Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 57


__ADS_3

"Mbak jangan terlalu berfikir seperti itu. Justru saya merasa Kesal pada Tuan Angga hari ini. Kalau bisa memilih saya akan naik gojek saja ." ucap Tania.


"Lalu Eki di Mana sekarang?" tanya Dara.


"Eki harus tinggal dengan Bibik ku lagi. Aku tidak ingin membuat semua orang heboh karena anak ku. Aku di sini hanya bekerja menjadi pelayan." ucap Tania.


"Tapi Tuan Angga sangat senang kalau Eki di sini, dia sudah dekat dengan Eki." ucap Dara.


"Saya yang tidak enak mbak." ucap Tania.


"Ya sudah deh kalau begitu." ucap Dara. Tania mau pergi namun di tahan lagi oleh Dara.


"Selama keluar tadi Tuan Angga masih marah-marah atau trauma nya kambuh?" tanya Dara. "Kalau marah-marah enggak separah biasa nya Mbak, kalau soal trauma Tuan Angga lebih banyak diam." ucap Tiara.


"Good! Ini adalah kemajuan yang sangat bagus sekali." ucap Dara. "Ya udah kalau begitu aku ke atas dulu yah mbak, pekerjaan ku belum selesai." ucap Tania.


"Oke Tania." dia meninggalkan Dara.


Saat melewati Kamar Angga dia melihat pintu yang tidak di tutup dengan rapat.


"Sayang aku ingin kamu ke sini, aku sangat merindukan kamu." ucap Livy. "Baiklah saya akan datang Besok." ucap Angga.


"Asikk, aku tunggu yah." ucap Livy. Tania langsung meninggalkan pintu kamar.


"Apa Tuan Angga akan ke luar negeri? Ini adalah hal yang sangat bagus." ucap Tania dalam hati.


"Ya sudah kalau begitu aku lanjut kerja yah." ucap Livy mematikan telepon nya.


Angga menghela nafas panjang. Dia melihat ke arah pintu.


"Kemana wanita penjahit itu?" ucap Angga.


"kenapa sangat menyebalkan melihat Wanita itu dekat dengan teman nya sendiri." batin Angga.


Dia bersandar di Kasur nya sambil meminta Dara ke atas.


Tidak beberapa lama akhirnya dia datang. "Iyah Tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya Dara.


"Besok saya akan berangkat ke luar negeri menemui Livy, tolong kamu atur semua nya." ucap Angga.


"Apa Tuan akan menggunakan pesawat?" tanya Dara.

__ADS_1


"Naik jet pribadi saya, dan kamu juga ikut dengan saya." ucap Angga. "Saya ikut Tuan?" ucap Dara kaget.


"Fani mengurus pekerjaan, kamu harus ikut dengan saya! Masalah di rumah Rendi akan membantu kamu." ucap Angga.


Dara sebenarnya tidak ingin, dia sangat malas bertemu dengan kekasih tuan nya itu.


"Tapi Tuan tau sendiri kalau aku dengan kekasih Tuan memiliki hubungan yang tidak baik." ucap Dara.


"Seharusnya kamu harus bisa menyesuaikan diri dengan Livy. Mungkin dia sedikit mengesalkan namun aslinya baik. Kamu menghormati saya kamu juga harus bisa menghargai dia" ucap Angga.


"Baik Tuan saya minta maaf." ucap Dara.


"Huff kalau bukan Tuan Angga aku tidak akan pergi. Livy adalah wanita yang sangat menyebalkan." batin Dara.


"Kalau begitu saya mohon diri Tuan." ucap Dara.


"Suruh wanita penjahit itu menemui saya." ucap Angga.


"Seperti nya Tania bersih-bersih di luar Tuan, nanti malam dia akan datang menemui Tuan." ucap Dara.


Angga Menganguk. Tidak terasa hari udah malem. Tania duduk di balkon melihat Bintang dan bulan di langit.


