Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 44


__ADS_3

Dia memindahkan Eki dan menaikkan sedikit baju Angga memeriksa luka Angga. "Setelah Tuan mandi saya akan membuka perban nya." ucap Tania.


Angga menatap wajah Tania dengan dekat. Tania tidak sengaja menatap wajah Angga, mata mereka bertemu pandangan terkunci.


"Mamah... papah..." Celoteh yang hanya bisa keluar dari mulut Eki.


Tania memalingkan pandangannya. "Tuan sebaiknya sarapan." ucap Tania. Angga berusaha untuk duduk.


Angga makan sarapan yang di bawa oleh Tania. Sementara Tania menyuapi Eki yang sangat susah di kasih makan. "Makan dulu nak." ucap Tania membujuk Eki.


Karena menahan Eki mangkuk bubur Eki tumpah. Angga Menatap Tania. "Maafkan saya Tuan." ucap Tania.


"Hei!! Kamu bisa makan dengan benar gak?" tanya Angga dengan kasar pada Eki.


Eki Takut karena kali ini Angga menatap nya begitu tajam. Eki langsung memeluk Tania.


Tania sadar kalau Eki Takut dia langsung membawa nya keluar. "Huff apa yang kamu lakukan nak? Kenapa kamu sangat nakal?" ucap Tania.


Dia membawa Eki ke kamar tiba-tiba pengasuh Eki datang. "Biar saya bantu mengasuh Eki." ucap nya.


"Terimakasih mbak, tapi saya takut merepotkan mbak." ucap Tania.


"Enggak kok. Lagian kamu harus mengurus Tuan Angga." ucap pengasuh.


"Oohh baiklah kalau begitu." ucap Tania, dia kembali ke kamar Angga dia membersihkan piring dan juga mangkuk yang jatuh dan setelah selesai dia menyimpan nya ke dapur.


Tidak beberapa lama dia kembali ke kamar dan melihat Angga sudah keluar dari kamar mandi. "Saya akan membuka perban Tuan." ucap Tania.


Angga langsung duduk di pinggir kasur. Tania melihat badan Angga yang begitu bagus basah karena Air rambut nya yang masih basah.


Tania mendekati Angga. "Luka nya sudah lumayan sembuh, Tuan masih harus menjaga nya dengan baik." ucap Tania. Tania mengambil obat oles dan mengoleskan nya ke perut Angga.


"Apa-apaan ini! Kenapa saya terangsang hanya karena sentuhan tangan nya di Perut ku!" batin Angga. "Saya bisa melakukan nya sendiri." ucap Angga.


"Tapi Tuan tidak melakukan nya dengan benar." ucap Tania mendorong Angga kembali duduk. Tapi tiba-tiba kedua nya hilang keseimbangan.


Tania menimpa badan Angga. "Ya Allah kenapa ada manusia setampan ini. Sangat sempurna." batin Tania menatap wajah Angga.

__ADS_1


"Saya tidak bisa menahan diri ketika membayangkan dia adalah violet, saya sangat merindukan dia." batin Angga. Dia menatap wajah Tania.


"Tapi kenapa semakin ke sini aku bisa merasakan ini bukan lah Violet melainkan hanya ada Mata Violet yang ada pada nya." batin Angga.


Tania beranjak dari atas Angga. Dia menyudahi mengobati Angga. "Sudah selesai Tuan." ucap Tania.


Angga mau membalut nya sendiri namun kurang rapi. Lagi-lagi Tania harus turun tangan.


Angga menatap wajah Tania yang sangat teliti membalut luka nya.


Angga salfok pada leher jenjang Tania. Angga mendekati nya namun tiba-tiba dia memalingkan pandangannya.


Tania sudah menyelesaikan nya. "Kau bisa keluar!" ucap Angga langsung masuk ke ruangan ganti. Tidak beberapa lama dia kembali sudah memakai celana bertelanjang dada.


"Kenapa kau masih di sini?" tanya Angga. "Saya akan membantu memasang pakaian Tuan karena mbak Dara ada pekerjaan. Dia meminta saya membantu tuan." ucap Tania.


