Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 181


__ADS_3

"Sebaiknya kamu saja yang masuk ke dalam melihat keadaan Tania dan menjaga nya." ucap Angga. Malvin mengangkat pandangan nya.


"Tapi..."


"Sudah masuk saja." ucap Angga. Dia berusaha tersenyum namun hati nya begitu cemburu, dia khawatir, dia juga takut dan juga sedih.


Tapi tidak mungkin dia merebut Tania dari sahabat nya itu. Dia sudah tau kalau Malvin masih mencintai Tania, namun hanya karena satu alasan Malvin tidak bisa kembali kepada Tania Dulu.


"Mbak Tania ingin kakak yang masuk." ucap Mona.


"Sudah tidak apa-apa." ucap Angga. Akhirnya Malvin masuk ke dalam.


Angga duduk dengan wajah yang sangat sedih, namun Eki tiba-tiba datang dan meminta di gendong. Malvin masuk ke dalam melihat Tania yang masih tidur.


"Angga..." ucap Tania. Namun setelah melihat Malvin Tania terdiam. "Angga meminta Aku masuk." ucap Malvin.


Tania terdiam. "Uhuk-uhuk." Tiba-tiba dia batuk.. Malvin dengan cepat mengambil kan air minum untuk Tania.


Tania minum. "Terimakasih." ucap Tania. Malvin menganguk.


"Kamu kenapa bisa di sini?" tanya Tania. Malvin Duduk.


"Aku di sini...."


"Sebaik nya kamu pergi, aku ingin istirahat terlebih dahulu." ucap Tania.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Malvin. "Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja." ucap Tania. Malvin terdiam.


"Baiklah kalau begitu, aku akan keluar, semoga kamu cepat sembuh." ucap Malvin. Sebenarnya dia ingin merawat Tania namun karena Tania sudah meminta nya untuk pergi dia harus pergi agar tidak ada keributan di sana.


"Aku pergi." ucap Malvin. Dia berharap Tania menahan nya namun ternyata tidak.


Dia keluar dengan perasaan kecewa wajah yang cemberut.


"Loh kenapa Kamu keluar? Bagaimana keadaan Tania?" tanya Bibik Sisi.


"Tania ingin istirahat Bik." ucap Malvin. "Oohh begitu." ucap Bibik sisi se akan mengerti.


"Sebaiknya kamu pulang saja, di sini kamu tidak akan bisa istirahat, kamu juga memiliki kesibukan. Bagaimana dengan orang tua mu? Mereka akan marah kalau tau kamu di sini." ucap Bibik sisi kepada Malvin.


Malvin yang melihat Eki nyaman di pangkuan Angga menoleh ke arah Bibik sisi.


"Tidak ada satu pun orang yang menginginkan aku di sini, sebaiknya aku pergi." batin Malvin.

__ADS_1


"Nanti kalau Ada apa-apa kami akan Mengabari kamu, terimakasih sudah membawa Tania ke rumah sakit." ucap Bibik sisi tidak tega melihat Malvin Cemburu karena Eki.


Malvin mendekati Eki. Dia mengelus kepalanya.


"Maafin Papah yah nak, Papah sudah menyia-nyiakan kalian selama ini." batin Malvin.


Akhirnya Malvin memilih untuk pergi meninggalkan rumah sakit.


Angga masuk ke dalam memastikan keadaan Tania baik-baik saja. Namun dia tidak berani menyapa Tania karena mendengar Tania menangis.


"Kenapa kamu sangat jahat Malvin? Kenapa kamu begitu jahat kepada aku?" ucap Tania sambil menangis.


"Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku harus bersikap seperti ini?" ucap Angga dalam hati.


Dia tidak jadi masuk dan menutup pintu kembali.


"Bik saya titip Tania yah." ucap Tania. "Loh tuan Angga mau kemana?" tanya Bibik Sisi.


"Saya ada urusan mendata." ucap Angga.


Angga langsung pergi membuat Mona dan Bibik Sisi terdiam bingung.


"Malvin..." panggil Angga karena Malvin masih duduk di kursi Rumah sakit di bagian Koridor.


Malvin menoleh ke arah Angga yang mengejar nya.


