Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 87


__ADS_3

Dara melihat menu yang di buat oleh Tania. "Tuan Angga tidak suka ini Tania." ucap Dara.


"Tapi ini permintaan Tuan Angga." ucap Tania. Dara Menghela nafas panjang.


"Ya udah deh kamu coba saja kalau tidak percaya, yang ada dia bakalan marah sama kamu." ucap Dara.


"Kamu coba Dulu deh, ini enak kok." ucap Tania.


"Enak di kita belum tentu enak pada orang lain." ucap Dara.


"Ya sudah antar kan saja kepada Tuan Angga." ucap Dara m Tania yang tadi nya sangat senang sekarang dia sangat sedih.


Dia sangat ragu membawa masakan nya itu kepada Angga karena semua orang mengatakan Angga tidak suka makanan seperti itu.


"Apa Tuan Angga menyukai nya? Apa hanya karena tuan Angga suka pada ku dan berusaha untuk mengambil perhatian ku?" ucap Tania.


"Huff apa sebaiknya aku tidak perlu mengantarkan nya dan membawa di Masak oleh Bibik?" batin Tania.


"Tapi kalau Tuan Angga tau aku tidak memasak seperti yang dia mau. Tuan Angga pasti akan sangat marah sekali." ucap Tania.


"Ah sudahlah setidaknya aku menuruti keinginan Tuan Angga, ini adalah perintah nya aku harus menuruti nya." ucap Tania.


Dia menukar baju nya dulu yang lebih rapi. Setelah rapi dia melihat pantulan wajah nya di cermin.


Tania mengambil lip dan memoles wajah nya dengan bedak sedikit.


Setelah semua nya sudah selesai dia pun langsung pergi ke perusahaan Angga.


Sesampainya di depan perusahaan dia mau naik ke atas namun tiba-tiba Staf wanita menahan nya.


"Permisi.. Anda mau mengantar kan makan siang Tuan Angga?" tanya Wanita itu.


"Iyah Mbak," ucap Tania.


"Sini biar saya saja yang membawa nya ke atas." ucap wanita itu.


"Tuan Angga dari tadi sudah menunggu proposal yang di suruh urus sama kamu, kenapa kamu malah mengurus makanan tuan Angga? biar dia saja yang membawa kepada Tuan Angga!" ucap Fani.


"Baik Bu, saya minta maaf." ucap Wanita itu dan langsung pergi.


"Dia siapa mbak?" tanya Tania. "Dia adalah staf di kantor ini, dia sangat suka kepada Tuan Angga." ucap Fani. "Oohh." ucap nya.


"Oh iya buruan kamu ke ruangan Tuan Angga, dari tadi dia marah-marah karena sudah sangat lapar." ucap Fani. Tania menganguk.


"Ehh tunggu dulu deh." Fani menahan Tania.


"Kenapa yah mbak?" tanya Tania.

__ADS_1


Fani melihat penampilan Tania dari atas sampai kebawah.


"Kamu berbeda banget hari ini." ucap Fani.


"Berbeda?" ucap Tania Heran.


"Iyah. Kamu cantik sekali hari ini." ucap Fani. Tania tersenyum.


"Sebelumnya terimakasih mbak, saya harus menyesuaikan saya pergi kemana, Tuan Angga Akan marah kalau saya datang memakai seragam pelayan." ucap Tania.


"Bagus.. Ini adalah pemikiran yang bagus." ucap Fani.


Tania tersenyum. "Ya sudah kalau begitu saya ke ruangan tuan Angga dulu yah mbak." ucap Tania.


"Baiklah kalau begitu." ucap Fani.. Tania Pun meninggal kan Fani.


"Kalau seperti itu saya yakin Tuan Angga pasti tertarik kepada nya." ucap Fani.


"Kenapa kalian semua melihat ke arah saya? Ada yang salah dengan saya?" tanya Fani karena karyawan melihat nya yang berbicara sendiri dan tersenyum sendiri.


"Enggak kok Bu." ucap karyawan. "Semua nya kembali bekerja!" ucap Fani, mereka menganguk dan langsung bubar.


