Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 161


__ADS_3

"Kamu terlalu berlebihan seperti itu dara. Aku jadi tidak nyaman, aku tidak siapa-siapa." ucap Tania yang ternyata tidak jadi ke atas karena mendengar keributan.


"Mereka semua harus di kasih tau, karena banyak yang iri pada kedekatan kalian." ucap Dara.


"Apa semua nya sudah paham?" tanya Dara.


Semua nya menganguk. Wanita itu minta maaf kepada Tania.


"Kamu jangan protes, sebaik nya kamu mandi dan istirahat, tuan Angga pasti sudah menunggu kamu dari tadi." ucap Dara. "makasih yah sudah membela ku." ucap Tania kepada Dara.


Dara tersenyum. "Aku tidak suka kebahagiaan tuan Angga di bicarakan di belakang." ucap Dara. Tania tersenyum.


"Kamu benar-benar sangat setia kepada Angga." ucap Tania.


Dara tersenyum. "Ya udah kalau begitu aku ke atas dulu yah." ucap Tania. Dara menganguk setelah itu dia juga masuk ke kamar nya karena sudah jam istirahat.


Tania membuka pintu kamar perlahan. "Eki..." Panggil Tania. Namun ternyata Eki dan Angga sedang tidur.


Tania tidak ingin mengganggu mereka tidur, dia langsung mandi. Setelah selesai mandi dia keluar.


Karena mendengar suara pintu tertutup Angga terbangun..


"Kamu sudah pulang?" tanya Angga kepada Tania.


"Humm.." jawab Tania mendekati Angga. Angga bangun dari tidur nya.


"Ini sudah jam berapa?" tanya Angga.


"Sudah jam delapan. kenapa kamu dengan Eki sangat cepat tidur?" tanya Tania.


"Kami ketiduran dari sore tadi karena Eki mungkin kelelahan itu sebab nya dia tertidur pulas sampai malam seperti ini." ucap Angga.


"Oohh begitu yah." ucap Tania. Angga sengaja membangun kan Eki karena sadar kalau Tania merindukan Anak nya itu.


"Kenapa di bangun kan? Biarkan saja." ucap Tania. Namun Eki sudah terlanjur bangun.


Awalnya dia merengek namun melihat Tania dia langsung diam minta di gendong.


"Mamah minta maaf seharian sibuk bekerja yah nak." ucap Tania. Angga tersenyum melihat Eki dan Tania terlihat sangat senang.


"Kamu belum mandi yah?" tanya Tania melihat pakaian Angga.


"Sampai di rumah saya sangat lelah dan akhirnya tertidur bersama Eki." ucap Angga.

__ADS_1


"Kalau begitu mandi lah." ucap Tania. Angga menganguk. Dia berjalan ke kamar mandi membawa handuk di leher nya.


"Aku seperti merasakan kebahagiaan yang aku inginkan dari dulu." batin Tania. pulang tadi dia sangat lelah, namun sekarang dia terlihat lebih segar karena bisa melihat orang yang dia sayang dan juga anak nya.


Walaupun seperti nya dia memikirkan Bibik Sisi.


Tidak beberapa lama Angga selesai mandi, dia melihat Tania duduk menonton di sofa bersama Eki.


Angga keluar bertelanjang dada, Tania memalingkan pandangannya. Angga melihat itu hanya bisa tersenyum.


Angga hendak mengambil pakaian nya di lemari namun udah ada di atas kasur.


Angga menoleh ke arah Tania.


"Sebagai tanda terimakasih untuk kebaikan kamu." ucap Tania. Angga tersenyum.


"Saya sangat senang kalau pakaian saya di pilih oleh kamu." ucap Angga. Tania hanya tersenyum.


Setelah sudah selesai memasang pakaian Angga tiba-tiba duduk di samping Tania.. Melihat TV sebentar. Dan tiba-tiba dia berbaring di paha Tania.


"Apa yang kamu lakukan? Eki akan meletakkan kaki nya di kepala kamu." ucap Tania.. Namun Eki Malah naik ke dada Angga dan duduk di Perut Angga.


Tania mencoba melarang nya namun Angga membiarkan nya.


