
"Iyah, aku memilih kamu. Aku sudah memikirkan nya, aku berfikir kalau aku masih mencintai Malvin karena Eki, namun ternyata tidak lagi. Hati ku sudah milik kamu seutuhnya." ucap Tania.
Angga tersenyum dia menatap wajah Tania.
"Saya juga mencintai kamu jangan pernah meninggalkan saya." ucap Angga.
"Kamu yang meninggal kan aku, bukan aku yang meninggal kan kamu." ucap Tania. "Saya minta maaf." ucap Angga tersenyum.
Tania menatap Angga.
"Apakah kamu mau menikah dengan saya?" tanya Angga. Tania menganguk sambil tersenyum.
Angga sangat senang dia mengusap wajah nya seperti tidak percaya. Seketika sakit yang di badan nya hilang begitu saja.
"Kamu jangan senang dulu! aku masih marah kepada kamu!" ucap Tania.
"Kamu kenapa marah? Saya melakukan kesalahan lain?" ucap Angga mencoba mengingat kesalahan apa yang dia perbuat.
"Benar sekali. Aku marah kepada kamu karena sudah berpura-pura bermain perempuan di Club." ucap Tania. Angga memegang kepala nya memasang wajah bersalah.
"Saya..." ucap Angga.
"Aku sudah tau semua nya. Aku kesal karena kamu mencoba membuat aku membenci kamu." ucap Tania.
"Percayalah saya melakukan itu demi kebahagiaan kamu.. Agar pria seperti saya tidak bersama kamu." ucap Angga.
Tania memasang wajah Kesal.
"Dan aku juga marah karena kamu menghabiskan banyak minuman beralkohol sampai sakit seperti ini!" ucap Tania.
"Maafin aku." ucap Angga lagi.. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak akan memaafkan kamu." ucap Tania. "Aku mohon sayang." ucap Angga memohon.
Namun Tania tidak mau. "Karena kamu sudah sembuh kamu harus membersihkan semua kekacauan yang ada di luar." ucap Tania.
"Kekacauan apa?" tanya Angga. Tania membuka pintu kamar. "Kamu lihat lah keluar." ucap Tania.. Angga melihat ruang tamu nya seperti kapal pecah.
"Bagaimana bisa seperti ini?" tanya Angga.
"Kamu masih bertanya? Ini semua karena kamu lah!" ucap Tania.
Angga menghela nafas panjang. Kepala nya pusing melihat itu semua.
"Kalau kamu mau aku di sini, kamu harus membersihkan ini semua terlebih dahulu." ucap Tania.
"Kita panggil tukang bersih-bersih saja." ucap Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Kalau kamu mau aku di sini, kamu harus membersihkan semua itu!" ucap Tania. Angga menganguk.
"Baiklah-baiklah kalau begitu." ucap Angga. "Ya udah kalau begitu mulai lah." ucap Tania.
__ADS_1
Angga mengambil tong sampah mengumpulkan semua sampah ke dalam dan tidak lupa juga mengumpulkan botol minuman nya.
Setelah beberapa lama semua nya sudah hampir selesai.
"Ini sudah hampir selesai." ucap Angga. Tania yang sedang memasak di dapur hanya bisa tersenyum.
Tidak beberapa lama akhirnya Semua nya bersih dan juga rapi..
"Akhirnya semua nya bersih juga." ucap Angga dia memilih untuk duduk sejenak.
Karena sangat haus dia pergi ke dapur. "Sudah selesai?" tanya Tania.
"Sudah... Kalau bukan karena saya sayang sama kamu, saya tidak akan pernah melakukan itu." ucap Angga.. Tania tersenyum.
"Nih minum air hangat, gak boleh air es, kamu masih sakit." ucap Tania. Angga menghabiskan nya.
"Aku akan menghidangkan makanan di atas meja, kamu duduk lah di sana." ucap Tania.
"Saya sudah sangat lelah, saya sangat lemas sekali. Apa kamu tidak ingin memberikan sesuatu yang membuat semangat saya kembali lagi?" tanya Angga.
"Maksud kamu apa?" tanya Tania.
