Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 54


__ADS_3

Eki sibuk main, Angga di sofa Sibuk dengan laptop nya.


Karena merasa Eki aman-aman saja dia pun memutuskan sholat isya terlebih dahulu sebelum tidur.


Angga melihat nya masuk ke kamar mandi dan tidak beberapa lama sudah bertukar pakaian. Wanginya tercium oleh Angga.


Namun Angga hanya diam. Pura-pura tidak perduli namun mencuri-curi pandang.


Angga juga melihat Tania yang mengambil mukenah nya dan segera melaksanakan sholat. Angga melihat Eki hendak mengganggu Tania dia langsung menahan nya.


"Jangan di ganggu." ucap Angga mengendong Eki. Namun Eki menangis, Angga segera membawa nya keluar.


Dara melihat Angga keluar dari kamar Tania. "Tuan ada apa?" tanya Dara. "Tidak apa-apa." ucap Angga membawa Eki ke balkon.


Dara melihat Angga. "Seperti nya tuan Angga sudah sangat suka pada Eki." batin Dara.


Dia pun segera turun ke bawah.


Angga dan Eki melihat tanaman yang di balkon. Angga membiarkan Eki merusak tanaman agar tidak menangis. Setelah puas Angga melihat sudah gelap dia pun kembali ke kamar.


Di masuk tanpa mengetuk pintu dan melihat Tania baru saja selesai sholat. "Ya Allah. Apa yang terjadi?" tanya Tania kaget melihat Eki sudah sangat kotor.


Tania menatap Angga. "Saya tidak tau cara mendiamkan dia, itu sebabnya saya membawa nya ke balkon dan bermain di sana." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.


"Dia sudah mandi Tuan." ucap Tania. "Sudah tinggal mandikan saja kau tidak perlu banyak komentar." ucap Angga.


Eki hanya tertawa saja. Dia di bawa ke kamar mandi. Tidak beberapa lama dia selesai mandi dan di pasang kan pakaian nya.


Tania melihat Angga yang sangat fokus dengan laptop nya. Dia melihat ke arah Angga seperti mau membicarakan sesuatu.


"Kalau kau mau menyampaikan sesuatu sampaikan saja!" ucap Angga. Tania kaget karena Angga bisa tau dia melihat nya.


"Seperti nya Tuan sangat sibuk." ucap Tania. Angga menatap Tania.


"Ada apa? Katakan saja!" ucap Angga dengan nada yang sangat dingin.


"Saya ingin ijin kepada Tuan agar saya di berikan Waktu satu hari membayar hutang saya dan juga menemui Adik saya Tuan." ucap Tania.


Angga menatap Tania dengan tatapan tajam?


"Kau ingin libur?" tanya Angga. Tania sudah sangat takut.


"Iya tuan. Tapi kalau Tuan tidak mengijinkan nya saya akan mengirim kan nya kepada Nada." ucap Tania.

__ADS_1


Angga terdiam sejenak.


"Baiklah kau boleh pergi, Tapi ada syarat nya!" ucap Angga.


"Syarat apapun Akan saya iyakan Tuan." ucap Tania. "Saya akan ikut dengan kau, saya tidak bisa percaya begitu Saja!" ucap Angga.


"Tuan yakin mau ikut? Rumah saya sangat jauh, dan lagi tuan bisa percaya kepada saya." ucap Tania.


"Kalau saya tidak bisa ikut kau tidak bisa pergi." ucap Angga.


Tania Menghela nafas panjang.


"Sebaiknya aku iyakan saja dari pada aku sama sekali tidak bertemu dengan Mona." batin Tania.


"Baiklah Tuan boleh ikut." ucap Tania. Angga hanya diam. Namun Tania sangat senang sekali, dia sudah tidak sabar.


Keesokan harinya...


Tania masuk mengendong Eki ke dalam mobil di bagian depan namun dia sangat terkejut karena yang di samping nya bukan supir melainkan Tuan Angga.


"Tuan kenapa di depan?" tanya Tania kaget.


