
Tania tidak menolak dia tersenyum. Mencium bau badan Angga membuat nya betah dan sangat nyaman sekali.
Namun baru saja terlelap pintu di Ketuk oleh orang.
Tania langsung segera turun dari kasur bahkan dia sempat terjatuh karena panik ada yang melihat mereka nanti.
Angga terbangun. "Tania Eki menangis dari tadi." ucap Dara. Tania langsung mengendong Eki.
"Maafin aku yah sudah merepotkan kamu." ucap Tania dengan pelan. Dara melihat Angga tidur dia pun tersenyum dan segera keluar.
"Bagaimana dengan Tuan Angga?" tanya Dara. "Seperti yang kamu lihat." ucap Tania.
"Kalau terkadang Tuan Angga marah-marah, kamu yang sabar yah." ucap Dara.
"Marah-marah?" tanya Tania. "Tuan akan lebih sering marah, Emosi nya tidak terkontrol sama sekali." ucap Tania.
"Baiklah aku paham kok." ucap Tania.
"Kalau kamu butuh bantuan panggil aku saja yah. Selamat istirahat." ucap Dara dan segera keluar.
"Hufff untung saja Dara tidak melihat ku." batin Tania.
Angga yang berpura-pura tidur langsung bangun ketika Eki memanggil nya.
"Jangan mengganggu Tuan Angga nak, Tuan Angga lagi Sakit, kamu tidur dengan mamah yah." ucap Tania.
"Biar saja dia di sini." ucap Angga. "Tapi Tuan.."
"Sudah letak kan dia di sini, dia pasti akan sangat nyaman sama seperti Mamah nya." ucap Angga.
Tania terdiam dia jadi malu sendiri. Eki di letakkan di samping Angga.
"Kunci pintu. Nanti orang akan melihat kita." ucap Angga.
"Tuan mau ngapain? Jangan berfikir yang tidak-tidak." ucap Tania.
"Apakah kamu tidak ingin melanjutkan yang tadi?" tanya Angga. "Tuan jangan aneh." ucap Tania mengambil bantal dan tidur di Sofa.
Angga tersenyum melihat Tania. "Hummm..." Angga menggeleng kan kepala nya.
Sementara Tania yang membelakangi Angga tersenyum. Namun langsung menutup mata nya menghilangkan Angga di pikiran nya dan langsung tidur.
Sementara Angga berusaha menenangkan Eki yang tak kunjung tidur. "Eki kamu harus tidur." ucap Angga. Eki menatap wajah Angga.
__ADS_1
Cukup lama dia memandangi wajah Angga dan pada akhirnya dia tertidur.
Angga mengelus kepala Eki.
"Anak yang sangat tampan! Bagaimana bisa seorang ayah tega meninggalkan Kalian." ucap Angga dalam hati.
Angga menoleh ke arah Tania yang sudah nyenyak tertidur. Angga memiliki rencana jahil dia mengambil remote AC dan membuat suhu ruangan itu lebih dingin.
Setelah itu dia langsung berpura-pura tidur.
Sepanjang Malam Tania tidak bisa tidur dengan nyenyak karena sangat dingin. Dia tidak memakai selimut. Di kamar itu tidak ada selimut.
Dia berbalik mencari tempat yang hangat namun sama saja. Tania melihat Angga sudah tidur dia pelan-pelan pindah ke kasur dan memaksa selimut menutupi badan nya.
Tidak beberapa lama dia tertidur begitu pulas di samping Eki. Angga membuka mata nya dia tersenyum.
"Kenapa aku sangat bahagia. Sementara Dia bukan istri dan Eki juga bukan anak ku. Semenjak ada mereka hidup ku terasa berwarna, aku memiliki semangat untuk menjalani kehidupan." batin Angga.
Keesokan harinya..
Dokter datang di pagi hari.
"Selamat pagi dokter. Tumben sekali pagi-pagi dokter datang ke sini?" tanya Dara dan Rendi yang sedang di depan.
"Saya mau memeriksa keadaan Tuan Angga. Saya harus memastikan kalau Tuan Angga meminum obat dengan teratur." ucap dokter.
