Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 56


__ADS_3

"Wahh kenapa sangat ramai ini? Kebetulan sekali Bibik masak banyak, ayo kita makan sama-sama ." ucap Bibik Sisi.


Mereka pun Makan di rumah Bibik yang lumayan luas cukup mereka untuk Duduk bersama di sana.


Angga yang tidak pernah merasakan duduk di atas karpet kali ini harus duduk Makan di sana dan melihat menu makanan yang sama sekali Tidak pernah dia lihat.


Angga memerhatikan Tania yang membantu mengambil kan nasi untuk Aris.


"Saya juga mau." ucap Angga memberikan piring nya. Tania kebingungan. "Tuan mau apa? Tuan bisa memilih sendiri." ucap Tania.


"Ambil kan untuk saya." ucap Angga. Tania melihat ke sekeliling. Akhirnya dia pun memilih lauk dan menyendok kan nasi ke piring Angga.


Saat mau memakan Tania Sudah tau kalau Angga tidak akan bisa makan. makanan dia biasa nya makanan yang sangat enak dan mahal, jadi wajar saja kalau dia kurang suka dengan makanan seperti ini.


Angga menyuapi ke dalam mulutnya menggunakan sendok.


"Huff lumayan lah, ternyata makanan seperti ini ada enak nya juga." batin Angga.


"Aku harus segera menghabis kan ini, setidaknya ini masih bisa di makan." ucap Angga dalam hati.


Bibik Sisi yang melihat piring Angga sudah kosong dia meminta Tania untuk menambah nya.


"saya sudah kenyang kok Bu." ucap Angga langsung menolak.


"Tuan Angga sebelum nya tidak pernah makan seperti ini bik jadi wajar saja Tuan kurang suka." ucap Tania langsung. Angga merasa kesal dengan jawaban Tania.


"Oohh begitu yah, Bibik gak tau apa yang biasa Tuan Angga makan." ucap Bibik Sisi.


"Masakan Bibik enak banget kok, walaupun ini masakan rumahan namun seperti rasa di restoran." ucap Aris.


"Ah kamu bisa aja." ucap Bibik Sisi terlihat malu.


"Aku sangat suka Masak Bibik. Sangat aneh kalau ada orang yang kurang suka dengan masakan Bibik." ucap Aris langsung.


Angga hanya diam saja. "Sudah-sudah ayo lanjut makan." ucap Bibik Sisi.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. Angga bosan duduk di ruangan itu dia melihat Mona yang sedang duduk sendirian di pondok depan.


"Angin di siang hari ternyata enak sekali di sini bukan?" ucap Angga duduk tidak jauh dari Mona. Mona melihat Angga tersenyum.


"I-iyah tuan." ucap Mona sangat gugup.

__ADS_1


Angga memerhatikan Mona dari atas sampai ke bawah dan melihat banyak luka, dan kaki sakit.


"Dan ternyata kamu yang membuat saudara kamu sulit?" ucap Angga. Mona terdiam.


"Karena kamu dia harus mengutang." ucap Angga. Mona terdiam.


"Seharusnya Kamu lebih banyak mengertilah kepada Tania. Jangan semakin menyulitkan nya setiap hari!" ucap Angga.


"Kenapa Tuan berbicara seperti itu?" ucap Tania yang baru saja datang dan tidak sengaja mendengar pembicaraan Angga.


"Agar adik mu tau." ucap Angga.


"Tuan tidak perlu ikut campur masalah pribadi saya, dan tuan memarahi Adik saya." ucap Tania.


Angga hanya diam seperti tidak perduli.


"Kamu masuk dan istirahat aja Yah Mona, mbak mau pulang dulu." ucap Tania.


Mona tiba-tiba mendekati Tania dan langsung memeluk nya.


"Mbak maafin aku sudah banyak merepotkan mbak, aku menjadi beban untuk mbak." ucap Mona.


Tania mengelus badan Mona. "Kamu harus fokus pada kesembuhan kamu, lupakan apa yang terjadi, jangan hal itu terjadi lagi." ucap Tania.