"Hari ini saya akan menyetir sendiri." ucap Angga. Tania terkejut.


Dara dan Fani bersama pelayan yang lain.


"Setelah beberapa lama meninggal nya orang tua Tuan Angga aku baru melihat Tuan Angga membawa mobil sendiri." ucap Dara.


"Humm kamu benar sekali. Dan lagi sekarang dia mengantar kan wanita yang Mirip dengan Almarhum tunangan nya." ucap Fani.


"Ini sungguh perubahan yang luar biasa." ucap Dara. "Kita sudah bebas dari tekanan yang berlebihan." Mereka semua bersorak sangat riang sekali.


Mereka sangat senang Ketika Angga mulai menjadi diri sendiri lagi.


Di perjalanan Tania heran karena Angga membawa mobil dengan sangat pelan dari biasanya.


"Tuan kenapa membawa mobil begitu pelan, kalau seperti ini kita Akan lama sampai." ucap Tania. "Kau diam saja." ucap Angga. Tania Menghela nafas panjang.


Karena sangat ngantuk akhirnya dia tidur.


Angga sampai di persimpangan dia bingung harus kemana, dia harus bertanya lagi pada Tania namun Tania ternyata sudah tidur.


Cukup Lama Angga menatap wajah Tania. "Sebaiknya aku tidak perlu membangun kan dia." ucap Angga, dia meminta lokasi Tania dari supir nya.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Heh bangun!" ucap Angga membangun kan Tania, namun Tania tak kunjung bangun, Eki di pangkuan Tania juga tertidur.


"Wanita penjahit bangun!" ucap Angga. Tania tidak kunjung bangun.


"Tania bangun, kita sudah sampai." ucap Angga untuk pertama kalinya mengucapkan nama Tania.


Tania bergeliat.


Dia membuka mata nya dan melihat Eki sudah di gendongan Angga.


"Kita kesasar yah tuan. Kenapa tuan tidak bertanya kepada saya.?" tanya Tania. Angga menghela nafas panjang.


"kita sudah sampai, rumah mu yang mana?" tanya Angga.


"Sudah Sampai? Bagaimana bisa?" tanya Tania kaget.


Dia melihat ke sekeliling dan benar saja tempat itu tidak asing. Dia juga melihat tetangga nya yang sering julid kepada nya. Dia bersembunyi ketika mereka lewat.


"Wahh mobil ini sangat besar dan mewah. bukan nya ini mobil yang menjemput Tania waktu itu? Seperti nya dia mau menuntut Tania karena menipunya." mereka semua tertawa.


Tania yang mendengar itu sangat merasa sakit hati.


Mereka melihat Angga.


"Permisi Pak ganteng, apa ada yang bisa kami bantu?" tanya ibu-ibu itu pada Angga.


"Loh ini Eki. Kenapa bisa Sama bapak?" tanya ibu-ibu itu lagi.


Tania tidak ingin mereka berbicara dengan Angga akhirnya dia langsung turun.


"Oohh ternyata kamu sudah membawa Eki untuk berpacaran dengan orang-orang yah?" ucap ibu-ibu itu tiba-tiba julid..


"Bukan Bu, ini salah paham. Ini adalah.../ Saya adalah Calon suami Tania, apa ada masalah? Dan selama ini yang mengantarkan atau menjemput dia adalah orang suruhan saya." ucap Angga merangkul pundak Tania.


Semua mereka kaget tidak percaya karena penampilan membuat nya tidak level. Tania tidak kalah terkejutnya.


Mereka semua merasa bersalah dan langsung pergi begitu aja. Tania melepaskan tangan Angga.


"Tuan kenapa berbicara seperti itu kepada mereka?" tanya Tania.


"Kalau tidak seperti itu mereka tidak Akan berhenti julid sama kau." ucap Angga. "Tidak perlu bilang calon." ucap Tania.

__ADS_1


Angga Menghela nafas panjang. "Tidak mungkin itu terjadi karena kau bukan level saya. Rumah mu sekarang yang mana?" tanya Angga karena itu adalah jalan terakhir.


__ADS_2