Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 175


__ADS_3

"Kamu di rumah saja, istirahat. Kelihatan nya kamu sangat lelah." ucap Bibik Sisi..


"Aku gak apa-apa kok Bik." ucap Tania.


"Bibik yang sangat khawatir melihat kamu seperti ini, ayo tidur dengan benar." ucap Bibik Sisi.


Akhirnya Tania tinggal bersama Eki. Bibik Sisi dan Mona segera berangkat ke sekolah.


Tania menatap wajah Eki..


"Mamah tidak akan sanggup kehilangan kamu nak, Mamah tidak akan bisa nak." ucap Tania mencium pipi anak nya itu.


Baru saja dia tertidur dengan sangat lelap namun pintu rumah sudah ada yang mengetuk.


"Siapa sih yang datang pagi-pagi? Perasaan Bibik sisi baru saja pergi." Batin Tania.


Dia keluar dari kamar, tidak langsung membuka pintu tapi mengintip terlebih dahulu siapa yang mengetuk pintu nya karena cukup Keras.


Setelah melihat itu adalah mantan Mertua nya dia sangat terkejut dan juga takut.


"Ya Allah kenapa mereka ke sini lagi? Apa jangan-jangan Malvin sudah datang?" ucap Tania Takut.


"Bagaimana ini? Aku harus melakukan apa?" ucap Tania syok.


Tania kembali ke kamar mengunci pintu.


"Seperti nya tidak ada di rumah ini Bu." ucap Bodyguard nya kepada bos nya itu.


"Tidak mungkin tidak ada orang, sudah jelas Tania cuti kerja. Dia pasti bersembunyi di dalam." ucap mantan mertua Tania.


"Kamu keluar Tania! berikan Eki kepada kami, Malvin sudah setuju untuk mengambil Eki." ucap mantan mertua nya.


"Ya Allah lindungilah kami, jangan biarkan mereka bisa masuk ke dalam dan mengambil Eki dari ku." ucap Tania berdoa sambil memeluk Eki.


"Tania keluar kamu!" teriak mantan mertua nya.


"Heh! Heh! Ada apa ini ribut-ribut di depan rumah saya? Kalian bisa.saya lapor kan." ucap Bibik sisi yang baru saja pulang.


"Di mana Eki? Malvin sudah menyetujui untuk mengambil Eki. Sekarang berikan Eki kepada kami."


Bibik Sisi tertawa.


"Kalau benar Malvin mau mengambil Eki suruh dia datang ke sini dan menjemput Anaknya." ucap Bibik Sisi.


"Bukan malah meminta orang tua nya datang ke sini untuk mengambil Eki secara paksa."' ucap Bibik Sisi.


"Dia sedang di luar negeri, dia tidak akan bisa pulang."

__ADS_1


"Kalau dia tidak bisa datang jangan berharap bisa mengambil Eki dari Tania." ucap Bibik sisi.


"Eki adalah cucu saya, saya memiliki hak untuk mengambil nya." ucap mantan mertua Tania.


"Memang itu adalah cucu kalian.. Tapi dulu Kalian tidak mengakui nya. Tania membesarkan nya sehingga sudah seperti ini Kalian mau mengambil Eki.. entah untuk apa." ucap Bibik Sisi.


"Kenapa bibik berbicara seperti itu? Kami mau mengurus Eki." ucap mantan mertua Tania.


"Kami juga mengurus Eki di Sini, dia tumbuh jadi anak yang pintar dan cerdas, tidak seperti papah nya." ucap Bibik Sisi.


"Sudah lah tidak ada gunanya kalian di sini, segera pergi karena saya mau istirahat." ucap Bibik Sisi mengusir mereka.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka memilih untuk pergi dari sana karena sudah sangat malu dan juga campur kesal.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka pergi.. Bibik Sisi Membuka Pintu memeriksa keadaan Tania dan Eki.


"Tania..."' ucap Bibik Sisi masuk ke dalam kamar.


"Bibik..." Tania memeluk Bibik Sisi.


"kamu tidak perlu takut, mereka sudah pergi kok." ucap Bibik Sisi.. Tania menghela nafas Lega.


"Terimakasih yah Bik." ucap Tania. Bibik sisi Menganguk..


