
"Kenapa Tuan sangat mencintai Tania? Bahkan tuan melakukan apapun untuk Tania?" ucap Fani.
"Saya menemukan kebahagiaan, kehidupan saya bersama Tania..Saya nyaman bersama dia." ucap Angga.
Fani mengelus punggung Angga.
"Sudah tuan jangan sedih seperti ini. Malu sama sekretaris." ucap Fani, namun Angga tidak menghiraukan nya dia terus di pelukan Anisa agar dia bisa lebih tenang.
Fani memutuskan untuk pulang saja dari sana.
Dua hari kemudian... Tania sudah pulang dari rumah sakit. Malvin yang membantu Bibik sisi membawa Tania pulang ke rumah.
"Aku sudah baikan, kamu bisa pulang." ucap Tania setelah sudah sampai di rumah. Malvin menghela nafas panjang.
"Beberapa kali pun kamu mengusir aku, aku tidak akan pergi sebelum kamu memaafkan aku." ucap Malvin.
Tania menghela nafas panjang. "Aku sudah memaafkan kamu, sekarang kamu bisa pergi dan pulang lagi kepada kehidupan kamu sebelum nya. Hidup tanpa aku dan juga Eki." ucap Tania.
"Aku sudah memutuskan untuk menetap di sini, aku juga sudah membicarakan ini kepada orang tua ku." ucap Malvin.
"Terserah kamu Saja, aku hanya ingin kamu pergi dari kehidupan ku." ucap Tania. Malvin menatap wajah Tania.
"Apa benar kamu ingin aku pergi dari kehidupan kamu?" tanya Malvin.
"Iyahh.. Aku tidak ingin melihat kamu lagi. Terimakasih sudah membantu dan juga merawat ku tiga hari ini." ucap Tania.
"Aku ingin berbaikan dengan kamu, aku ingin kita rujuk." ucap Malvin. Tania terdiam sejenak. "Kamu mau kan?" ucap Malvin memegang tangan Tania.
Tania menatap mata Malvin. "Aku tidak ingin terluka lagi, maafin aku. Aku tidak bisa kembali kepada kamu lagi." ucap Tania.
"Kenapa? Apa karena Angga? Apa karena kamu ingin bersama Angga?" ucap Malvin. "Jangan membawa-bawa Angga di urusan kita." ucap Tania. Malvin menghela nafas panjang.
"Baiklah aku minta maaf, aku hanya tidak menerima penolakan kamu ini." ucap Malvin.
"Ini sudah keputusan untuk ku, aku tidak ingin kembali kepada kamu, aku mohon tinggalkan aku bersama Eki dan juga kamu harus mencari kehidupan yang baru." ucap Tania.
Malvin menggeleng kan kepala nya.
"Aku meninggalkan kamu dulu bukan Karena aku tidak mencintaimu kamu, tapi karena mantan kekasih ku." ucap Malvin.
Tania tau jelas siapa mantan kekasih mantan suami nya itu.
"Dia mengancam ku untuk mencelakakan kamu kalau aku tidak meninggalkan kamu." ucap Malvin.
__ADS_1
Tania terdiam. "Sudah beberapa kali dia mencoba namun orang tua kamu yang selalu melindunginya kamu." ucap Malvin.
"Dan pada akhirnya orang tua kamu meminta aku untuk meninggal kan Kamu sebelum mereka meninggal dunia." ucap Malvin.
"Aku tidak percaya.. Itu tidak lah mungkin." ucap Tania.
"Percaya atau tidak aku memiliki bukti nya kalau orang tua kamu yang meminta aku pergi." ucap Malvin.
Tania terdiam sejenak.
"Aku meninggalkannya kamu bukan berarti aku berhenti mencari tau tentang kabar kamu, aku mengirim kan uang kepada orang tua ku namun mereka tidak menyampaikan kepada kamu." ucap Malvin.
"Dan sampai pada akhirnya aku dan Mamah ribut. Mereka tidak setuju aku kembali kepada kamu. Pada saat itu kamu bersama Aris, aku tidak ingin menganggu kebahagiaan kamu akhirnya aku memutuskan untuk kabur keluar negeri untuk dua tahun." ucap Malvin.
