Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 109


__ADS_3

"Pasti Livy menyiapkan sarapan. Kenapa kamu tidak Makan saja?" ucap Tania.


"Sekarang kekasih saya adalah kamu, saya ingin di urus oleh kamu." ucap Angga dengan Nada bicara yang kesal.


Tania tersenyum.


"Baiklah kalau begitu ayo sarapan di dalam, aku tau kalau kamu akan datang. Aku juga belum sarapan." ucap Tania.


"Kamu menunggu ku?" tanya Angga.. Tania tersenyum sambil mengangguk.


Mereka sarapan sama-sama.


"Apakah kamu yakin mau menjadikan aku kekasih sementara kehidupan ku seperti ini? Kamu makan saja harus duduk di lantai seperti ini." ucap Tania.


Angga menatap wajah Tania. "Saya hanya butuh ketulusan kamu, saya hanya butuh kasih sayang kamu. Saya tidak pernah memandang dari segi apapun kecuali dari hati." ucap Angga.


"Kamu tidak malu?" tanya Tania. Angga sambil makan Menggeleng kan kepala nya.


"Kamu cantik. Kamu juga baik, bisa Masak." ucap Angga.


"Huff kamu bisa mencari yang lebih baik dari aku." ucap Tania. Angga menatap Tania dengan tatapan melas.


"Bisa gak sih jangan membahas itu, saya hanya mencintai kamu, saya tidak akan memilih wanita lain!" ucap Angga.


"Hummm baiklah.." ucap Tania.


"Kamu tidak percaya?" tanya Angga. Tania diam.


Angga menyuapi Tania.


"Aku mengerti kok kenapa kamu belum bisa Percaya seutuhnya. Tapi aku tidak akan menyerah memberikan bukti agar kamu percaya pada ku." ucap Angga.


Tania memakan suapan dari Angga.


"Ini adalah pertama kalinya aku menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda. Dan aku juga Janda memiliki anak, Sementara kamu masih lajang. Aku merasa aku tidak Cocok untuk kamu." ucap Tania.


"Ssstttt!!! Jangan berbicara seperti itu!" ucap Angga.


"Ayo lanjut makan, jangan memikirkan hal seperti itu!" ucap Angga. Mereka pun lanjut makan.


Baru saja selesai makan tiba-tiba ada tamu yang datang.


"Assalamualaikum.. Bibik..." Tania dan Angga tidak asing dengan Suara itu Tania langsung keluar.


"Aris.. Kenapa kamu bisa di sini?" tanya Tania.


"Aku mau memberikan ini kepada Bibik Sisi. Kamu sendiri kapan datangnya?" tanya Aris.

__ADS_1


"Aku dari kemarin sudah di sini." ucap Tania.


"Oohh." ucap Aris.


"Duduk dulu, aku akan membuat kan teh untuk kamu. Bibik sisi tidak di rumah, aku akan menyampaikan ini kepada nya nanti." ucap Tania.


"Terimakasih. Tapi aku gak bisa lama-lama, aku sudah ada janji dengan teman ku." ucap Aris.


"Bagus deh kalau begitu, sebaiknya Kamu pergi." ucap Angga. Aris melihat Angga yang tiba-tiba datang.


"Ya udah deh kamu hati-hati yah. Terimakasih banyak yah sudah mau mengantar barang Bibik sisi ke sini." ucap Tania.


Aris menganguk. Dia pun meninggalkan rumah itu. Tania menatap Angga.


"Kamu apa-apaan sih?" ucap Tania kesal.


"Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan dia! Aku tau kalau dia adalah Mantan Kamu!" ucap Angga.


"Aku dengan dia hanya sekedar teman saja sekarang." ucap Tania.


"Walaupun hanya sekedar teman aku tetap cemburu." ucap Angga. "Huff lalu bagaimana dengan aku yang melihat kamu bersama Livy?" ucap Tania.


"Itu berbeda. Kamu sudah tau jelas kalau aku tidak menyukai Livy." ucap Angga.


"Tapi aku dengan Aris tidak memiliki hubungan apapun." ucap Tania lagi.


"Kamu belum bisa kan melupakan dia?" tanya Angga.


