
"Tuan Angga Tampan sekali, kami ingin berfoto dengan Tuan Angga." ucap wanita-wanita itu.
"Lain kali kalau saya mendengar kalian berbicara seperti itu saya akan melaporkan kalian!" ucap Angga.
Mereka semua langsung terdiam.
"Kalian tidak tau bagaimana jalan cerita nya, jadi jangan sok tau!" ucap Angga dengan sangat kesal.
"Maafkan kami Tuan, kami tidak akan mengatakan hal seperti itu lagi." ucap Perempuan itu.
"Sudah jangan di perpanjang lagi." ucap Tania.
"Kalian semua harus meminta maaf kepada kekasih saya!" ucap Angga.
"Kami minta maaf yah Non." Semua perempuan itu meminta maaf kepada Tania.. Setelah itu langsung pergi dari sana karena sudah takut.
"Aku jadi tidak nyaman jadi pusat perhatian seperti ini." ucap Tania.
"Mereka harus di kasih tau agar tidak menghakimi orang seperti itu!" ucap Angga. Setelah selesai sarapan mereka Menuju ke Butik.
"Kamu mau langsung kekantor?" tanya Tania.. Angga menganguk. "Ya udah kalau begitu aku turun yah. Makasih sudah mengantarkan aku." ucap Tania.
Angga tersenyum.
"Tania.." panggil Angga.
"Iyah kenapa?" tanya Tania..
"Apa kamu tidak melupakan sesuatu?" tanya Angga.. Tania memeriksa tas dan barang-barang Eki.
"Enggak ada kok." ucap Tania.
"Kamu yakin? Coba di ingat dulu." ucap Angga. Tania merasa tidak ada yang tinggal.
"Gak ada kok, ya udah kamu hati-hati di jalan." ucap Tania keluar dari dalam mobil.
"Coba ingat dulu apa yang kurang." ucap Angga lagi. "Aku rasa tidak ada lagi." ucap Tania.
Namun Eki berontak agar mamah nya mendekati Angga.
"Kamu jangan nakal yah temanin mamah kerja." ucap Angga mencubit pipi Eki.
Dia mencium pipi Eki. Eki sangat senang sekali. Namun Tania merasa aneh karena Angga menatap nya.
"Kamu masih belum paham?" tanya Angga. Tania menghela nafas panjang.
"Di sini sudah ramai, bagaimana kalau ada yang melihat?" ucap Tania.
"Tidak ada siapapun. Sebelum ada orang yang melihat kamu harus melakukan nya." ucap Angga.
__ADS_1
Tania mendekati Angga dan mencium pipi nya.
"Semangat kerja nya." ucap Tania. "Kamu juga yang semangat yah." ucap Angga mencium pipi Tania.
Tania dan Eki melambaikan tangan. Setelah Angga pergi dia masuk ke dalam.
"Ekhem-Ekhem... Pagi-pagi sudah berduaan saja." ucap Tania kepada Aris dan juga nada.
"Aris ada keperluan penting ke sini, itu sebab nya dia datang ke sini pagi-pagi." ucap Nada.
"Tidak perlu membohongi aku, Kalian tadi malam tidur berdua kan?" ucap Tania.
"Sssttt!!!! Jangan keras-keras." ucap Nada. Tania tersenyum.
"Sebaiknya kalian segera menikah deh, jangan lama-lama lagi." ucap Tania.
Nada memberikan satu lembar kertas kepada Tania.
"Semoga kamu bisa datang, karena kamu adalah tamu istimewa nya." ucap Nada.
"Kamu serius mau menikah?" ucap Tania kaget.
"Iyahh.. Orang tua ku sudah setuju begitu juga dengan keluarga Aris." ucap Nada.
"Karena membicarakan ini Aris terpaksa tidur di rumah ku. Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh." ucap Nada.
"Iyah aku paham kok, aku minta maaf kalau membuat kamu sedikit tidak nyaman." ucap Tania.
"Acara nya dua Minggu lagi, apa semua nya sudah selesai kamu urus?" tanya Tania.
"Kami sedang mengurus nya sekarang." ucap Nada.
"Alhamdulillah kalau begitu. Semoga lancar sampai hari H yah. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan juga Aris." ucap Tania.