Tania sama sekali tidak Percaya, namun semua bukti yang di tunjuk kan oleh Malvin sudah membuktikan nya.
Tania memegang kepala nya. "Aku tau kamu pasti akan sulit menerima ini, tapi asal kamu tau kalau aku masih mencintai kamu." ucap Tania.
"Aku kembali ke sini karena kamu dan Eki." ucap Malvin.
"Tapi kamu tau kan kalau aku dengan Angga sudah mau tunangan." ucap Tania.
Malvin langsung terdiam.
Malvin tidak bisa mengatakan apapun lagi.
"Kalau begitu ijinkan aku untuk ada di dekat kalian beberapa hari sampai rindu ku terobati." ucap Malvin.
"Sebaiknya kamu istirahat saja." ucap Malvin membantu Tania tidur di kasur. Malvin menyelimuti nya dan setelah itu keluar dari kamar.
Di luar Malvin melihat Bibik sisi sudah rapi.
"Loh Bibik mau kemana?" tanya Malvin.
"Saya ada urusan mendadak, Bibik boleh titip Eki dan Tania?" tanya Bibik sisi.
"Boleh bik, kebetulan saya juga belum mau pulang." ucap Malvin.. Akhirnya Bibik Sisi pergi..Mona tidak di rumah karena dia pergi Ke sekolah.
Malvin melihat ke arah Eki yang sedang main-main.
Tiba-tiba Eki datang kepada nya yang duduk di kursi. Eki meminta tolong memasang kan mobil nya yang rusak.
Malvin berusaha untuk memasang nya kembali. Setelah bagus Eki sangat senang. Perlahan Malvin mulai mendekati Eki dan main bersama.
__ADS_1
Eki sudah kenal dengan Malvin jadi dia tidak takut lagi. "Semoga saja dengan cara ini aku bisa berdekatan dengan Eki." batin Malvin.
Mereka main bersama. Tidak beberapa lama Tania keluar dari kamar mau ke kamar mandi.
"Loh Malvin belum pergi.?" batin Tania.
Dia melihat Eki sudah mulai akrab dengan Malvin.
"Sangat mirip sekali." ucap Tania pelan..
"Kamu bangun?" ucap Malvin melihat Tania.
"Aku mau ke kamar mandi, kamu kenapa belum pulang?" tanya Tania.
"Berapa kali aku harus mengatakan kalau aku tidak akan pulang. Bibik Sisi sedang pergi yang menjaga Eki tidak ada di rumah ini." ucap Malvin.
"Aku bisa menjaga nya, kamu pulang saja." ucap Tania.
Malvin menggeleng kan kepala nya.
"Aku ingin bersama anak ku, apa tidak boleh? Kalau dia besar nanti dan tau kalau mamah nya tidak membolehkan papah kandung nya bertemu dia. Eki pasti akan sangat marah." ucap Malvin.
"Kamu bisa pergi dari sini tidak? jangan membuat ku marah." ucap Tania.
"Sekarang kamu sudah bisa marah yah, dulu kamu tidak pernah marah sama sekali." ucap Malvin. "Jangan membahas dulu. Karena hanya ada sakit." ucap Tania.
Malvin menatap Tania.
"Kamu mau ke kamar mandi? Aku bisa membantu mu." ucap Malvin karena Tania belum bisa berjalan dengan baik.
"Aku bisa sendiri." ucap Tania.. Namun Malvin memaksa untuk terus membantu Tania ke kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi Tania duduk di ruang tamu memerhatikan Eki main.
"Aku akan membuat Teh hangat untuk kamu." ucap Malvin.
"Kenapa yah Angga tidak datang? Bahkan dia tidak menelpon ku sama sekali." batin Tania..
"Huff seperti nya dia sangat sibuk sekali sehingga lupa untuk mengabari aku." ucap Tania dalam hati.
"Teh nya sudah datang." ucap Malvin meletakkan teh di depan Tania.
"Terimakasih." ucap Tania.
__ADS_1