"Kamu ingat gak dulu waktu masa-masa pacaran kamu selalu menemani aku melihat Bintang dan bulan. Aku tidak bisa melihat mereka dengan jelas karena mata ku mines yang sudah parah sekali. Kamu menjelaskan semuanya pada ku seperti aku bisa melihat dengan jelas." ucap Tania.


"Dan dua tahun ini aku harus melihat Bintang ini sendirian. Aku yakin kita Masih di bawah langit yang sama, kamu pasti sedang melihat Bintang dan bulan." ucap Tania.


Dara yang tadi nya mau memanggil Dara Berhenti karena mendengar Tania berbicara sambil menangis.


"Tania.." panggil Dara. Tania menghapus air mata dan menoleh ke arah Daraa. Dara duduk di samping Tania.


"Aku berfikir awalnya kalau hanya aku saja yang bodoh menangis melihat bintang dan Bulan." ucap Dara.


Tania tersenyum. "Aku juga sering curhat pada bulan dan bintang tentang kehidupan ku yang menurut ku sangat malang." ucap Dara.


Tania menoleh ke arah Daraa.


"Orang tua bercerai waktu aku Masih SMA karena ada orang ketiga, aku ada anak tunggal dan mereka selalu ribut di depan ku sehingga aku sangat trauma dengan kekerasan dan juga suara yang sangat besar." ucap Dara.


Tania berfikir kalau Dara adalah orang yang tidak memiliki Masalah.


"Yang sabar yah mbak." ucap Tania mengelus punggung Dara.

__ADS_1


Dara bersandar di punggung Tania melihat ke arah Langit.


"Saya sangat salut dengan kamu." ucap Dara menatap Tania.


"Kenapa?" tanya Tania.


"Kamu sangat kuat, kamu lembut, kau dewasa, kamu juga sangat sabar." ucap Dara.


"Kamu juga sangat kuat, kamu adalah anak satu-satunya dan orang tua kamu cerai pas SMA. Tapi sekarang kamu sudah berdiri di kaki kamu sendiri menjadi orang yang terpandang." ucap Tania.


Dara memeluk Tania. "Aku tau semua kisah kamu, dan kamu adalah wanita yang sangat kuat. Kamu adalah wanita yang kuat yang pernah aku lihat." ucap Dara.


Tania tersenyum. "Aku harus kuat demi anak dan Adik ku. X ucap Tania.


"Seandainya kamu adalah ibu ku, aku adalah orang yang paling bahagia." ucap Dara. Tania menatap Dara heran kenapa Dara berbicara seperti itu.


"Ibu ku berselingkuh dan memilih Pria itu. Dia meninggalkan aku bersama ayah ku. Dan ternyata pada saat itu Ayah ku juga memiliki istri baru dia ikut dengan wanita itu dan meninggalkan aku sendirian." ucap Dara.


"Sudah jangan Sedih lagi. Di balik itu semua pasti ada hikmahnya. Kamu harus banyak bersabar, berdoa." ucap Tania.


Dara menganguk. "Kamu tau gak saat berbicara dengan kamu aku sangat nyaman sekali. Aku tidak tau kenapa kamu mempunyai hati yang sangat lembut." ucap Dara.


"mbak bisa saja, aku juga keras kepala." ucap Tania. Dara tersenyum.


"Nah gitu dong, kalau mbak tersenyum seperti itu sangat cantik." ucap Tania.


"Kamu lebih Tua dari aku, jangan memanggil mbak ketika tidak ada Tuan Angga." ucap Dara. Tania menganguk.


"Oh iya Tuan Angga meminta kamu untuk ke kamar nya." ucap Dara. Tania menganguk.


Tania berdiri dan menjulurkan tangannya pada Dara.


"Kita adalah wanita yang kuat." ucap Tania. Dara menganguk sambil tersenyum.


Tania pun berjalan meninggalkannya balkon. Dia mengetuk pintu kamar Angga terlebih dahulu dan setelah itu masuk.


"Kenapa kau sangat lama datang?" tanya Angga.


"Saya minta maaf Tuan." ucap Tania.


"Tidak ada kata-kata lain Selain minta maaf!" ucap Angga kesal. Tania diam

__ADS_1


__ADS_2