Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 118


__ADS_3

"Sudah selesai, bapak mau kemana?" tanya Aris.


"Jangan banyak tanya! Berapa minyak Nya?" ucap Angga.


"Tidak perlu Tuan, saya ikhlas kok." ucap Aris. "Ambil saja ini." ucap Angga memasukkan kedalam kantong nya.


"Saya mengucapkan terimakasih, kalau mungkin tidak ada yang lewat saya tidak tau harus bagaimana." ucap Angga.


"Kenapa Tuan membawa mobil ini? Dan Tuan mau kemana?" tanya Aris. "Saya mau menghampiri Tania. Cerita nya panjang." ucap Angga.


"Oohh mau menghampiri Tania, tapi kenapa ke arah sana?" ucap Aris.


"Cerita nya panjang. Sebaiknya saya segera berangkat." ucap Angga. Aris melihat nya dengan kebingungan.


"Apa yang terjadi? kenapa kelihatan nya ada sesuatu yang terjadi?" ucap Aris.


Dia memasukkan kembali tempat minyak ke dalam mobil nya dan segera pergi.


Tidak beberapa lama akhirnya Angga sampai di tempat lokasi Tania berada, Angga menghampiri resepsionis terlebih dahulu agar dia tau di mana kamar Tania.


"Permisi apakah ada nama Tania yang menginap di hotel ini?" tanya Angga. "Tunggu yah pak, kita periksa dulu." ucap resepsionis.


"Maaf Pak beberapa menit yang lalu Bu Tania sudah keluar." ucap Resepsionis.


"Keluar?" ucap Angga. Iyah pak. Angga Menghela nafas panjang. "Itu orang nya pak." ucap Resepsionis menunjukkan wanita yang menggandeng anak nya.


"Itu bukan Tania yang saya cari mbak." ucap Angga. "Tapi di sini yang bernama Tania hanya itu saja." ucap resepsionis.


Angga baru ingat kalau Tania memiliki Nama yang berbeda di KTP nya.


"Yang bernama Anita putri." ucap Angga. "Tunggu kami periksa yah Pak." ucap resepsionis.


"Ternyata ada pak. Di kamar nomor 235." ucap resepsionis. Angga langsung naik ke lantai dua.


Sudah sampai di depan pintu dia melihat ke sekitar nya terlebih dahulu memastikan benar-benar tidak ada orang yang mengintainya.


Merasa aman akhirnya Angga mengetuk pintu. "Tok!! tok!! tok!!" ketukan pintu yang tak kunjung di buka.


"Kenapa dia tidak membuka nya? apa dia tidak ada di dalam?" tanya Angga bingung.


Dia ingin bertanya pada penjaga hotel terlebih dahulu namun pintu tiba-tiba terbuka.

__ADS_1


"Siapa yah?" tanya Tania saat membuka pintu. Angga berbalik dia mendekati Pintu.


"Tuan Angga, bagaimana bisa Tuan di sini?" ucap Tania kaget.


"Kamu kenapa tidak kembali ke rumah? kenapa?" tanya Angga. "Aku hanya ingin di sini Dulu. Kenapa Tuan di sini? sebaiknya Tuan pergi, bagaimana kalau ada yang melihat?" ucap Tania.


"Saya mengkhawatirkan kamu, saya mendengar kalau kamu tidak di rumah mu dan juga tidak di Butik Nada." ucap Angga. "Aku baik-baik saja, sebaiknya Tuan pergi." ucap Tania.


"Tania..." ucap Angga. Karena Tania berusaha membuat nya pergi.


"Kenapa? Apa kamu tidak memikirkan keselamatan kamu? Bagaimana kalau orang tua kamu tau." ucap Tania.


"Saya keluar dari mereka menyamar, saya pastikan tidak ada yang tau, saya sangat merindukan kamu, saya sangat kehilangan." ucap Angga. Tania Menggeleng kan kepala nya.


"Jangan membuat luka ini semakin dalam lagi, aku mohon aku akan belajar melupakan hubungan kita sebelum nya." ucap Tania.


Angga Menggeleng kan kepala nya.


"Tidak... Jangan mengatakan seperti itu Tania. kamu tau kalau saya mencintai kamu dengan tulus." ucap Angga.


