
."Aku mau kamu dewasa seperti yang dulu. Kita sudah sama-sama dewasa, Kita juga bertemu setiap hari. Kalau kamu rindu kamu tinggal datang kepada ku, tidak harus keluar." ucap Rendi.
"Baiklah aku mengerti. Maafin aku yah." ucap Dara memeluk Rendi. Rendi tidak membalas pelukan Dara.
"Bagaimana cara aku menjelaskan nya kepada Dara? aku sangat tidak tega." batin Rendi. Namun tiba-tiba ada pengumuman kalau Tuan Angga sudah datang akhirnya mereka keluar dan menyambut Tuan Angga di depan pintu.
Angga dan Tania keluar dari mobil yang sama.
"Apa Tania selalu bersama Tuan Angga?" batin Dara. "Bagaimana bisa? Padahal di awal Tuan Angga seperti nya sangat membenci Tania." batin Dara.
Angga masuk terlebih dahulu. Tania di tarik oleh Dara.
"Kamu dari mana saja dengan Tuan Angga?" tanya Dara.
"Kamu kepo banget."' ucap Tania. "Seriusan Tania.. Kamu dari mana?" tanya Dara.
"Aku baru saja bertemu dengan Eki." ucap Tania.
"Tuan Angga juga ikut?" tanya Dara.
"Kamu seperti tidak tau saja Tuan Angga. Dia tidak akan membiarkan aku bebas sendirian." ucap Tania.
"Kamu benar juga sih. Tapi kelihatannya hubungan kamu dengan Tuan Angga sudah cukup baik yah." ucap Dara.
"Maksud nya? Hubungan apa?" tanya Tania.
"Yahh kamu tau lah sebelumnya kalau tuan Angga memiliki sifat yang sangat menyebalkan." ucap Dara.
"Tapi setelah Tuan Angga benar-benar sembuh dia bersifat baik lagi." ucap Dara. Tania tersenyum.
"Tapi kenapa beberapa orang mengatakan kalau kamu menggoda Tuan Angga? Mereka mengatakan kalau kamu tidur dengan Tuan Angga." ucap Dara.
"Hah? Siapa yang bilang?" tanya Tania.
"Kamu tau lah pekerja di sini semua nya terlalu Sirik." ucap Dara. "Aku tidak seperti itu. Mana mungkin aku tidur dengan Tuan Angga." ucap Tania.
"Dua malam pelayan melihat kamu tidur di kamar Tuan Angga. dan terkadang Tuan Angga yang tidur di kamar kamu." ucap Dara.
"Pernah sih Tapi kami tidak melakukan apapun, Eki demam dan dia bisa tidur ketika bersama Tuan Angga, mungkin dia berfikir kalau tuan Angga adalah papah nya." ucap Tania.
"Baiklah aku Percaya. Tapi sekarang kamu harus melayani Tuan Angga. Dia pasti mau mandi." ucap Dara.
"Ya ampun aku jadi lupa. Ya udah aku ke atas duluan yah." ucap Tania.
__ADS_1
Dara menganguk sambil tersenyum.
"Kamu tidak bisa menyembunyikan sesuatu Tania. Lagian bagi ku tidak masalah kalau Kamu menjadi kekasih Tuan Angga dari pada Si Livy itu!" ucap Dara.
Tania masuk ke kamar Angga membawa baju ganti untuk nya namun terlihat tidak ada orang di kamar Angga.
"Tuan Angga kemana? Kok gak ada di kamar nya?" ucap Tania. Dia melihat ke kamar mandi namun tidak ada orang tiba-tiba pintu tertutup.
Tania berbalik dan ternyata itu adalah Angga.
"Tuan kebiasaan sekali membuat ku terkejut. Kenapa Tuan menutup pintu nya?" tanya Tania.
"Saya ingin malam ini kamu menemani saya." ucap Angga.
"Tidak bisa Tuan, kalau ada orang yang melihat kita. Mereka akan mengatakan kalau aku menggoda tuan." ucap Tania.
"Saya tidak mempermasalahkan itu, karena kamu benar-benar menggoda saya." ucap Angga mendekati Tania. Tania mundur terus karena takut.
