Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 157


__ADS_3

"Tidak mungkin kamu tidak pernah melakukan nya dengan orang lain. Bagaimana dengan mantan kamu sebelum nya?" tanya Tania.


Angga menggeleng kan kepala nya, "Saya tidak pernah melakukan hal seperti itu." ucap Angga. Tania terdiam dia kaget.


"Kamu lanjut tidur aja." ucap Angga sudah sangat merasa Bersalah dan langsung tidur di samping Eki membelakangi Tania menutup mata nya dan tertidur.


Tania hanya bisa terdiam melihat Angga yang tidur membelakangi mereka.


Keesokan harinya Tania terbangun karena merasa di samping nya sudah tidak ada Eki dan juga Angga.


"Eki sama Angga kemana?" tanya Tania langsung duduk melihat ruangan itu kosong. "Eki...." panggil Tania. Namun tidak ada yang menyaut nya.


Dia melihat baju ganti untuk nya dan surat.


"Ini pakaian Dara, kamu bisa memakai nya terlebih dahulu. Aku dan Eki turun ke bawah terlebih dahulu agar tidak ada yang curiga kita tidur satu ruangan." isi surat.


Tania melihat jam.


"Ya Ampun sudah jam delapan." ucap Tania dia jadi panik buru-buru mandi.


Tidak beberapa lama dia turun ke bawah. Kebetulan di lantai bawah lagi Sangat ramai. Saat dia turun semua mata tertuju kepada dia.


Tania langsung terdiam sejenak. Dia tersenyum.


"Ma-maaf saya mengganggu yah?" ucap Tania.


"Mamah...." Eki berjalan ke Tania.


"Kamu Tania kan?" tanya saudara Angga. Tania menganguk.


"Ayo duduk dulu." ucap saudara Angga. Tania sebenarnya sudah telat namun dia juga tidak enak. Dia menyalim tangan semua tamu yang ada di sana.


Saat mau menyalim papah nya Angga dia sedikit degdegan, namun dia berusaha untuk biasa saja.


Tania duduk di samping Angga karena hanya itu tempat yang kosong.


"Angga sudah banyak cerita tentang kamu, ternyata kamu lebih cantik aslinya." ucap Keluarga Angga. Tania hanya bisa tersenyum saja.


"Kamu sangat mirip dengan anak kamu Eki. Kamu sangat beruntung memiliki anak seperti Eki yang periang, tidak penakut." ucap Keluarga Angga.


Tania mengode Angga karena dia sudah sangat telat.


"Mamah papah, Tania tidak bisa lama-lama duduk di sini, dia harus bekerja, aku akan mengantar kan dia." ucap Angga.


"Ya udah gak apa-apa, hati-hati menyetir." ucap mamah nya. Angga menganguk.

__ADS_1


"Eki biar saja di sini, biar om sama Tante yang jagain." ucap Orang tua Angga.


Tania menoleh ke arah Angga.


"Sudah tidak apa-apa." ucap Angga. Akhirnya Tania mengikuti Angga keluar dan masuk ke dalam mobil.


"Kamu kenapa tidak bilang sih kalau keluarga kamu datang semua hari ini?" tanya Tania dengan Kesal.


"Kalau saya bilang kamu tidak akan mau datang dan menginap." ucap Angga.. Tania menghela nafas panjang.


"Sepanjang hari aku tidak bersama Eki, dan malam pun dia sudah tidur. Di saat pagi-pagi seperti ini aku kesiangan dan sekarang ia di tahan oleh orang tua Kamu." ucap Tania.


"Aku sangat merindukan Eki." ucap Tania.


Angga tersenyum.


"Kamu masih bisa bertemu dengan dia nanti. Kalau kamu membawa dia bekerja apa kamu tidak kasihan?" tanya Angga.


"Kamu benar Sih." ucap Tania. "Sudah jangan memikirkan yang aneh-aneh, kamu harus fokus bekerja dan setelah itu waktu kamu untuk saya dengan Eki." ucap Angga.


Tania menganguk.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga.


"Sudah jam sembilan." ucap Tania.