"Kita harus saling melupakan, walau pun ini cukup berat namun tidak mungkin kita bersama." ucap Tania.


"Kenapa tidak mungkin? Tidak ada yang mungkin Tania." ucap Angga.


Angga di tutup di luar.


"Tania buka pintu nya Tania, saya mohon." ucap Angga mengetuk pintu Tampa henti.


"Aku mohon kamu pergi saja, jangan membuat masalah untuk diri kamu sendiri." ucap Tania.


"Saya hanya ingin bersama kamu Tania. kamu menyiksa saya seperti ini." ucap Angga.


"Aku mohon pergi saja." ucap Tania.


Tania di Balik pintu menahan air mata nya keluar. "Tidak ada restu untuk kita, mana mungkin kita bersama. Maafin aku.." batin Tania.


"Berpisah adalah jalan satu-satunya. Aku tidak perduli kamu mengatakan aku jahat, tapi ini demi kebaikan kamu, karier dan hubungan keluarga kamu." ucap Tania.


"Saya hanya butuh kamu, hanya kamu yang saya butuhkan. Tania buka pintu nya saya sangat merindukan kamu." ucap Angga.


"Angga!!" tiba-tiba suara kuat memanggil nama Angga. Angga menoleh ke arah Suara itu ternyata itu adalah Papah nya.

__ADS_1


Tania sadar itu adalah Papah nya Angga.


"Papah.." ucap Angga.


"Jangan berfikir kalau kamu bisa diam-diam menemui wanita itu." ucap papah nya.


"Pah aku sangat mencintai Tania, aku mohon jangan memisahkan aku dengan dia." ucap Angga.


"Kamu lebih memilih dia atau semua yang kamu punya sekarang?" tanya papah nya.


"Tania Pah." ucap Angga. Tiba-tiba Tania membuka pintu.


"Tidak ada Gunanya kamu memilih aku. Aku sudah tidak mencintai kamu, aku lebih memilih berpisah untuk selamanya. kembali lah." ucap Tania.


"Tania jangan berbicara seperti itu, saya mohon.." ucap Angga. "Aku tidak bercanda, aku serius." ucap Tania.


Angga menggeleng kan kepala nya. "Aku akan terus memperjuangkan kamu." ucap Angga.


"Jangan bodoh jadi laki-laki Angga!" ucap papah nya. mereka membawa paksa Angga dari sana.


Tania hanya bisa melihat dengan tatapan sedih melihat Angga menangis ketika harus berpisah lagi dari dia.


"Maafin aku, maafin aku..." Ucap nya menangis.


"Tania...." Tiba-tiba Dara datang menenangkan Tania. Dia memantau Orang tua Angga dan ternyata di semua mobil sudah ada alat pelacak.


Orang tua Angga dengan mudah bisa menemukan Angga di Mana.


"kamu jangan sedih." ucap nya kepada Tania. "Aku sangat jahat Dara..." ucap nya. Dara menggeleng kan kepala nya.


"Jangan berfikir seperti itu, sebaik nya kamu menenangkan diri." ucap Dara.


"Ingat kalau setiap masalah pasti ada jalan keluar nya. Sekarang masalah tidak akan selesai kalau kamu menangis seperti ini, tuan Angga Akan semakin khawatir." ucap Dara.


"Seandainya kalau tidak jodoh kamu jangan sedih, mungkin bukan Tuan Angga yang terbaik untuk kamu, sebaiknya kamu pulang ke rumah, ingat anak dan adik kamu." ucap Dara.


Setelah beberapa lama Dara menenangkan Tania akhirnya Tania mau pulang. Dara meminta Tania untuk lebih senyum agar tidak ada yang berfikir dia sedang Sedih.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Tania menatap Dara.


"Tidak apa-apa ayo turun, Eki pasti sudah menunggu Kamu." ucap Dara. Mereka turun. dari depan Tania melihat Eki yang sedang berjalan di teras rumah. Dia tertawa dan tersenyum bersama Bibik Sisi.

__ADS_1


Seketika kesedihan nya langsung Hilang, dia memeluk dan juga mencium Eki.


__ADS_2