"Tadi Bibik tidak sengaja ketemu dengan tuan Angga di luar, nih dia nitip sesuatu untuk kamu dan juga Eki." ucap Bibik Sisi.


"Oohhh." ucap Tania sambil melihat makanan itu.


"Kamu sama Eki belum makan, sebaiknya kamu makan saja dulu." ucap Bibik sisi.


Tania menganguk.


"Bik kalau seandainya mereka melakukan semua cara untuk mendapatkan Eki bagaimana?" tanya Tania.


"Ssstttt!!! Kamu jangan menyerah.. Mereka tidak akan bisa melakukan apapun untuk mendapatkan Eki." ucap Bibik Sisi.


"Tapi aku sangat takut bik, aku merasa mereka akan melakukan apapun demi untuk mendapatkan Eki." ucap Tania.


"Walaupun mereka Melakukan banyak cara, Eki tidak akan bisa bersama mereka." ucap Bibik Sisi. Tania terdiam.


"Aku tidak mengerti apa yang sedang mereka rencanakan." ucap Tania.


"Yang pasti mereka menginginkan Eki hanya karena sesuatu." ucap Bibik Sisi.


"Tapi bik, kalau Malvin yang meminta Eki bagaimana? aku tidak akan bisa mengatakan apapun." ucap Tania.


"Jangan takut, percaya saja kepada Bibik." ucap Bibik Sisi mencoba meyakinkan Tania.

__ADS_1


Malam hari nya Tania duduk bersama Mona di ruang tamu sementara Eki dengan Bibik Sisi di kamar.


"Aku sangat bosan mbak, apa mbak tidak bosan hanya di rumah saja?" tanya Mona.


Tania menggeleng kan kepala nya.


"Aku mau ngajakin mbak keluar, mau yah?" ucap Mona.


"Mbak mau Nonton saja, kamu saja yang keluar." ucap Tania.


"Mbak yakin gak mau ikut? Apa tidak Bosan hanya di rumah saja?" tanya Mona lagi.


"Kamu saja yang pergi keluar dek, mbak tidak ingin." ucap Tania.


"Hummm bagaimana kalau membeli Martabak dengan KFC?" tanya Mona.


"Mbak tidak memiliki uang, untuk beberapa hari mbak harus menghemat uang yang ada." ucap Tania.


"Mbak tenang saja, aku yang akan membayar nya kok." ucap Mona. "Kamu memiliki uang dari mana?" tanya Tania.


"Humm kalau aku jujur mbak gak akan Marah kan?" tanya Mona dulu. "Kamu mendapatkan uang dengan cara yang tidak baik yah? Kamu jangan seperti itu Mona!" ucap Tania.


"Enggak mbak, aku di kasih uang lebih oleh kak Angga." ucap Mona. "Oohh.." ucap Tania.


"Loh Mbak gak marah?" tanya Mona.


"Kenapa mbak harus marah? Itu rejeki kamu dari Angga." ucap Tania. Mona tersenyum.


"Sebenarnya aku mau meminta uang bayar SPP kepada mbak, dan ternyata kak Angga yang mau membayar nya. Aku tidak enak untuk menerima nya tapi aku juga membutuhkan nya." ucap Mona.


Tania tersenyum. "Tidak apa-apa, mbak tidak akan marah kok." ucap Tania.. Mona sangat senang mbak nya bisa pengertian.


"Ya udah kalau begitu ikut aku keluar yah mbak, aku mohon." ucap Mona.


"Mbak sama sekali tidak Mood mau keluar dari rumah..Mbak jar, menjaga Eki juga." ucap Tania.


"Kalau begitu bawa Eki saja mbak." ucap Mona.


"Nanti ada Suruhan mantan mertua mbak, itu yang mbak takuti.." ucap Tania.


"Ya udah kalau begitu aku keluar sendiri deh cari makanan biar tidak Bosan." ucap Mona.


"Kamu hati-hati yah,. jangan terlalu kemalaman pulang nya." ucap Tania.


"oke Mbak. Aku pamit dulu yah." ucap Mona.


Tania menganguk. Setelah Mona pergi dia langsung menutup pintu seperti biasa, karena dia takut mantan mertua nya tiba-tiba datang. N

__ADS_1


__ADS_2