
Aris tersenyum. Dia melihat Eki yang berceloteh.
"Kalau di lihat-lihat kamu bukan seperti mamah nya Eki tapi saudara perempuan nya." ucap Aris.
"Berhenti menggoda ku, aku sudah terlihat sangat Tua sekarang." ucap Tania. Aris tertawa.
Mereka segera meninggalkan rumah itu. Di tempat lain.
"Permisi Tuan muda. Makan malam sudah siap." ucap Dara. "Saya makan malam di luar bersama klien saya, kamu ikut dengan saya." ucap Angga.
"Baik Tuan." ucap Dara. Mereka pun berangkat. "Kalau boleh tau Mbak Fani kemana Tuan?" tanya Dara, karena tidak biasa nya Angga mengajak nya.
"Fani mempunyai pekerjaan yang harus di selesaikan malam ini." ucap Angga. Dara pun diam sambil mengikuti langkah Angga ke dalam mobil.
"Aku adalah ketua pelayan di rumah ini, bukan pengganti Mbak Fani." batin Dara. Dia membuka ponsel nya mengirimkan pesan pada seseorang.
"Maaf sayang aku tidak bisa keluar dengan kamu malam ini, aku tiba-tiba di ajak Tuan Angga bertemu klien." pesan nya pada sang kekasih nya.
Mereka pun berangkat ke sebuah Restoran yang sudah di janji kan sebelum nya. Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
Angga turun dari mobil mewah nya setelah di buka in pintu oleh bodyguard nya.
"Auhhh!!" Tiba-tiba seseorang Terjatuh karena banyak nya orang mau menghampiri Angga sehingga semua bodyguard antusias dan tidak sengaja menabrak seseorang yang tengah asik melihat Kolam ikan di depan restoran itu.
"Maaf-maaf Bu, saya tidak sengaja." ucap bodyguard. Dan ternyata itu adalah Tania. "Tidak apa-apa, lain kali hati-hati lah." ucap Tania.
"Seharusnya kamu yang berhati-hati, anda yang menghalangi jalan saya!" ucap Angga. Tania mengangangkat pandangan nya dia melihat Angga di sana.
"Huff kenapa lagi sih aku bertemu dengan dia?!" ucap Tania dalam hati.
"Saya minta maaf." ucap Tania menunduk kan kepala nya dia sedikit bergeser ke pinggir.
Angga mendekati Tania, namun Tania semakin menepi.
Namun tiba-tiba kaki nya keinjak pinggang kolam ikan itu.
"Aaaaa...!!" Dia hampir terjatuh untung saja Angga dengan cepat menahan pinggang Tania.
Semua orang sudah panik. Namun lebih terkejut nya lagi sekarang Angga memeluk pinggang Tania. Mata mereka bertatapan.
Semua seketika sangat sunyi. Angga terpaku lagi dengan mata Tania yang sangat cantik dan juga bersih.
"Mata ini? Kenapa aku sangat Sedih melihat mata ini?" batin Angga.
"Tania.." Tiba-tiba Aris datang. Tania langsung berdiri dengan baik. Dia menjauh dari Angga mendekati Aris.
__ADS_1
"Saya minta maaf Tuan. Kami permisi." ucap Tania.
"Kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Aris yang sambil menggendong Eki.
"Enggak kok." ucap Tania.
Mereka meninggalkan kerumunan itu.
"Ck.."
"Bisa-bisa nya dia pergi begitu saja Tanpa mengucapkan terimakasih." batin Angga. Angga baru sadar di sekitar nya sudah sangat ramai.
Dia terasa sangat engap dengan situasi itu, dia buru-buru masuk ke dalam sambil menunduk kan pandangan nya.
"Maaf yah karena aku lama membeli makanan kamu hampir saja jatuh ke kolam." ucap Aris.
"Gak apa-apa kok, kaki ku hanya sedikit keseleo." ucap Tania.
"Sini Coba aku lihat." ucap Aris mengangangkat kaki Tania ke pahanya. Pergelangan kaki Tania memang sedikit memar, Tapi tidak terlalu parah sekali.
