
"Bagaimana keadaan Tuan Angga?" tanya Dara.
"Kelihatan nya tuan Angga sangat cepat pulih Mbak, saya yakin karena Obat dari dokter yang sangat paten dan juga itu bukan rumah sakit sembarangan." ucap Tania. Dara hanya tersenyum.
"Kalau Tuan Angga sedikit galak dan juga emosi an, saya harap kamu jangan ambil hati." ucap Dara. Tania tersenyum.
"Tuan Angga bukan hanya sedikit galak lagi Mbak. Dia memang sangat galak sekali." ucap Tania.
"Tapi mau bagaimana pun saya sudah berjanji untuk menjaga nya sampai sembuh. Karena saya juga Tuan Angga seperti ini." ucap Tania.
"Berhenti menyalah kan diri seperti itu. Merasa bersalah boleh tapi jangan menyalah kan diri, saya yakin kamu melakukan itu tidak sengaja." ucap Dara.
Dara memerhatikan wajah Tania yang selalu tersenyum. Bahkan orang tidak akan tau apa yang sedang dia pikirkan. Dia menanggapi semua nya dengan tersenyum sehingga membuat orang yang melihat nya suka.
Tidak beberapa lama mereka keluar dari lift. "Selamat bekerja." ucap Dara meninggalkan Tania di ruangan penjahit.
Dara pergi dari sana mengurus pekerjaan yang lain nya.
Di rumah sakit Angga terlihat sangat tidak nyaman dengan keberadaan Nada di sana.
"Sebaiknya Anda keluar dari sini, saya ingin istirahat." ucap Angga. "Tapi Tuan.." "Saya minta anda keluar!" ucap Angga.
Nada menghela nafas panjang.
"Baiklah kalau begitu saya akan keluar Tuan. Tuan istirahat yang cukup yah, semoga cepat sembuh." ucap Nada. Angga hanya diam.
Nada keluar dari sana dan sangat kaget melihat di depan sudah ada bodyguard Angga. Dia cepat-cepat keluar dari RS itu.
"Tuan Angga terlihat sangat tidak nyaman ketika bersama orang lain, namun kenapa ketika dengan Tania dia terlihat biasa saja seperti sudah lama kenal?" ucap Nada.
Dia masuk ke dalam mobil nya.
"Tapi ya sudahlah, setidaknya aku bisa menghirup udara yang sama dengan tuan Angga. Ini semua berkat Tania. Terimakasih banyak Tania." ucap Nada.
Nada terlihat sangat senang sekali. Nada memutuskan untuk pulang ke Butik nya. Namun saat sedang fokus menyetir dia sangat terkejut karena geng motor lewat hampir menyerempet mobil mewah nya itu.
Dia sempat menoleh motor yang sangat berisik itu.
__ADS_1
"Loh itu bukan nya Adek Tania?" dia langsung mengambil video nya.
"Ya ampun bisa-bisa nya dia jam sekolah seperti ini malah berkeliaran dengan anak geng motor itu." ucap Nada.
Dia mengirim video itu pada Tania.
Namun tidak aktif, Nada mencoba menelpon nya namun tidak aktif. "Kemana sih Tania? Apa peraturan di rumah tuan Angga tidak bisa menggunakan Telpon?" ucap Tania kesal.
"Ah sudahlah aku tidak perduli. Lagian itu adalah hak nya untuk pergi kemana saja. Tania saja tidak perduli." ucap Nada.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di Butik.
"Bu Nada, ada tamu yang mencari Ibu di dalam." ucap karyawati yang menunggu di luar.
"Siapa?" tanya Nada.
"Saya juga baru melihat nya Bu." ucap karyawati nya.
Dia masuk ke dalam. Melihat pria duduk di sofa tunggu merasa tidak asing.
"Permisi... Apa Bapak sedang mencari saya? Apa ada pakaian dari butik saya kurang bagus? saya akan meminta penjahit saya memperbaiki nya." ucap Nada.
"Sorry aku melupakan nama kamu." ucap Nada. "Aris!" ucap nya langsung ketika mengingat.