"Ya Allah semoga saja laki-laki yang saat ini bersama ku menjadi jodoh ku, pendamping hidup ku.. Jangan engkau jauh kan dia dari ku." ucap Tania dalam hati.


Mereka mengajak Eki bermain-main.


"Aku sangat lapar." ucap Tania. Angga menatap Tania.


"Kamu belum makan?" tanya Angga.


"Aku tidak sempat untuk makan, karena dari Butik aku langsung ke rumah Nada." ucap Tania.


"Humm kalau begitu ayo kita Makan, Eki juga kelihatan nya sudah lapar." ucap Angga. Tania menganguk. Mereka turun ke bawah untuk Makan malam.


"Selamat malam Tuan Angga, selama malam juga Eki." sapa Fani, Dara dan Rendi yang duduk di meja makan.


"Kalian sudah kumpul di sini,. namun tidak mengajak." ucap Tania.


"Kami takut mengganggu." ucap Fani.


"Mengganggu apa? Kami tidak melakukan apapun." ucap Tania.

__ADS_1


"Oh iya yah, Belum menikah." ucap Fani.. Daraa Langsung menginjak kaki Fani.


"Setelah kamu mendapat kan restu dari Bibik Sisi, saya akan langsung menikahi Tania." ucap Angga.


"Humm kalau begitu Tuan harus lebih semangat lagi." ucap Dara. "Saya belum sempat bertemu dengan Bibik Sisi." ucap Angga.


"Tadi dia datang menemui ku, dan marah karena aku tidak pulang, besok aku akan pulang ke rumah." ucap Tania.


"Kalau begitu biar kan saya mengantar kan kamu pulang." ucap Angga.


Tania menganguk. "Ya sudah kalau begitu Ayo kita lanjut Makan." ucap Dara. Mereka makan begitu lahap sekali.. Wanita yang di Marahin tadi melihat Angga sangat romantis dan perhatian kepada Tania membuat nya cemburu.


"Sangat menyebalkan." ucap nya langsung pergi.


Setelah selesai makan Tania, Dara dan Fani duduk di ruang tamu membicarakan soal nada. Sementara Angga dan Stevan membahas pekerjaan di meja teras rumah.


Eki sibuk dengan mainan nya.


"Kita tidak bisa membiarkan Aris menghianati Nada." ucap Dara.


"Aku yakin Aris tidak menghianati Nada, hanya saja sekarang Nada sudah Salah paham." ucap Tania.


"Aku akan mencari bukti kalau mereka tidak ada hubungan, Tapi aku harus menemui Aris dan wanita itu juga. berani-beraninya dia mengganggu hubungan Aris dengan Nada." ucap Dara.


"Kamu terlalu berlebihan dara, aku takut Aris marah karena kamu kurang dekat dengan dia." ucap Tania.


"Aku dengan Nada sudah berteman, mana mungkin aku membiarkan Teman ku seperti itu, apalagi mereka sudah mau menikah." ucap Dara.


"Itu hal wajar sih menurut ku, salah paham, masalah Atau pun orang ketiga datang di saat kita mau menikah, itu adalah ujian untuk kita." ucap Fani.


Setelah mereka berbicara lama Angga mengajak Tania untuk istirahat.


"Tania ini sudah malam, waktu nya tidur, Eki juga kelihatan nya sudah sangat mengantuk sekali." ucap Angga. Semua melihat Eki yang masih sangat aktif bermain.


"Ingat yah Tuan belum menikah, Belum boleh ngapa-ngapain." ucap Dara.


"Saya tidak melakukan apapun, saya hanya ingin Eki tidur dengan nyenyak dan nyaman." ucap Angga.


"Humm Iyah deh Tuan, Iyah." ucap Dara.


"Ayo Tania." ucap Angga. "Tapi.." Namun Angga terus memaksa nya.


Akhirnya mereka pergi ke kamar terlebih dahulu.

__ADS_1


"Humm kalau seperti ini sudah harus di nikahin sih, Tuan Angga kelihatan nya sudah sangat terpikat kepada Tania." ucap Dara. Fani tersenyum.


__ADS_2