Angga sudah selesai dengan pekerjaan nya tepat jam Sebelas malam. Dia pulang ke rumah nya.
"Tuan.." Panggil Dara. Angga yang hendak masuk ke kamar nya.
"Ada apa?" tanya Angga.
Angga terdiam sejenak. "Saya baru mengingat nya. Saya berfikir kita harus menyambut nya dengan baik." ucap Angga.
"Baik Tuan. Kalau begitu saya permisi." ucap Dara.
"Paman Heri.." ucap Angga dia duduk di sofa kamar nya.
Dia merasa badan nya sangat gerah sekali dia pergi mandi agar tidak terlalu gerah. Setelah selesai mandi dia melihat ponsel nya berdering panggilan Video dari kekasih nya.
"Haiii Sayang..." sapa Livy.
"Humm.." Jawab Angga.
"Kok kamu Cuek banget sih? Ada masalah apa?" tanya Livy.
"Aku hanya sangat lelah, ada apa kamu menelpon aku tengah malam?" tanya Angga.
"Aku merindukan kamu sayang, aku tidak bisa tidur sama sekali." ucap Livy.
"Lebih baik kamu tidur sekarang yah, aku juga harus istirahat." ucap Angga. "Humm baiklah, aku belum mendengar kan ucapan selamat malam dari kamu." ucap Livy.
__ADS_1
"Goodnight Sweetheart." ucap Angga dengan suara yang berat sehingga terdengar indah di telinga Livy.
"Good night too dear, have a nice dream." balas Livy.
Angga tersenyum.
"Aku mencintaimu." ucap Angga. Livy tersenyum. "Ya udah kalau begitu aku tidur yah. Byeeee.." dia pun mematikan handphone nya.
Angga berbaring di Kasur nya sambil melipat kedua tangannya di atas kepala nya.
Dia menatap kosong ke atap kamar nya. Tiba-tiba dia teringat Tania dan pria yang menggendong Eki.
"Ternyata itu adalah suami nya? Kenapa wajah pria itu tidak asing yah." batin Angga.
Angga membuka Ponsel nya dan ternyata sudah ada beberapa orang yang membicarakan kejadian tadi di Twitter.
Keesokan harinya.
"Pagi Mona.." Sapa Tania pada adiknya yang baru saja keluar dari kamar. Mona diam.
"Kenapa kamu tidak siap-siap ke sekolah?" tanya Tania karena melihat Mona Masih memakai baju tidur.
"Aku tidak ke sekolah hari ini." ucap Mona.
"Loh kenapa? bukan nya kamu Masih ujian?" tanya Tania.
"Aku malu Mbak, aku gak mau sekolah lagi, aku capek selalu di olok-olok teman ku " ucap Mona.
Tania Menghela nafas panjang.
"Tapi kamu harus tetap sekolah Dek." ucap Tania. Mona menepis tangan Tania yang mengelus kepala nya.
"Aku malu Mbak, aku tetap saja malu, aku sudah tidak perduli namun mereka selalu saja mengganggu ku." ucap Mona.
"Apa yang bisa mbak lakukan lagi? Mbak tidak ingin kamu putus sekolah." ucap Tania. "Aku tetap tidak mau Mbak, tinggal di rumah ini saja aku tidak mau lagi." ucap Mona.
Tania Menghela nafas panjang.
"Yang sabar Dek, istighfar." ucap Tania.
"Aku sudah Bosan seperti ini terus mbak. Aku tidak mau susah, Mbak selalu bilang kalau berdoa dan berserah kepada Allah pasti ada jalan nya, namun nyatanya tidak ada mbak." ucap Mona.
"Kamu jangan berbicara seperti itu Mona. Allah itu maha kasih, dia tidak akan pernah tutup mata melihat hamba nya yang kesusahan." ucap Tania.
"Aku bosan mendengar kan ceramah mbak." ucap Mona meninggalkan Tania yang sedang menyiapkan sarapan.
__ADS_1
"Ya Allah kenapa Mona tiba-tiba seperti ini yah?" batin Tania.
"Aku selalu melengkapi apa yang dia butuhkan." batin Tania. Hati nya sangat sedih.