Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 184


__ADS_3

"Aaaarrrgggg.... Ini sangat menyiksa pikiran ku." ucap Angga mengacak-acak kepalanya.


Karena sudah sangat pusing dia memesan minuman.


Dia minum sendiri di balkon hotel itu.


Tidak berhenti dia memikirkan Senyuman Tania, senyuman Eki.


Angga juga tidak berhenti melihat foto mereka bertiga yang di handphone nya. "Tania saya sangat merindukan kamu." ucap Angga mencium foto itu.


Tania yang tadi nya tidur bersama Eki tiba-tiba terbangun.


Dia baru sadar ternyata sudah magrib.


Tania melihat Eki yang masih tidur begitu nyenyak di samping nya.


"Kamu tidur sangat nyenyak sekali nak, ayo bangun ini sudah mau magrib." ucap Tania.


Tania membangun kan Eki namun Eki kelihatan nya masih sangat nyenyak akhirnya dia membiarkan Eki tidur dulu.


Dia keluar dari kamar melihat Malvin sholat.


"Loh Malvin kok belum pulang?" ucap Tania dalam hati.


Tidak beberapa lama akhirnya Malvin selesai Sholat.


"Kamu tidak sholat?" tanya Malvin. Tania terdiam sejenak melihat Malvin yang sangat rajin sholat. Dari hari pertama Malvin merawat Tania dia sudah rajin sholat.


"Ini mau sholat." ucap Tania.


Malvin tersenyum.


"Mbak sudah bangun?" ucap Mona yang ternyata baru selesai sholat juga. Tania menganguk.


"Mbak sholat dulu di kamar ku, aku akan membangun kan Eki." ucap Mona.


Setelah selesai sholat Tania melihat Mona dan Eki sudah bermain di ruang tamu. "Malvin mana?" tanya Tania karena tidak melihat Malvin di ruang tamu.


"Ada di dapur mbak, kata nya mau masak." ucap Mona.


"Oh iya mbak, Bibik Sisi tidak pulang hari ini dari rumah keluarga nya. Jadi malam ini kak Malvin yang akan menemani kita di sini." ucap Mona.


"Loh kenapa seperti itu? Bagaimana kalau orang berfikir yang tidak-tidak?" ucap Tania.


"Mereka pasti memaklumi nya mbak, Lagian ada aku dan juga Eki di sini." ucap Mona.


Tania menoleh ke arah dapur. "Terserah deh." ucap Tania. Dia berjalan ke arah dapur.


"Kamu ngapain?" tanya Tania.


"Masak, karena tidak ada Bibik sisi, Mona juga sudah lelah, aku akan memasak untuk Makan malam kita." ucap Malvin.

__ADS_1


"Kamu pulang saja, kamu tidak perlu susah-susah melakukan ini untuk kamu." ucap Tania. Malvin tersenyum.


"Bibik Sisi menitipkan kalian kepada aku, aku harus bertanggung jawab, aku tidak ingin mengulangi kesalahan ku dulu." ucap Malvin.


Tania mendengar itu hanya menghela nafas panjang.


"Terserah kamu saja kalau begitu." ucap Tania.. Malvin tersenyum.


"Kamu sudah lapar yah? Biasanya kamu marah-marah kalau lagi lapar, kamu tunggu sebentar lagi yah." ucap Malvin.


Tania hanya diam saja. Dia mengingat beberapa tahun yang lalu waktu mereka masih bersama.


Flash back...


"Sayang buruan Masak, aku sangat lapar...." Rengek Tania kepada Malvin yang sedang bekerja di ruang tamu.


"Baiklah... Tapi tunggu sebentar lagi yah." ucap Malvin dengan lembut. Namun Tania tiba-tiba marah dia ngambek meninggalkan Malvin.


Akhirnya Malvin harus menunda pekerjaan nya dan memasak untuk istri nya itu. Setelah sudah selesai makan Tania baru kembali baikan.


"Sudah kenyang kan?" ucap Malvin.. Tania tersenyum. Sepanjang Malam Tania menemani Malvin bekerja karena dia sangat mencintai Malvin.


Flash back Off...


"Kenapa kamu melamun? Ini makanan nya sudah siap." ucap Malvin meletakkan di depan Tania. Tania langsung sadar.


"Kamu mengejutkan ku!" ucap Tania.


"Mona, Eki ayo makan dulu." ucap Tania.