"Kamu pasti marah kepada ku, sekarang hajar saja aku." ucap Angga.


Malvin berdiri. "Aku tidak pernah marah kepada kamu. Aku sudah tau lama kalau kamu dekat dengan Tania. Aku senang karena kamu bisa menjaga nya dan Eki." ucap Malvin.


Angga menggeleng kan kepala nya. "Aku tau kamu kembali untuk memenangkan kembali hati Tania dan Eki." ucap Angga.


"Tapi Tania sudah melupakan aku, aku tidak ada lagi di hati nya melainkan hanya ada kamu di hati nya sekarang." ucap Malvin.


"Kamu berbohong! Kamu pernah janji kalau sudah kembali kamu akan memenangkan hati istri kamu. Mana janji mu? mereka membutuhkan Kamu." ucap Angga.


"Aku rasa itu tidak akan mungkin, Tania sudah sangat membenci ku, mana ada wanita yang mau kembali kepada pria yang sudah meninggal kan semua beban dan penderitaan." ucap Malvin.


"Tania adalah perempuan yang baik, aku tau kalau dia masih mencintai kamu, kamu juga harus memikirkan Eki." ucap Angga.


"Lalu bagaimana dengan kamu?" tanya Malvin. Angga terdiam sejenak. "aku tau kalau kamu juga sangat mencintai Tania kan?" ucap Malvin.


"Kamu adalah teman ku, sudah lama kita berteman, aku juga sudah menganggap kamu saudara ku sendiri." ucap Angga.

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan hubungan kalian?" tanya Malvin.


"Aku ingin kamu mengejar Tania lagi, menangkan hati nya, tidak perlu memikirkan tentang ku lagi." ucap Angga.


"Tidak mungkin seperti itu Angga, tidak lah semudah itu untuk mendapatkan hati Tania." ucap Malvin.


"Aku akan membantu mu." ucap Angga. Malvin menggeleng kan kepala nya.


"Aku melihat Tania sudah sangat bahagia dengan kamu, aku ingin kamu yang bersama Tania dan merawat Eki." ucap Malvin.


"Kalau kamu adalah pria yang bertanggung jawab kamu harus bisa mendapatkan hati Tania, menjaga nya, dan jangan sampai kejadian yang sama terulang lagi, jangan pernah membuat Tania menangis dan jangan membuat Eki merasa kehilangan kasih sayang.. Buat mereka nyaman bersama kamu." ucap Angga.


Malvin menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin.." ucap Malvin.


"Kamu harus percaya kepada diri sendiri.. Kalau kamu masih mencintai mereka, jaga mereka kalau kamu mau serius." ucap Angga.


Angga menepuk pundak Malvin.


"Saya pamit dulu." ucap Angga kepada Malvin. Akhirnya Angga pergi meninggalkan Malvin.


Malvin melihat ke arah rumah sakit.


Angga sampai di dalam mobil langsung bersandar memegang kepala nya.


"Aku akan merelakan Tania bahagia dengan suami nya." ucap Angga.


"Apa semudah itu Tuan menyerah?" ucap Fani yang ada di dalam mobil dari tadi.


Angga menoleh ke arah Fani.


"Saya tidak ingin membuat masa depan Eki berantakan..Dia pasti akan malu memiliki Bapak Tiri." ucap Angga.


Fani menghela nafas panjang. "Seharusnya Bapak tidak boleh menyerah, kalau bapak cinta bapak harus berjuang." ucap Fani.


Angga menggeleng kan kepala nya. Air mata nya keluar..Fani merasa iba dia langsung membawa Angga ke pelukan nya.


"Kenapa Tuan sangat mencintai Tania? Bahkan tuan melakukan apapun untuk Tania?" ucap Fani.


"Saya menemukan kebahagiaan, kehidupan saya bersama Tania..Saya nyaman bersama dia." ucap Angga.


Fani mengelus punggung Angga.

__ADS_1


"Sudah tuan jangan sedih seperti ini. Malu sama sekretaris." ucap Fani, namun Angga tidak menghiraukan nya dia terus di pelukan Anisa agar dia bisa lebih tenang.


Fani memutuskan untuk pulang saja dari sana.


__ADS_2