bibik Sisi banyak pohon, bahkan di depan ada pondok bersantai sehingga angin sepoi-sepoi bisa di nikmati.


"Bibik Sisi sangat suka berkebun. Ini semua sudah dia tanan dari gadis." ucap Tania.


Angga melihat keringat Tania yang menetes dari wajah ke leher nya.


Angga mengambil tisu di kantong nya dan mengeringkan keringat Tania. Tania kaget. Mona juga melihat itu membuat nya kaget.


"Apa yang Tuan lakukan?" tanya Tania, dia memegang tangan Angga namun Angga menatap mata Tania.


"Jangan menatap mata saya seperti itu Tuan." ucap Tania langsung memalingkan pandangannya.


Angga melanjutkan me lap leher Tania sehingga dia bisa sedikit menyentuh kulit Tania.


"Silahkan di makan roti buatan sendiri pak." ucap Bibik Sisi. Angga langsung menurunkan tangannya terlihat gugup dan menyimpan tisu itu ke dalam kantong nya.


"Tidak perlu repot-repot seperti ini bik." ucap Tania.


"Sudah di cicip dulu." ucap Bibik Sisi. Tania tersenyum.

__ADS_1


"Tuan coba lah, ini sangat enak." ucap Tania. Angga memberanikan diri untuk mencicipi nya.


Walaupun sebenarnya dia kurang suka.


"Bagaimana tuan?" tanya Tania. Angga melihat ekspresi mereka berdua menunggu jawaban dari dia.


"Enak sekali. Ini sangat enak." Jawab Angga. Tania tidak percaya namun Bibik sisi sangat senang.


"Ya udah kalau begitu Kalian lanjut bersantai, Bibik Akan memasak makan siang." ucap Bibik Sisi.


Angga dan Tania hanya mengangguk.


"Tuan tidak perlu memaksa memakan nya kalau tidak suka." ucap Tania mengambil kue itu dari tangan Angga. Dia memberikan minum pada Angga.


"Kak Aris." ucap Mona. Tania menoleh ke arah Mona. Dan ternyata Benar Aris datang.


Tania langsung menyusul Aris ketika Aris tersenyum kepada nya.


"Siapa pria itu?" ucap Angga.


"Tunggu dulu, seperti nya aku pernah melihat pria itu." ucap Angga.


Tania tanpa segan-segan langsung memeluk Aris. Mereka berpelukan bertiga.


Angga melihat itu langsung berdiri. Mata nya melotot.


"Berani-beraninya pria itu memeluk wanita yang bukan istri nya." ucap Angga kesal.


Tidak beberapa lama Tania dan Aris juga Mona Duduk bersama Angga.


Aris melihat Angga seperti nya Terkejut.


"Oh iya Tuan perkenalkan ini adalah Aris, dia adalah teman baik saya." ucap Tania. Aris menjulurkan tangannya namun Angga tidak menyalim nya kembali.


Tania melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang.


"Kamu kapan pulang ke sini? Lalu Eki di Mana? Aku sangat merindukan dia." ucap Aris. "Seperti nya lagi tidur." ucap Tania.


"Oohh." ucap Aris, cukup lama mereka berbincang-bincang, Angga hanya diam merasa Kesal dengan Aris yang terlihat sangat dekat dengan Tania.. Bahkan Angga bisa melihat kalau hubungan mereka lebih dari teman.


"Wahh kenapa sangat ramai ini? Kebetulan sekali Bibik masak banyak, ayo kita makan sama-sama ." ucap Bibik Sisi.

__ADS_1


Mereka pun Makan di rumah Bibik yang lumayan luas cukup mereka untuk Duduk bersama di sana.


Angga yang tidak pernah merasakan duduk di atas karpet kali ini harus duduk Makan di sana dan melihat menu makanan yang sama sekali Tidak pernah dia lihat.


__ADS_2