"Yeiiiii.... Sudah lama aku tidak merasakan masakan kak Malvin, semoga saja rasanya masih sama seperti dulu." ucap Mona.


Malvin tersenyum.


"Walaupun aku masih marah kepada kakak, tapi aku harus berterima kasih kepada kakak sudah banyak membantu mbak Tania di rumah sakit dan sekarang Memasak untuk kami." ucap Mona.


Malvin tersenyum.."Kamu harus Coba ini." ucap Malvin menyendok kan ikan ke piring Mona.


"Terimakasih kak." ucap Mona.. Malvin mengelus kepada Mona sambil tersenyum.


Sementara Eki Makan sup ayam dan memegang paha ayam di tangannya.


"Apakah enak? kamu tidak berbicara dari tadi." ucap Malvin kepada Tania.


"Makanan yang sudah tersaji harus di makan dan tidak boleh mengatakan tidak enak." ucap Tania.


Malvin menghela nafas panjang.


"Kakak kenapa tidak makan?" ucap Mona..


"Kalian lanjut saja Makan." ucap Malvin.

__ADS_1


"Loh kenapa kak? nanti kakak sakit kalau telat Makan." ucap Mona.


"Dia tidak pernah mau makan kalau masih sore seperti ini." ucap Tania. "Oh iya aku lupa. Hehehe." ucap Mona.


"Ternyata mbak Tania Masih ingat banget yah." ucap Mona.. Tania menghela nafas panjang. Setelah selesai makan Mona membersihkan bekas makanan dan juga piring kotor.


"Kamu jangan terlalu banyak bergerak dulu, jangan menggendong Eki kalau kamu tiba-tiba pusing kalian akan jatuh." ucap Malvin mengambil Eki dari gendongan Tania.


Tania berjalan ke ruang tamu.


"Hufff.." Tania memijit-mijit kaki nya.


"Kenapa kaki ku akhir-akhir ini sering sakit yah." ucap Tania.


"Itu karena kamu sangat memaksakan untuk bekerja duduk di kursi menjahit setiap hari." ucap Malvin. Tania terdiam.


"Sini aku bantu pijitin." ucap Malvin duduk di lantai.


"Apa yang kamu lakukan? Berdiri lah!" ucap Tania.


"Aku ingin memijit-mijit kaki kamu agar lebih baik, apa kamu tidak mau?" ucap Malvin.


"Kau Sudah mendingan, nanti juga sembuh sendiri." ucap Tania. Malvin menghela nafas panjang.


"Kamu benar-benar sangat keras kepala sekali yah!" ucap Malvin. Dia menarik kaki Tania dan mencoba memijat nya dengan pelan.


"Aaauhhh sakit..." Tania mengeluh.


"Tahan sedikit." ucap Malvin..


Mona yang melihat mereka berdua membuat nya terdiam sejenak.


"Apakah mbak Tania akan kembali kepada kak Malvin? Kalau mereka kembali bagaimana dengan kak Angga?" ucap Mona dalam hati.


"Kenapa sekarang kak Malvin kembali lagi sih? Padahal mbak Tania sudah menemukan kak Angga." batin Mona.


"Tapi seperti nya kak Malvin sudah berubah, dia benar-benar ingin memperbaiki hubungan dengan mbak Tania." ucap Mona.


"Eki ayo main-main sama Tante di kamar yok." ucap Mona membawa Eki.."Mona kamu sangat cepat masuk ke kamar?" ucap Tania.


"Mungkin dia mau istirahat, biarkan saja." ucap Malvin.. Tania terdiam.


"Tania..." panggil Malvin.. Tania sudah canggung berdua saja, apalagi sekarang Malvin memanggil namanya.


"Iyah ada apa?" tanya Tania.


"Aku ingin kamu memberikan kesempatan kepada ku satu kali lagi, aku mohon." ucap Malvin.


Tania terdiam.


"Satu bulan berikan aku waktu, aku akan membuktikan kalau aku benar-benar ingin berubah dan aku akan membuat kamu jatuh cinta kepada ku dan Eki menganggap ku." ucap Malvin.

__ADS_1


"Tapi kalau dalam waktu satu bulan itu aku tidak bisa membuat kamu cinta kepada ku, aku akan menyerah dan tidak akan mengganggu hubungan kamu dengan Angga." ucap Malvin.


__ADS_2