Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 164


__ADS_3

Nada kembali ke kamar nya.


"Kalau kamu membutuhkan sesuatu kamu Bisa ngomong sama mamah." ucap Mamah nya kepada Nada yang hendak masuk ke dalam kamar.


"Aku baik-baik saja Mah." ucap Nada. Baru saja masuk tiba-tiba dia di telpon oleh Dara.


"Dara? Kenapa dia menelpon ku? Apa ini tentang Tuan Angga?" tanya Nada.


Nada menjawab nya.


"Halo Nada, kamu lagi di mana? Kamu bisa datang menemui aku di luar gak?" tanya Dara langsung.


"Ada apa? kenapa sangat mendadak?" tanya Nada.


"Kamu harus menemui ku sekarang!" ucap Dara.


"Aku tidak di ijinkan untuk keluar jauh." ucap Nada.


"Baiklah kalau begitu aku akan ke tempat kamu." ucap Dara.


"Ada apa yah Dara tiba-tiba menelpon dan mengajak untuk bertemu?" ucap Nada. Namun karena penasaran dia harus keluar.


"Nada kamu mau kemana?" tanya Mamah nya.


"Aku ada kepentingan di luar sebentar mah." ucap Nada. "Apa kamu tidak mendengar nasehat orang tua? Kamu belum bisa keluar nak." ucap Mamah nya.


"Tapi ini sangat penting Mah, aku hanya menemui Dara teman ku di luar." ucap Nada.


"Mamah bilang tidak boleh yah tidak boleh!" ucap Mamah nya.


"Mah aku mohon sebentar saja, aku juga tidak jauh." ucap Nada.


Mamah nya tetap tidak mengijinkan dia keluar. alhasil Nada meminta Dara langsung saja ke rumah nya.


Tidak beberapa lama akhirnya Dara datang.


"Rumah kamu cukup jauh." ucap Dara.


Nada tersenyum tipis.


"Kamu kenapa? Kenapa kelihatan nya sangat lemas sekali?" tanya Dara, Nada menggeleng kan kepala nya.


"Apa yang terlalu penting sehingga kamu datang jauh-jauh ke sini?" tanya Nada.


"Aku ingin menunjukkan ini kepada kamu." ucap Dara.


Nada melihat nya.


"Aku ingin menunjukkan ini dari kemarin hanya saja aku baru bisa datang sekarang." ucap Dara.


"Di situ sudah terlihat jelas kalau Aris tidak berselingkuh, perempuan itu memiliki pacar, mereka memang berteman baik." ucap Dara.


"Kamu hanya melihat foto mereka berdua saja di sana, tapi pacar nya juga ikut di bioskop tersebut." ucap Dara.


"Apa kamu belum percaya?" tanya Dara.

__ADS_1


"Aris sangat akrab dengan semua teman nya yang perempuan, itu sudah hal biasa bagi nya." ucap Dara.


"Apa kamu masih belum percaya?" tanya Dara.


Nada menangis.


"Aku minta maaf, aku benar-benar tidak tau kalau seperti itu." ucap Nada.


"Sudah jangan sedih lagi, kamu dengan Aris harus membicarakan ini dengan kepala dingin hati yang tenang." ucap Dara.


"Sekarang kamu sudah tau kebenaran nya, kalau kamu tidak suka kamu bisa mengatakan kepada Aris, dia juga pasti mengerti kok." ucap Dara.


"Terimakasih yah Dara sudah membantu ku." ucap Nada. "Bukan kah teman harus saling membantu?" tanya Dara. Nada langsung memeluk Dara.


"Sudah jangan berfikir yang aneh-aneh lagi sekarang, kamu harus fokus pada acara pernikahan kalian. memperbaiki hubungan." ucap Dara.


Nada menganguk.


"Ya sudah kalau begitu aku pulang yah, aku tidak bisa lama-lama di sini." ucap Dara.


Nada menganguk. Dara pun pergi orang tua nya menyusul Nada keluar.


"Mamah sama papah sudah bilang kalau kalian hanya salah paham, Aris anak yang baik, dia juga pria yang setia mana mungkin dia menduakan kamu." ucap Mamah nya.