Tania berdiri di depan ruangan Angga. Sebelum masuk dia mengumpulkan mental dulu untuk mengetuk pintu.


Dia mengetuk pintu baru masuk ke dalam.


Angga menoleh ke arah Tania dia tersenyum namun Tania langsung memalingkan pandangannya. Angga menaikkan alis nya karena merasa di abaikan oleh Tania.


"Saya mau mengantar kan makan siang tuan, namun sepertinya Tuan sangat sibuk, saya akan meletakkan nya di atas Meja." ucap Tania.


"Ini sudah mau selesai " ucap Angga.


"Kalian lanjut kan, saya mau besok pagi ini sudah selesai." ucap Angga.


"Baik Tuan." jawab Rendi.


"Kalau begitu Kalian sudah bisa keluar." ucap Angga. Mereka pun keluar.. Melewati Tania Rendi tersenyum. Angga yang melihat itu membuat nya menaikkan alis nya lagi dan menatap dengan tatapan tajam.


Angga Menutup pintu. Dia menarik tangan Tania duduk di samping nya.


"Lain kali tuan jangan tersenyum kepada saya ketika di depan orang, saya takut mereka berfikir yang tidak-tidak." ucap Tania.


"Kenapa? apa kamu takut kalau Rendi cemburu?" ucap Angga.


"Bukan seperti itu tuan, saya yang tidak nyaman." ucap Tania.


"Kamu sudah berani mengatur saya?" tanya Angga. "Bukan seperti itu Tuan. Saya minta maaf." ucap Tania. Angga menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Sebaiknya Tuan makan, saya mendengar dari mbak Dara kalau tuan marah-marah." ucap Tania.


"Saya juga minta maaf karena datang terlambat." ucap Tania lagi.


"Saya berfikir kalau kamu tidak akan datang itu sebab nya saya marah-marah. Saya bisa menahan rasa lapar saya sampai makanan yang kamu masak datang." ucap Angga.


Tania diam. Angga menatap wajah Tania dan juga penampilan nya.


"Hanya di poles bedak Sedikit dan rambut di ikat sudah membuat saya pangling, kamu sangat cantik." ucap Angga.


"Tuan bisa saja, tidak perlu menggoda saya seperti itu, sebaiknya Tuan langsung Makan." ucap Tania. Angga tersenyum.


Dia melihat makanan yang di bawa oleh Tania.


"Kenapa Tuan melihat nya seperti itu? kalau Tuan tidak suka saya akan membeli makanan di luar saja." ucap Tania.


Angga Menggeleng kan kepala nya.


"Bukan seperti itu." ucap Angga. Tania menatap Angga.


"Ini bukan makanan yang kamu masak kemarin." ucap Angga.


"Saya ingin memasak yang berbeda Tuan. saya merasa ini jauh lebih enak dari pada yang kemarin." ucap Tania.


Angga memakan nya satu sendok terlebih dahulu.


"Bagaimana Tuan? Apa rasanya enak? kalau tidak enak Tuan tidak perlu memakan nya." ucap Tania.


"Ini sangat enak. Kelihatan nya sangat biasa namun rasanya luar biasa." ucap Angga.


"Tuan bohong.. Semua orang mengatakan kalau Tuan tidak suka makanan seperti ini." ucap Tania.


Angga menatap Tania.


"Mereka belum merasakan masakan kamu. Saya memang tidak suka makanan ini kalau bukan kamu yang memasak nya." ucap Angga.


Angga menyuapi ke mulut Tania dengan sendok nya. "Ini sungguh-sungguh enak sekali." ucap Angga.


Tania merasa masakan nya juga enak, dia suka masak. Makanan yang dia Masak karena orang tua nya sangat pintar memasak.


Angga makan begitu lahap, dia benar-benar menghabiskan semua nya sampai dia kekenyangan.


Tania menatap Angga yang bersandar.


"Kamu bisa membuat badan saya yang sangat atletis ini menjadi gemuk." ucap Angga. Tania tersenyum.


"Kamu semakin cantik kalau tersenyum seperti itu." ucap Angga.

__ADS_1


__ADS_2