"Terbuat dari apa hati wanita ini? Dia sangat sabar dan. juga selalu memanfaatkan orang yang sudah salah kepada nya." batin Angga.


"Ya udah kalau begitu Mbak harus pulang yah. Kamu cepat sembuh." ucap Tania mencium pipi Mona.


"Mbak kapan pulang nya? Aku Masih sangat merindukan Mbak." ucap Mona. Tania menoleh ke arah Angga.


"Mbak akan datang setelah mbak mendapatkan ijin." ucap Tania.


"Lebih sering lah datang mbak, aku mohon." ucap Mona. Tania menganguk Saja walaupun sebenarnya dia tidak tahu bakalan kapan bertemu dengan adik nya Itu.


"Apa Eki tidak di bawa?" tanya Angga. "Sebaiknya dia tinggal saja Tuan." ucap Tania. Angga tidak berani memaksa Tania untuk membawa akhirnya mereka meninggalkan rumah itu.


"Bagaimana kalau Eki sakit?" tanya Angga.


Tania hanya diam saja. Angga yang menyetir melihat Tania yang sama sekali tidak tersenyum dari tadi setelah pulang dari sana.


"Setelah ini kita kemana?" tanya Angga.

__ADS_1


Tania memberi tahu mereka harus membayarnya utang Tania. Angga mengikuti ke mana arahan Tania.


Dia sangat kaget ternyata rumah itu adalah rumah teman nya, dia memilih untuk di dalam mobil saja. Dan tidak beberapa lama dia kembali.


"Maaf Tuan sudah menunggu. Sebaiknya kita langsung pulang." ucap Tania. "Apa semua nya sudah selesai?" tanya Angga. Tania menganguk.


Mereka meninggalkan halaman rumah itu dan segera pulang.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan rumah Angga. Dia menoleh ke arah Tania dan ternyata Tania sudah tidur. Dia menghela nafas panjang.


"Nih orang kalau tidak tidur di dalam mobil gak bisa yah, dasar wanita kampungan." ucap Angga. Dia menatap wajah Tania.


"Kenapa wajah ini benar-benar sangat Mirip sekali, aku berfikir hanya karena mata, namun sekarang jauh lebih mirip sekali." batin Angga.


Tiba-tiba Tania membuka mata nya, Angga memalingkan pandangannya.


"Kita sudah sampai Tuan? Maafin saya tuan ketiduran lagi." ucap Tania.


"Kalau kau tidak tidur mungkin itu jiwa orang lain." ucap Angga langsung turun dari dalam mobil.


Angga sudah di sambut oleh pelayan nya.


"Tania sini deh." Dara menarik tangan Hena.


"Ada apa mbak Dara?" tanya Tania.


"Kamu sama tuan Angga dari mana? Eki kemana?" tanya Dara.


"Saya mengantar kan Eki pulang Mbak. Ada apa yah?" tanya Tania.


"Hari ini Tuan Angga sangat berbeda." ucap Dara.


"Berbeda bagaimana Mbak? Saya melihat biasa saja." ucap Tania.


"apa kamu tidak sadar kalau kamu adalah orang yang sangat beruntung duduk berdua di dalam mobil bersama tuan Angga dan di supir kan oleh tuan Angga yang terkenal tidak akan pernah menyetir kalau orang Itu tidak spesial." ucap Dara.


"Maksud mbak aku spesial, itu sebab nya Tuan Angga mau nganterin saya begitu?" ucap Tania. Dara menganguk.


"Mbak jangan terlalu berfikir seperti itu. Justru saya merasa Kesal pada Tuan Angga hari ini. Kalau bisa memilih saya akan naik gojek saja ." ucap Tania.


"Lalu Eki di Mana sekarang?" tanya Dara.

__ADS_1


"Eki harus tinggal dengan Bibik ku lagi. Aku tidak ingin membuat semua orang heboh karena anak ku. Aku di sini hanya bekerja menjadi pelayan." ucap Tania.


"Tapi Tuan Angga sangat senang kalau Eki di sini, dia sudah dekat dengan Eki." ucap Dara.


__ADS_2