Karena setiap hari nya Daraa yang membantu Angga berpakaian. Dia belum bisa mengangkat kedua tangan nya karena operasi nya.


Tania memasang singlet terlebih dahulu dan setelah itu kemeja. Tania mengancing kemeja itu dan setelah itu memasang Jas.


"Dulu Ibu saya juga seorang penjahit yang sangat rapi dan saya sukai, namun jas ini jauh lebih rapi." ucap Angga.


Tania tersenyum. "Saya yakin Ibu Tuan mempunyai baju jahitan yang lebih Bagus dari pada saya." ucap Tania.


"Dia hanya bisa membuat Dress yang cantik." ucap Angga.


"Dress?? Saya sangat ingin bisa membuat Dress." ucap Tiara. "Kenapa tidak kau jahit sendiri?" tanya Angga.


"Saya sudah pernah mencoba nya namun bagi saya kurang bagus." ucap Tania. Angga memerhatikan Tania dari atas sampai ke bawah.


"Badan mu terlalu pendek itu sebabnya tidak cocok." ucap Angga.


Tania Menghela nafas panjang. Baru saja mereka berbicara dengan baik namun Angga sudah membuat nya kesal.


"Bantu saya memilih dasi." ucap Angga. Tania memilih dan setelah itu mencocokkan nya. Sudah mendapatkan yang cocok Tania membantu memasang nya.


Tania sadar kalau Angga menatap nya. "Kenapa Tuan menatap ku seperti itu?" tanya Tania. Mau bagaimana pun dia masih risih dan sangat takut.

__ADS_1


"Hanya hanya memandangi mata Tunangan saya yang tidak pernah kau tunjukkan." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.


"Sudah selesai Tuan. Tuan harus berangkat bekerja." ucap Tania. Angga menata rambut nya. Tiba-tiba handphone Angga berdering.


"Halo babyy. Good morning." ucap Livy. "Pagi!" jawab Angga.


"Aku sangat merindukan kamu baby, apa sekarang kamu sudah sehat?" tanya Livy.


"Sudah!" jawab Angga. "Bagus deh kalo seperti itu, aku sangat senang mendengar nya, aku ingin kamu datang ke sini." ucap Livy.


"Aku akan datang kalau mempunyai waktu yang pas. Aku juga sangat merindukan kamu, tapi sekarang aku harus bekerja." ucap Angga.


"Oohh baiklah sayang." ucap Livy.


Panggilan telepon pun langsung mati.


Angga menoleh ke arah Tania yang sibuk merapikan semua barang-barang yang sedikit berserak.


"Saya pergi." ucap Angga. Tania menoleh ke arah Angga dan mengangguk sambil tersenyum tipis. Angga keluar.


Saat sudah di dalam lift dia tersenyum mengingat saat mengingat wajah Tania ketika menatap nya.


"Wajah nya sungguh lucu." ucap Angga. "Apa Tuan?" tanya Rendi yang berdiri di belakang Angga. Angga baru sadar kalau dia tidak sendirian di sana melainkan ada bodyguard nya.


"Tidak ada, saya hanya berbicara sendiri." ucap Angga.


Beberapa jam Tania baru saja menyelesaikan semua tugas nya dan sarapan di dapur.


"Tania kamu tidak harus makan di dapur seperti ini, semua orang di ijinkan makan di Meja makan asal kan Tuan Angga tidak ada di rumah." ucap Bibik.


"Tidak apa-apa bik, biar di sini saja." ucap Tania. "Ayo pindah ke meja makan." ucap Bibik. Tania tidak enak menolak nya akhirnya dia pun ke Meja makan.


"Tuan Angga berbicara lembut hanya kepada kekasih nya Saja, namun ketika berbicara dengan aku atau pun orang yang ada di rumah ini selalu marah." ucap Tania.


"Tuan Angga sangat mencintai Non Livy, jadi tidak heran kalau Tuan Angga sangat lembut kepada non livy." ucap Bibik.


"Sudah berapa lama mereka berpacaran bik?" tanya Tania.

__ADS_1


__ADS_2