"Berikan saya kecupan." ucap Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Jangan berharap yah!" ucap Tania. Angga menghela nafas panjang.
"Cup..." Angga mengambil kesempatan untuk mencium pipi Tania yang sedang lengah.
Setelah itu mereka makan bersama, Angga masih kurang berselera untuk makan jadi Tania harus membujuk nya terlebih dahulu.
Seharian Tania mengurus Angga.
"Sayang...." ucap Angga yang baru saja keluar dari kamar dan melihat Tania Duduk di sofa sambil menonton TV.
"Kamu sudah bangun?" ucap Tania melihat Angga.
Angga menganguk. "Ini sudah jam berapa? Saya tidur terlalu Lama." ucap Angga.
"Ini baru saja jam empat sore." ucap Tania. Angga berbaring di paha Tania.
"Kamu ngapain?" ucap Tania.
"Saya masih sangat lemas, Ijin kan saya istirahat di sini sejenak." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.
Tania mengelus kepala Angga.
"Berikan saya kecupan " ucap Angga.. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Kita belum suami istri." ucap Tania.
"Bagaimana kalau kita sudah suami istri, apa kamu akan memberikan saya kecupan kepada saya setiap detik?" tanya Angga.
__ADS_1
Tania menganguk.
"Bahkan lebih dari kecupan." ucap Tania. Angga tersenyum.
"Kalau begitu saya akan mendatangi Bik Sisi membawa orang tua saya." ucap Angga. Tania tersenyum.
"Jangan besok.. Aku belum menyelesaikan masalah ku dengan Malvin. begitu juga dengan kamu." ucap Tania.
Angga menghela nafas. "Oh iya kamu benar juga." ucap Angga.
"Permisi Tuan Angga." ucap Dara, Stevan dan Fani yang baru Saja datang.
"Kalian di sini?" tanya Tania. Dara menganguk.
"Aku pikir kamu sudah tidak di sini lagi, itu sebab nya aku langsung ke sini, namun ternyata kamu masih di sini." ucap Dara.
"Angga menahan ku. Dia tidak mengijinkan aku pergi." ucap Tania. Mereka menatap Angga.
"Hummm bagaimana bisa kamu sudah di sini, namun tuan masih tiduran manja di paha Tania?" ucap Dara.
"Saya masih kurang enak badan, saya masih sakit." ucap Angga.
"Apakah orang sakit bisa bersih-bersih?" ucap Dara sambil menunjuk kan video yang di kirim oleh Tania tadi.
"Dari mana kamu mendapatkan itu?" tanya Angga. Dara hanya tersenyum. Angga menatap Tania.
"Tapi lagi sakit, gak boleh marah-marah." ucap Fani.
Angga jadi malu sendiri karena sudah di permain kan.. Stevan yang melihat itu hanya senyum-senyum saja.
"Kenapa kamu senyum saja Stevan? Bantu saya." ucap Angga.
"Kalau kamu membantu Tuan Angga, kamu juga akan merasakan ledekan kami." ucap Dara.
Mereka tertawa.
"Saya tidak bisa melakukan apapun Tuan." ucap Stevan. Angga dan Stevan di ketawain oleh mereka.
"Aku harus pulang.. Kalian sudah ada di sini menemani Angga. Kasian Eki pasti mencari aku." ucap Tania.
Tania kembali dari sana.
"Yahh wajah tuan Angga sedih lagi, padahal baru saja bahagia." ledek Daraa.
"Kamu Bisa berhenti meledek saya tidak?" ucap Angga Kesal. Dara menggeleng kan kepala nya.. Angga kesal namun Dara dan Fani semakin membuat nya Kesal.
."Jadi apa Tuan sungguh -sungguh mau meninggalkan Tania?" tanya Dara. Angga menggeleng kan kepala nya.
mereka bertiga tertawa.
"Sudah capek-capek untuk menenangkan diri, mencoba untuk move on namun ternyata malah tidak bisa " ucap Dara.
__ADS_1
"Saya mencintai Tania, begitu juga dengan Tania..Saya hanya salah paham tentang hubungan mereka. Ternyata Tania memilih dengan saya." ucap Angga.