"Terimakasih yah Tania." ucap Nada.
"Sama-sama."
"Oh iya. Untuk dua Minggu ini aku minta tolong sama kamu untuk mengurus Butik yah, hanya kamu yang bisa aku percaya." ucap Nada.
"Aku pasti jarang bisa ke Butik. Mengurus semua nya aku butuh Kamu." ucap Nada. "Aku akan membantu kamu sebisa ku kok." ucap Tania. Nada memeluk Tania.
"Terimakasih yah Tania. Aku sangat beruntung memiliki teman seperti kamu." ucap Nada.
" kamu dengan Tuan Angga bagaimana sekarang?" tanya Aris. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Aku mohon jangan membahas itu dulu, aku sedang tidak ingin membahas nya." ucap Tania.
"Loh kenapa? Ada apa?" tanya Nada.
__ADS_1
Tania menghela nafas panjang. "Di saat aku sudah benar-benar yakin Ingin lebih serius dengan Angga, ada saja yang membuat aku berkecil hati." ucap Tania.
"Ada apa lagi?" Tanya Nada.
"Bibik Sisi tidak menyentujui Niat baik Angga untuk menikah dengan ku. Bibik takut kejadian sebelumnya terjadi lagi kepada ku." ucap Thania.
Nada dan Aris terdiam. "Semua niat baik pasti ada saja halangan nya. Kamu percaya saja bahwa Tuhan tidak pernah diam." ucap Nada.
"Kamu benar. Aku hanya bisa berserah kepada Tuhan." ucap Tania.
"Aku ke ruangan ku dulu yah, Eki juga sudah tidak sabar mau main di sana." ucap Tania.
"oh iya ini mainan baru untuk kamu." ucap Nada memberikan satu plastik besar.
"Ya ampun Nada. Ruangan ku sudah penuh dengan mainan dia semua." ucap Tania.
"Sudah biarkan saja, di sini akan membuat dia lebih terjaga. Bersama Bibik Sisi pasti kurang di perhatikan karena Bibik Sisi sambil bekerja. Dia sudah tua terkadang lelah dan cepat tidur." ucap Nada.
Tania tersenyum. Dia pun membawa Eki ke ruangan nya.
Angga sampai di kantor nya langsung di sambut oleh Fani dan juga Rendi.
"Tuan ini ada surat dari Tuan Danil untuk Tuan." ucap Fani. "Bisa-bisa nya dia sudah di penjara tapi masih bisa mengirim kan surat." ucap Angga.
Angga membuka nya.
"Kamu akan merasakan pembalasan ku, kamu tidak bisa hidup tenang Di luar sana." isi surat itu.
"Surat seperti apa ini? Bagaimana bisa polisi mengijinkan seperti ini." ucap Angga sambil membuang ke tempat sampah.
"Benar-benar orang yang sangat keras kepala, sombong dan juga egois." ucap Angga.
"Kita akan mengambil alih perusahaan Danil, saya membutuhkan data-data yang lengkap." ucap Angga.
"Apa tuan yakin?" tanya Fani.
"Kamu meragukan saya?" tanya Angga.
"Bukan seperti itu Tuan, hanya saja saya takut ini akan menjadi masalah besar untuk kita." ucap Fani.
"Dia mencoba untuk bermain-main dengan saya. Saya juga akan membalas nya." ucap Angga.
"Saran dari saya sebaik nya tidak perlu tuan. Perusahaan nya tidak seberapa." ucap Rendi.
"Saya hanya ingin menunjukkan kepada dia kalau saya bisa melakukan apapun yang saya mau, saya tidak membutuhkan perusahaan nya." ucap Angga.
"Kalau begitu saya akan menyiapkan dokumen nya tuan." ucap Rendi.
"Bagus! Saya menunggu di rumah data-data itu, sekarang kalian harus menyiapkan meeting dengan beberapa klien saya hari ini." ucap Angga.
__ADS_1
"Baiklah Tuan." Mereka berdua pun mulai melanjutkan pekerjaannya. Sementara Angga Duduk di kursi kekuasaan nya mengirimkan pesan kepada kekasih nya.