"Ayo silahkan duduk." ucap Nada. Mereka duduk sambil di seduh kan Kopi.
"Saya mengantar kan Teman saya membeli beberapa pakaian." ucap Aris. "Oohhh begitu, saya sangat senang kamu mau mampir ke Butik saya." ucap Nada.
Aris tersenyum. "Apa kamu tidak ingin memilih pakaian?" tanya Nada. "Saya tidak biasa membeli baju sendiri. Biasanya Tania selalu membantu saya memilih pakaian yang cocok." ucap Aris.
"Bagaimana kalau saya membantu kamu? Tania baru saja mengeluarkan Jas jahitan nya, seperti nya itu sangat cocok dengan kamu, kalau tidak Cocok Masih banyak kok yang lain nya." ucap Nada.
"Boleh juga." ucap Aris. Nada membawa ke lantai dua. "Ini dia, kamu bisa mencoba nya terlebih dahulu." ucap Nada. Aris masuk ke ruangan ganti dan tidak beberapa lama keluar.
"Wahh ini sangat bagus sekali. Sangat cocok dengan kamu." ucap Nada ketika melihat Aris berkaca di cermin besar.
"Kalau begitu saya mengambil ini." ucap Aris. Nada sangat senang sekali. Lagi-lagi Jahitan Tania di ambil bahkan baru beberapa jam di pajang.
__ADS_1
Cukup lama mereka berbincang-bincang karena Aris juga menunggu teman nya. Aris meminta nomor Nada dengan beralasan kalau mempunyai teman yang ingin membeli jas dia akan menyarankan ke sini.
Waktu nya makan siang, suster datang mengantar kan makanan ke Angga, suster mau membantu namun Angga memilih untuk makan sendiri.
Dia memakan makanan itu dengan biasa tampa kesusahan sama sekali.
Namun tiba-tiba dia termenung mengingat Tania yang menyuapi nya. "Sial! Makanan ini sama saja namun sangat berbeda dengan suapan wanita itu.$ ucap Angga.
Dia hanya Makan dua suap dan tidak lanjut makan lagi.
Angga turun dari kasur mau ke kamar mandi. Semua nya kelihatan baik-baik saja.
Tidak terasa sudah jam Empat.
Angga melihat ke arah pintu ruangan itu. "Kemana wanita itu? Apa dia berbohong?" ucap Angga.
Namun tiba-tiba pintu terbuka.
"Dari mana saja kau?!" tanya nya langsung. Namun ternyata itu bukan Tania.
"Ma-maaf Tuan kalau mengganggu Tuan. Saya harus menyudahinya pekerjaan saya terlebih dahulu baru bisa datang." ucap Fani.
Angga melihat Fani dia langsung berwajah dingin. Fani yang melihat itu hanya bisa diam. "Saya tidak meminta kamu datang ke sini!" ucap Angga.
"Ini beberapa surat dari rekan kita yang dari Korea tuan. Mereka sudah setuju untuk bekerja sama, namun tuan harus membaca ini dulu, setelah itu baru hisa di tandatangani." ucap Fani.
"Kamu tidak melihat saya sedang sakit? Saya tidak ingin memikirkan pekerjaan untuk saat ini! Bawa semua berkas-berkas itu." ucap Angga kesal.
Fani kebingungan. "Kenapa Tuan Angga tiba-tiba seperti ini? Justru di yang meminta hari ini semua nya harus selesai, bahkan aku dengan Dara sudah bergadang menyiapkan ini." ucap nya dalam hati.
"Baik Tuan." jawab Fani. "Kemana wanita itu? Dia mengatakan kembali ke sini jam Empat sore, ini sudah jam empat lewat." ucap Angga.
"Ma-maksud Tuan Siapa?" tanya Fani.
"Wanita penjahit itu!" ucap Angga.
"Tadi Dara berpesan kepada saya kalau Tania pulang ke rumah nya tiba-tiba. Kamu tidak tau alasan nya apa Tuan." ucap Dara.
__ADS_1
"Berani-beraninya dia membohongi saya!" ucap Angga kesal.