"Oohh baiklah. Saya hanya mau memberikan Obat ini." ucap dokter.
"ini obat apa Dok?" tanya Rendi tidak mengijinkan Kekasih nya menerima.
"Ini vitamin untuk Tuan Angga." ucap dokter Pili. "Baiklah kalau begitu saya akan menyampaikan nya nanti, dokter bisa pergi sekarang, saya yakin dokter pasti memiliki banyak pekerjaan." ucap Rendi.
Dokter Pili menganguk.
"Kamu tidak baik seperti itu kepada dokter Pili, dia adalah dokter kepercayaan Tuan Angga, bagaimana kalau Tuan Angga tau anggota nya mengusir penyelamat hidup nya." ucap Dara.
"Obat ini tidak perlu di berikan kepada Tuan Angga. Tuan Angga tidak bisa mengkonsumsi obat-obatan terlalu banyak." ucap Rendi.
"Ini sudah resep dokter, bagaimana kalau Tuan Angga tak kunjung sembuh hanya karena kita tidak memberikan obat ini kepada dia?" tanya Dara.
"Saya yakin Obat ini ada sesuatu di dalam nya sehingga membuat Tuan Angga sulit untuk sembuh, ini bukan obat dari dokter." ucap Rendi.
"Husss!!! Kamu berbicara apa sih? Bagaimana kalau ada yang mendengar dan mengadukan nya, hancur sudah kita." ucap Dara.
__ADS_1
"Aku sudah lama bekerja di sini, sebelum aku ke sini dokter Pili sudah menjadi dokter di sini, bagaimana kamu tidak percaya kepada nya? Dia adalah dokter terbaik." ucap Dara.
"Ada apa sih ribut-ribut?" tanya Fani yang baru saja datang.
"Enggak kok, kamu baru saja datang? Kamu mau ngapain?" tanya Dara.
"Aku mau bertemu dengan Tuan Angga. Apa Tuan Angga nya sudah bangun?" tanya Fani.
"Seperti nya belum deh, sebaiknya kita jangan membangun kan nya." ucap Dara.
"Tapi ini sangat lah penting." ucap Fani. "Ada apa?" tanya Dara.
"Pak Danil akan datang keperusahaan hari ini. Dia pasti sangat marah karena Tuan Angga memutuskan kerja sama dengan dia." ucap Fani.
Rendi dan Dara terkejut mendengar itu.
"Gawat nih." ucap Dara.
"Tapi seperti nya tuan Angga tidak akan bisa datang menemui nya ke perusahaannya. Keadaan tuan Angga sangat buruk." ucap Dara.
"Nah itu dia, apa sebaiknya pak Danil yang datang ke sini?" ucap Fani. Dara menggeleng kan kepala nya.
"Jangan.. Tuan Angga akan marah." ucap Dara. Tidak beberapa lama Tania lewat dengan Eki.
"Tania!" panggil Dara. Tania menoleh ke arah Dara. "Iyah kenapa mbak?" tanya Tania.
"Apakah Tuan Angga sudah bangun? Aku ingin berbicara dengan nya." ucap Fani.
"Sudah kok mbak, silahkan masuk." ucap Tania. Tania membawa mereka ke kamar Angga.
Dara dan Fani kaget melihat Angga sudah rapi.
"Tuan mau kemana? Keadaan tuan belum membaik." ucap Fani.
Angga berbalik. "Ada apa kau kesini?" tanya Angga pada Fani.
"Saya mau memberi tau tentang kedatangan pak Danil." ucap Fani.
"Saya sudah tau, saya akan ke perusahaan sekarang." ucap Angga. "Apa tuan yakin? Bagaimana Kalau Tuan semakin parah?" tanya Dara.
"Saya sudah lebih baik sekarang." ucap Angga. Dara dan Fani melihat Angga sehat seperti biasa membuat mereka semua Heran.
"Ayo kita segera berangkat." ucap Angga pada Fani. Mereka mereka berdua bertatapan namun Fani langsung mengikuti Angga turun ke bawah.
__ADS_1
Di bawah Angga melihat Tania.
Angga mau ijin kepada Eki dan Tania namun Fani dan bodyguard lain nya ada di belakang nya.