
"Kamu pasti tidak hanya memikirkan tentang itu kan? Kamu memiliki masalah lain yang mengganjal di hati kamu kan?" tanya Fani.
Tania terdiam.
"Kamu seharusnya jujur saja kepada Tuan Angga. dalam hubungan yang sehat pasti ada komunikasi yang baik.. Kalau kamu memiliki masalah coba ceritakan kepada Tuan Angga." ucap Fani.
"Benar banget, apapun itu bicarakan saja. Agar tidak ada salah paham di kemudian hari." ucap Dara.
Tania akhirnya mau menyusul Angga ke kamar nya.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan pintu. Namun tak kunjung di buka. Tania mencoba untuk mengetuk lebih keras.
"Siapa?" tanya Angga dengan kesal karena di Masih tidur.
Saat membuka pintu Tania diam, Angga juga jadi ikut diam.
"Aku mengganggu kamu yah?" tanya Tania. Angga menghela nafas panjang.
"Kamu sudah tau, kenapa Masih bertanya?" ucap Angga kembali ke tempat tidur. Tania mengikuti nya ke dalam.
"Kamu Marah tentang kemarin yah?" tanya Tania.
Angga menatap Tania. "Kamu ke sini mau ngapain? kalau sekedar ingin bertanya-tanya saya ingin kembali tidur, sebaik nya kamu keluar." ucap Angga.
Tania menghela nafas panjang. "Aku minta maaf soal tadi malam." ucap Tania.
Angga terdiam sejenak.
"Aku tau kalau kamu melakukan hal yang baik, hanya saja aku merasa itu berlebihan..Maafin aku juga yang tidak bisa menghargai kamu." ucap Tania.
"Sudah tidak perlu di bahas lagi." ucap Angga.
"Apa kamu tidak mau memaafkan aku? Kamu masih marah sama ku? Mau sampai kapan kamu akan marah?" ucap Tania mendekati Angga.
"Aku seperti ini karena ada alasan nya, bukan berarti aku gak sayang sama kamu." ucap Tania. "Apa alasan nya? Apa kamu tidak ingin menikah secepatnya dengan saya?" tanya Angga.
"Aku mau, tapi bukan sekarang waktunya. Aku belum bisa memberi tau kamu, tapi kamu harus tau kalau aku sangat mencintai kamu." ucap Tania.
Angga Menatap Tania..
"Kamu bersungguh-sungguh tidak akan meninggalkan say dan selalu mencintai saya." ucap Angga. Tania menganguk.
"Kamu tidak perlu meragukan tentang itu lagi, aku tidak akan bisa berhenti mencintai kamu." ucap Tania. Angga tersenyum.
"Jadi sekarang apa kamu sudah memaafkan aku? Kamu gak Marah kepada ku lagi kan?" tanya Tania..
__ADS_1
Angga memegang tangan Tania.
"Mana bisa saja Marah kepada kamu, saya hanya sedikit kecewa kepada diri saya sendiri tidak bisa membuat kamu nyaman." ucap Angga.
"Aku sangat nyaman berada bersama kamu. Jadi kamu jangan berfikir kalau aku tidak nyaman." ucap Tania.
Angga berdiri dia langsung memeluk Tania.
"Apapun yang sedang kamu pikirkan atau masalah kamu, cerita kepada saya setelah kamu siap. Saya akan membantu kamu." ucap Angga.
Tania menganguk.
"Hari ini aku harus kembali ke rumah Bibik sisi. Bibik sudah meminta untuk pulang." ucap Tania.
"Kapan kamu ke sini lagi?" tanya Angga.
"Mulai besok aku sudah sibuk bekerja di butik." ucap Tania. "Tidak masalah besar, saya akan datang menemui kamu." ucap Angga.
Tania tersenyum. "Baiklah kalau begitu aku pergi dulu yah." ucap Tania.
Angga menahan tangan Tania. "Tunggu dulu." ucap Angga. Tania Menatap Angga.
"Saya sudah memikirkan semua nya ini, saya ingin menikah dengan kamu. Apa kamu mau?" tanya Angga..
Tania terdiam sejenak.
Tania menatap wajah Angga.