"Oh iya soal tadi malam aku minta maaf yah, mungkin kata-kata atau sifat ku membuat kamu marah." ucap Tania.


"Sudah lupakan saja." ucap Angga karena dia malu.. Tania tersenyum dia keluar dari dalam mobil dan masuk ke Butik.


Angga memastikan Tania masuk baru dia pulang ke rumah.


Hari ini dia harus bekerja karena jadwal yang sebelumnya di undur jadi hari ini. Mungkin Angga akan sangat sibuk hari ini.


Sementara Di rumah Bibik Sisi Duduk sendiri an di teras rumah.


"Hari ini aku libur di rumah sendirian sangat Sepi, biasanya selalu ada Eki sekarang sudah tidak ada. Entah di mana sekarang Tania." ucap Bibik Sisi.


"Seperti nya Tania sudah tinggal dengan Tuan Angga, dia tidak mau mendengar kan kata-kata ku." ucap Bibik Sisi.


"Tumben sekali mbak Tania Telat hari ini?" tanya kasir. "Maafin aku yah, soalnya bangun kesiangan." ucap Tania.


"Itu karena mbak kerja sampai tengah malam." ucap kasir.


"Aku juga tidak mau lembur, Tapi kamu tau sendiri ini adalah baju untuk di pakai di pernikahan Nada." ucap Tania.

__ADS_1


"Apa baju pengantin nya sudah siap?" tanya Kasir..


"Pengantin pria nya sudah. Tapi baju pengantin untuk perempuan Masih setengah jadi." ucap Tania.


"Semoga cepat selesai yah Mbak." ucap kasir. Tania menganguk.


"Oh iya mbak apa Bu nada hari ini datang?" tanya Kasir. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Ada masalah kasih tau kepada aku saja, karena aku nanti akan ke rumah nya." ucap Tania.


"Oohh .. Ini loh Mbak." ucap kasir memberikan laporan kemarin.


"Nanti aku akan menyampaikan itu kepada dia." ucap Tania. Kasir mengucapkan terimakasih.


Ya udah kalau aku lanjut bekerja dulu yah." ucap Tania.


Tania masuk ke ruangan nya dia melihat baju pengantin yang belum jadi.


"Humm kenapa harus terburu-buru seperti ini sih Nada? Seandainya kamu bilang dari awal aku pasti sudah menyiapkan sebelum nya." ucap Tania.


"Ini adalah kedua kali aku membuat Gaun pengantin. Semoga saja jahitan ku ini membawa keberkahan, keberuntungan untuk orang yang memakai nya." batin Tania.


Dia mengingat di saat dia mau menikah dulu yang menjahit baju nya adalah dia sendiri.


Tania bekerja sambil mendengarkan musik. Dengan sangat telaten dan sangat serius dia menata kain dan semua bahan-bahan baju itu.


Tidak terasa waktu nya Makan siang.


"Tok!! Tok!! Tok!!


"Masuk saja." ucap Tania tanpa melihat siapa yang datang.


Tania merasa yang mengetuk pintu tak kunjung masuk, dia melihat ke arah pintu.


"Bibik Sisi!!" ucap Tania kaget melihat Bibik sisi.


Di segera menyudahi pekerjaan nya dan membawa Bibik Sisi makan siang di rumah makan yang tidak jauh dari Butik.


"Kenapa bibik datang jauh-jauh ke sini?" tanya Tania.


"Sudah dua hari kamu tidak pulang, kamu membuat Bibik khawatir. Bibik pikir kamu di rumah tuan Angga." ucap Bibik Sisi.


"Maafin aku bik tidak Ijin dulu kepada Bibik, Tapi aku sudah bilang pada Mona bik." ucap Tania. "Iyah Bibik tau, tapi Bibik tidak mau kamu tidur di rumah tuan Angga." ucap Bibik Sisi.


Tampa di tanya Tania sudah tau karena apa Bibik sisi tidak mengijinkan.

__ADS_1


"Dari tadi Bibik merasa ada yang kurang..Eki kemana?" tanya Bibik Sisi. Tania seketika terdiam.


__ADS_2