Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 87


__ADS_3

Angga menatap wajah Tania sambil tersenyum.


Tania Tersipu malu dia melepaskan pelukan Angga.


"Humm saya harus lanjut bekerja tuan." ucap Tania langsung pergi.


Angga masih tidak bisa berfikir dengan jernih, dia menyentuh bibir nya dan duduk di atas meja.


Tiba-tiba dia tersenyum. "Apa ini? Apa itu maksudnya dia mulai menyukai ku?" ucap Angga. Angga meletakkan Tangan di dada nya.


"Tania kau telah berhasil membuat hati ku tersentuh." ucap Angga.


Keesokan harinya Angga mau berangkat ke perusahaan nya bersama Fani dan juga Rendi.


"Apakah Tuan sudah siap? Waktu nya sarapan." ucap Tania masuk ke kamar Angga. "Humm saya sudah siap." jawab Angga. Namun tiba-tiba Tania melihat ada yang kurang rapi pada Angga.


Tania merapikan Kerah baju Angga dan memasang kan Dasi dengan benar.


Angga menatap wajah Tania dengan sangat dekat sekali.


"Kamu sangat cantik sekali." ucap Angga. Tania tersenyum malu. Angga menyelipkan poni Tania kebelakang telinga nya.


Tania kaget sampai dia terhenti.


Angga menyentuh Bibi wajah Tania yang sangat mulus. Walaupun dia jarang perawatan namun kulit nya cukup bagus sekali.


"Saya sangat cemburu kepada rambut mu yang selalu bisa seenaknya menyentuh wajah mu." ucap Angga. Tania mengawas kan tangan Angga dari wajah nya.


"Sudah selesai Tuan. Sebaiknya Tuan segera sarapan dan berangkat ke kantor." ucap Tania. Angga menatap wajah Tania.


"Sebenarnya saya tidak ingin ke kantor, saya begitu malas sekali." ucap Angga.


"Tuan tidak akan memiliki uang Kalau tidak bekerja." ucap Tania mendorong Angga.


Namun Angga berhenti berbalik menatap Tania. "Saya akan pergi dengan syarat kamu harus datang membawa kan makan siang kepada saya." ucap Angga.


"Baiklah Tuan." ucap Tania. "Saya mau yang kamu masak." ucap Angga. Tania Menghela nafas panjang.


"Kalau kamu tidak mau saya akan menghukum kamu!" ucap Angga mau mencium Tania namun Tania langsung menghindar.


"Baiklah Tuan saya mau." ucap Tania. Angga tersenyum melihat Tania. "Sekarang kamu terlihat takut. semalam kamu menggoda saya." ucap Angga.


"Saya tidak menggoda Tuan." ucap Tania. Angga mendekati Tania.


"Sebaiknya Tuan pergi. Kalau ada orang yang masuk melihat kita seperti ini bagaimana?" ucap Tania.


"Biar mereka tau kalau saya sedang jatuh cinta kepada pelayan cantik." ucap Angga. "Ingat Tuan saya sudah memiliki anak, saya seorang Janda. Saya takut itu membuat reputasi Tuan jelek." ucap Tania.

__ADS_1


Angga menatap Tania. "Itu bukan lah aib." ucap Angga.


"Tapi saya tau persis selera tuan bukan seperti saya." ucap Tania.


"Dari mana kamu tau?" tanya Angga. "Tuan yang mengatakan nya sendiri bukan? Tuan tidak akan pernah tertarik kepada ku." ucap Tania.


Angga Menghela nafas panjang. Dia mau menjelaskan nya namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


Tania langsung berdiri jauh dan memegang sesuatu agar orang yang masuk tidak curiga.


"Tuan Angga waktu nya sarapan." ucap pelayan. "Baiklah saya akan turun." ucap Angga.


Pelayan menganguk dia pun keluar dari kamar Angga. Angga menatap Tania.


"Temeni saya sarapan." ucap Angga. Tania Menggeleng kan kepala nya.


"Jangan menguji kesabaran saya." ucap Angga kepada Tania.


"Saya tidak bisa tuan, saya tidak ingin orang lain tau kalau Tuan dengan saya seperti ini." ucap Tania. Angga mendekati Tania..