"Aku sudah berburuk sangka kepada di Mah. Aku sangat merasa bersalah." ucap Nada.


"Sudah-sudah tidak apa-apa, Nama nya juga salah paham, sebelum nya kamu tidak Tau." ucap Orang tua nya.


Tidak terasa satu hari lagi pernikahan di langsung kan.


"Tania kemana? Kenapa dia tidak ikut datang mengantar kan ini?" tanya Nada.


"Dia tidak bisa datang harus menyelesaikan beberapa jas lagi." ucap karyawan yang lain.


"Oohh begitu." ucap Nada.


Di malam hari nya...


"Permisi...." Tania datang ke rumah Angga.


"Tania... Tumben-tumbenan banget kamu datang ke sini? sudah beberapa hari ini kamu tidak ke sini?" tanya Dara.


"Aku mau memberikan ini kepada Angga." ucap Tania.


"Ini sudah jam sepuluh malam, Tuan Angga pasti sudah tidur." ucap Dara.


"Siapa bilang saya tidur?" ucap Angga yang baru saja turun.


Dara melihat Angga.


"Kamu kenapa ke sini malam-malam tidak mengabari saya? Bagaimana kalau di perjalanan terjadi sesuatu?" ucap Angga.


"Humm sebaiknya aku masuk dulu yah Tania." ucap Dara. Tania menganguk.


"Aku mau mengantar kan ini untuk kamu, menunjukkan paper bag yang cukup besar.

__ADS_1


"Ini bisa di berikan besok, kamu harus memikirkan keselamatan kamu." ucap Angga.. Tania meminta Angga diam.


"Sebaik nya kamu membuka ini dulu, lihat isi nya apa baru kamu komentar." ucap Tania.


Angga membuka paper bag itu..Dan ternyata isinya adalah jas seperti yang diinginkan oleh Angga dan setelan lengkap.


"Ini untuk saya?" tanya Angga.. Tania menganguk.


"Kalau sedikit kurang rapi aku minta maaf karena aku mengerjakan nya sangat terburu-buru karena besok sudah hari pernikahan Nada." ucap Tania.


"Lalu kamu memakai pakaian apa? saya harus menyesuaikan nya." ucap Angga. Tania tersenyum.


"Dress yang pernah kamu suruh aku jahit. Sangat serasi dengan ini kok." ucap Tania. Angga tersenyum.


"Kamu benar-benar perempuan hebat yang tau membuat saya senang." ucap Angga mencubit pipi Tania.


Tania tersenyum.


"Aku hanya mau mengantar kan itu saja, aku akan pulang, kasihan Eki pasti sudah menunggu di rumah." ucap Tania.


"Baiklah kalau begitu, saya akan mengantarkan kamu pulang." ucap Angga.


Tania menahan Angga.


"Kamu di sini saja, karena sudah ada yang membawa ku pulang." ucap Tania.


"Siapa?" tanya Angga.


Dia langsung melihat keluar. Dan ternyata ada Mona dan juga pria yang tidak asing di mata Angga.


"Tomi..." Ucap Angga.


Tania kaget kenapa Angga bisa tau nama Tomi.


"Kenapa kamu bisa tau Tomi?" tanya Tania.


"Tomi adalah keponakan ku." ucap Angga.


Tania kaget, begitu juga dengan Mona.


"Apa kamu yang membuat Mona kecelakaan?" tanya Angga kepada Tomi.


"Iyahh om, aku tidak sengaja, aku sama sekali tidak tau akan seperti itu" ucap Tomi.


"Bukkk!!! Satu tinjuan yang begitu keras mengenai wajah Tomi.


"Kamu benar-benar sangat kurang ajar! Bagaimana bisa kamu sangat jahat kepada Mona?" ucap Angga.


"Sudah-sudah Angga.. Sudah jangan di bahas lagi, jangan membahas ini lagi, aku dengan Mona sudah melupakan nya." ucap Tania.


"Ini sudah keterlaluan!" ucap Angga. "Aku minta maaf om, aku janji tidak akan melakukan nya." ucap Tomi.


Tania menahan tangan Angga. "Kamu tenang kan diri dulu, aku akan pulang dulu karena ini sudah malam." ucap Tania.


Mona membantu Tomi yang sudah kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2