"Bukan seperti itu, kamu salah paham." ucap Tania. Angga diam dia memasang wajah datar dan langsung masuk ke dalam.


Tania Menghela nafas panjang. Dia mengikuti Angga masuk.


"Sayang..." ucap Tania membujuk Angga agar tidak cemberut. Angga mengabaikan Tania memilih untuk bermain dengan Eki.


"Awalnya aku memang sangat cemburu ketika mengetahui Aris dekat dengan Nada. Tapi semenjak aku memiliki perasaan sama kamu aku sudah bisa mengiklas kan nya." ucap Tania.


Angga menatap Tania. "Kamu menjadikan aku pelampiasan?" tanya Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Sebaiknya aku pergi saja." ucap Angga. Tania menahan tangan Angga. "Aku minta maaf sudah membuat kamu Cemburu, atau membuat kamu marah." ucap Tania.


"Apakah seperti ini cara meminta maaf kepada pasangan mu sendiri?" tanya Angga.


"Baiklah-baiklah.. Sayang aku minta maaf sudah membuat kamu cemburu. Aku minta maaf." ucap Tania mencium pipi Angga.


Angga tiba-tiba tersenyum. Tania menatap nya dengan tatapan bingung.


"Kenapa Kamu senyum-senyum? Kamu sengaja mengerjai aku yah?" ucap Tania. Angga tertawa.

__ADS_1


"Aku suka banget kalau kamu membujuk seperti itu, aku tidak akan mendapatkan nya kalau tidak berpura-pura marah." ucap Angga.


Tania memukul lengan Angga.


"Kamu nyebelin! Kamu ngeselin deh." ucap Tania. Angga menahan tangan Tania.


"Aku sangat mencintai kamu, bahkan setiap detik aku sangat takut kalau kamu tidak mencintai ku. Aku takut kamu meninggalkan aku " ucap Angga.


Tania Menatap wajah Angga.


"Aku sudah tau rasanya di tinggal Tampa alasan, di tinggal pas lagi sayang-sayang nya kok, aku tidak akan melakukan itu." ucap Tania.


Angga tersenyum dia mencium bibir Tania cukup Lama.


"Aku mencintaimu Beby.." ucap Angga. Tania tersenyum.


"Assalamualaikum..." Tiba-tiba Mona pulang. Angga dan Tania langsung melepaskan pelukannya.


"Kamu sudah pulang?" ucap Tania menyusul Mona. Angga Menghela nafas panjang.


"Aku harus mencari rumah khusus hanya untuk kita agar tidak ada yang mengganggu." ucap Angga dalam hati. Dia mendekati Eki.


"Kamu mau kan ikut tinggal sama Calon papah kamu ini?" ucap Angga.


"Calon papah?" ucap Mona yang mendengar nya.


"Sudah jangan di dengar. Sebaiknya kamu ganti baju." ucap Tania.


"Tuan Angga kenapa bisa di sini? Apa Tuan Angga mau menjemput mbak? Aku masih ingin mbak di sini." ucap Mona..


"Kamu tenang saja, Tania masih boleh di sini kok. Justru Om yang akan sering datang ke sini." ucap Angga."Seriusan om?" tanya Mona, Angga menganguk.


Mona sangat senang.


"Kamu juga harus janji tidak boleh membuat Tania kesusahan. " ucap Angga.


"Janji om." ucap Mona. Angga dan Tania tersenyum.


"Ya udah kalau begitu aku ganti baju dulu yah Mbak, Om." ucap Mona. Tania menoleh ke arah Angga.


"Kok kamu tiba-tiba jadi baik sih? kamu jadi terlihat sangat hangat. Mona juga kelihatan nya sangat suka." ucap Tania.


"Sebentar lagi aku akan menjadi calon Kakak ipar nya dan Papah untuk Eki. Aku harus belajar melakukan yang terbaik, memahami mereka. Karena kalau menikah bukan hanya mencintai kamu, tapi mencintai anak dan memperdulikan Adik kamu." ucap Angga.


Tania tersenyum. "Pacar ku ternyata cukup dewasa." ucap Tania. Angga tersenyum.


"Aku akan memberikan yang terbaik untuk kalian sebisa ku." ucap Angga. Tania sangat terharu dia memeluk Angga.

__ADS_1


__ADS_2