"Tuan Angga ayo sarapan." panggil Dara dari luar. Angga Menghela nafas panjang.


"Baiklah saya akan sarapan, kamu juga jangan lupa untuk sarapan yah." ucap Angga kepada Tania. Tania menganguk.


Angga makan di Meja makan bersama Dara, Fani dan juga Rendi.


"Saya baik-baik tuan." jawab Dara. Rendi dan Fani hanya diam.


Setelah selesai sarapan Mereka akhirnya berangkat ke kantor.


Sesampainya di kantor Angga mengundang bawahan nya keruangan nya.


"Saya meminta kalian ke sini karena saya mau mengatakan kalau saya akan bekerja seperti biasa lagi di kantor ini. Saya ingin semua nya fokus tidak ada yang lalai seperti biasa." ucap Angga.


Semua mereka senang karena pasti perusahaan kembali normal, Angga sudah fokus ke perusahaan mereka juga akan sedikit terbantu.


Setelah selesai berbicara dengan semua bawahan nya mereka keluar tinggal hanya Fani dan Rendi.


"Saya sangat senang sekali Tuan kembali seperti dulu lagi, Tuan Sehat seperti ini sungguh keajaiban." ucap Fani.


"Saya akan memberikan kamu cuti satu Minggu dan juga Saya akan memberikan bonus bulan ini." ucap Angga.


"Apa saya di pecat Tuan?" tanya Fani. Angga menggeleng kan kepala nya.


"Kamu Sudah sangat berjasa di Perusahaan ini dan setia kepada saya, saya akan menaikkan jabatan, gaji dan bonus kamu." ucap Angga.


Fani sangat senang sekali. "Terimakasih banyak Tuan." ucap Fani.

__ADS_1


"Dan untuk Rendi sama. Hanya saja saya sudah sangat percaya kamu menjadi kepala pengawal saya yang saya percayai." ucap Angga. Rendi tersenyum.


"Kalian sudah bisa keluar. Hari ini terlalu sibuk karena banyak data yang harus di periksa dari Danil." ucap Angga.


Mereka menganguk. Angga mulai fokus bekerja di ruangan nya.


Di rumah ..


"Tania kamu ngapain disini?" tanya Bibik yang mau masak.


"Saya mau memasak Bik." ucap Tania.


"Tapi ini tidak tugas kamu, kalau Tuan Angga tau dia pasti akan Marah." ucap Bibik.


"Justru Tuan yang meminta saya untuk masak bik."ucap Tania.


"Emangnya kamu bisa Masak? Bagaimana kalau Tuan tidak suka? Biasanya anak orang kaya gak bisa ngapa-ngapain." ucap Bibik.


Tania Menghela nafas panjang. "Bibik selalu saja menganggap ku tidak bisa melakukan apapun, aku bisa kok Bik." ucap Tania.. Bibik melihat Tania yang masak begitu lihai.


Tidak beberapa lama akhirnya masak.


"Coba Bibik rasain." ucap Tania.


"Ini adalah masakan kampungan Tania, Tuan Angga tidak akan suka ini." ucap Bibik.


Tania terdiam. Dia sangat Sedih mendengar Bibik itu.


"Semoga saja tuan Angga tidak muntah-muntah memakan itu." ucap Bibik langsung pergi begitu saja.


"Ada apa ribut-ribut Tania?" tanya Dara.


"Ini si Tania mau mengantar kan Tuan Angga dengan masakan nya sendiri." ucap Bibik.


Dara melihat menu yang di buat oleh Tania. "Tuan Angga tidak suka ini Tania." ucap Dara.


"Tapi ini permintaan Tuan Angga." ucap Tania. Dara Menghela nafas panjang.


"Ya udah deh kamu coba saja kalau tidak percaya, yang ada dia bakalan marah sama kamu." ucap Dara.


"Kamu coba Dulu deh, ini enak kok." ucap Tania.


"Enak di kita belum tentu enak pada orang lain." ucap Dara.


"Ya sudah antar kan saja kepada Tuan Angga." ucap Dara m Tania yang tadi nya sangat senang sekarang dia sangat sedih.


iiiuhhhu kok gak ada yang mampir ke karya baru aku sih? Ayo mampir yok, semangatin author.

__ADS_1


__ADS_2