"Aku ingin membicarakan ini kepada Bibik dulu." ucap Tania. Angga menganguk.
"Lalu bagaimana dengan keluarga kamu?" tanya Tania.
"Aku akan berbicara dengan mereka, kamu tidak perlu khawatir." ucap Angga.
Tania tersenyum.
Tania keluar dari kamar Angga.
"Apa benar Angga mengajak ku menikah?" ucap Tania dalam hati seperti berfikir itu adalah mimpi bagi nya.
Angga duduk di pinggir kasur. "Tania mau menikah dengan ku? ini tidak mimpi kan?" ucap Angga.
Dia langsung membuat janji dengan orang tua Serta Keluarga nya.
Tania dan Bibik sisi pulang ke rumah nya.
__ADS_1
"Mbak Tania Seriusan dengan kak Angga?" tanya Mona kepada Tania.
Tania menoleh ke arah Mona. "Kenapa tiba-tiba kamu nanya seperti itu?" tanya Tania.
"Aku tidak bisa berhenti memikirkan nya mbak, aku takut dia sama seperti yang sebelumnya." ucap Mona.
"Kamu tidak setuju Mbak dengan Angga?" tanya Tania.
"Bukan tidak setuju Mbak, hanya saja kita perlu sadar diri. Aku takut kak Angga hanya mempermainkan mbak." ucap Mona.
"Husss jangan berbicara seperti itu! Kamu tidak Tuan Angga seperti apa." ucap Bibik Sisi yang duduk di samping supir karena Masih di perjalanan pulang.
"Aku hanya takut bik, aku tidak ingin mbak Tania terluka lagi karena laki-laki yang tidak bertanggung jawab." ucap Mona.
"Sudah-sudah jangan membahas itu." ucap Bibik.
Sesampainya di rumah. "Bik aku boleh berbicara?" tanya Tania menyusul Bibik Sisi ke kamar nya yang sedang merapikan pakaian mereka.
"Membicarakan apa?" tanya Bibik Sisi.
"Aku mau menikah dengan Angga." ucap Tania.. Bibik Sisi terdiam sejenak dia mencoba mencerna perkataan Tania.
"Kamu ngomong apa?" ucap Bibik sisi lagi.
"Aku mau menikah dengan Angga. Karena pacaran seperti sekarang akan membuat orang berfikir yang tidak-tidak Bik." ucap Tania.
Bibik sisi terdiam lagi. "Kenapa bibik diam! Apa Bibik tidak setuju?" tanya Tania.
"Bibik rasa jangan terburu-buru dulu.. Kalian harus memikirkan lebih matang lagi." ucap Bibik Sisi.
"Apakah keluarga nya akan menerima kamu? Tidak mungkin orang terpandang menikah dengan wanita biasa seperti kamu dan sudah memiliki anak." ucap Bibik Sisi.
"Menikah itu tujuan nya ibadah dan harus bahagia. Kamu harus bahagia dengan tuan Angga.. Jangan sampai kamu sedih." ucap Bibik Sisi.
"Keluarga nya akan sangat banyak tidak menerima kamu. Itu sudah hal biasa terjadi di kalangan orang-orang kaya." ucap Bibik sisi.
"Tapi kami berdua benar-benar sangat saling mencintai mbak, bagaimana pun kami berdua menerima kekurangan dari pasangan kami." ucap Tania.
"Tuan Angga tidak memiliki kekurangan Tania. Kehidupan dia benar-benar sangat jauh dari kehidupan kita." ucap Bibik Sisi.. Tania terdiam.
Ternyata bukan hanya orang Luar saja yang tidak setuju dengan hubungan mereka, tapi keluarga nya sendiri juga tidak setuju.
"Bibik saran aja sama kamu agar menjalani hubungan seperti ini saja terlebih dahulu. Setelah kamu di kenal keluarga nya, kamu tau keluarga Tuan Angga baru kamu bis memutuskan bagaimana kedepannya m" ucap Bibik sisi.
"Baiklah bik, aku paham. Terimakasih Bibik sudah memberikan saran." ucap Tania. Dia keluar dari kamar dengan wajah yang terlihat sangat Sedih.
__ADS_1
"Ternyata tidak semudah itu." ucap nya