Sampai akhirnya Tania mentok di kasur dan terjatuh. Angga langsung menindih dari atas agar Tania tidak kemana-mana.
"Lepaskan saya Tuan." ucap Tania. Angga menggeleng kan kepala nya.
"Saya ingin kamu tidur di sini malam ini." ucap Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.
Dia melepaskan Tania. "Kalau begitu saya akan menikahi kamu." ucap Angga. Tania menatap Angga.
"Jangan aneh-aneh Tuan." ucap Tania. Angga memegang tangan Tania.
Dia mengeluarkan Cincin dari dalam laci Kamar nya.
"Apa ini Tuan?" tanya Tania. Angga menatap dalam mata Tania. "Saya ingin kamu menjadi kekasih hati saya." ucap Angga.
Tania terdiam sejenak.
"Saya tau kalau kamu juga suka kepada saya, kamu tidak perlu malu-malu untuk menerima cinta saya." ucap Angga.
Tania menggeleng kan kepala nya.
"Saya memang nyaman karena sifat perlakuan tuan kepada saya, tapi tuan memiliki pasangan, aku tidak ingin menghancurkan hubungan kalian." ucap Tania.
Angga menghela nafas panjang.
"Saya akan mengurus tentang ini." ucap Angga. melati Menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Sebelum tuan memberikan bukti saya tidak akan bisa menerima tuan." ucap Tania.
"Berikan saya waktu, tapi saya mohon jangan pergi meninggalkan saya." ucap Angga.
Tania diam. Angga tiba-tiba mendorong badan Tania dan tidur di kasur.
"Saya sudah sangat nyaman bersama kamu, saya merasakan kebahagiaan bersama kamu. Saya tidak perduli dengan status kamu." ucap Angga.
Tania menatap Mata Angga.
"Tuan tidak bercanda kan?" tanya Tania. Angga menggeleng kan kepala nya. Dia mendekati bibir Tania.
Tania menahan nya. "Ada apa?" tanya Angga.
Tania baru saja mau berbicara namun Angga dengan cepat mencium bibir Tania. Tania menolaknya namun Angga memaksa pada akhirnya Angga bisa meluluhkan Tania.
Angga dan Tania mulai terlena. Mereka sudah sangat bergairah. Angga membuka bajunya sehingga Roti ABS nya kelihatan.
"Kamu suka?" tanya Angga.. Tania tersenyum dia merabah nya.
Angga mencium bibir Tania lagi. perlahan dia membuka kancing baju Tania. Sampai semua nya terlepas.
Angga menatap wajah Tania. "Saya mohon lepas kan." ucap Angga. Tania ragu-ragu sekali. Dia duduk hendak membuka baju nya.
Namun tiba-tiba Angga mengingat Tania memiliki agama yang kuat. Dia tidak ingin membuat Tania terjerumus ke dalam dosa.
"Maaf kan saya, saya minta maaf." ucap Angga yang membuat Tania heran. Angga memperbaiki Kemeja Tania.. Angga mencoba mengalihkan perhatian nya ke Yang lain.
"Saya minta maaf sudah melakukan itu kepada kamu." ucap Angga. Tania mengerti kenapa Angga seperti itu.
"Sebaiknya kita harus menjaga jarak." ucap Angga. Dia langsung masuk ke kamar mandi. Tania hanya kebingungan melihat Angga yang tiba-tiba seperti itu.
"Sungguh aneh." ucap Tania. Dia turun dari tempat tidur.
Tania kembali ke kamar langsung mandi bersih dan melaksanakan sholat isya.
"Maafkan aku ya Allah," Tania bersujud sambil meminta maaf, meminta jalan kepada Allah agar semua masalah, semua rencana dan masalah hati nya terselesaikan.
Setelah selesai sholat dia ketiduran di Sajadah nya. Angga diam-diam mengintip Tania setelah semua nya sepi.
Dia hanya memastikan Tania baik-baik Saja.
Melihat Tania tidur di lantai membuat nya tidak tega, akhirnya dia memutuskan memindahkan Tania ke tempat tidur.
__ADS_1
"Selamat tidur calon istri ku." ucap Angga mengelus kepala Tania yang Masih di tutupi Mukenah warna putih nya.