Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 143


__ADS_3

"Baiklah Tuan." ucap Mona, panggilan langsung mati.


"Permisi Tuan." Fani masuk ke ruangan Angga.


"Ini data-data baru yang sudah selesai. Tuan periksa setelah itu bisa di tandatangani." ucap Fani.


"Kerja kamu cukup cepat juga." ucap Angga. Fani tersenyum.


Angga memeriksa semua nya.


"Terimakasih yah sudah banyak membantu saya." ucap Angga.. Fani menganguk.


Satu Minggu berlalu...


Tania dengan Angga tidak pernah bertemu lagi.. Tania fokus ke pekerjaan dan anak nya sementara angga fokus memperbaiki semua pekerjaan nya.


"Permisi Pah." Angga datang menemui papah nya memberikan laporan.


"Ini laporan yang papah minta." ucap Angga meletakkan di atas meja.


"Apa kamu sudah yakin laporan ini tidak mengecewakan Papah?" tanya papah.


"Papah bisa memeriksa nya terlebih dahulu." ucap Angga.


Papah nya mulai memeriksa.


Angga berharap sekali hasil laporan nya tidak mengecewakan Papah nya.


Cukup lama memeriksa nya akhirnya selesai juga.


"Bagaimana Pah?" tanya Angga. "Bagus..." ucap papah.


"Semenjak kita tidak bekerja sama dengan Danil kita banyak rugi, tapi sekarang kembali normal berkat usaha kamu. Semangat terus anak ku." ucap Papah nya.


Angga bernafas lega.


"Terimakasih banyak Pah, kalau bukan arahan dari papah aku juga tidak bisa melakukan ini." ucap Angga.


"Oh iya sudah hampir satu Minggu lebih kasus ini berlalu.. Bagaimana hubungan kamu dengan Tania?" tanya papah nya.


Angga kaget dengan pertanyaan Papah nya.


"Sudah satu Minggu papah tidak membahas ini." ucap Angga.


"Papah tidak bermaksud untuk menyinggung kamu, hanya saja perjanjian kita dari awal adalah, Kalau kamu bisa menormalkan semua nya papah akan memberikan pintu hijau untuk hubungan kamu dengan Tania." ucap papah nya.


"Papah serius?" ucap Angga. Papah nya menganguk.


"Selama ini papah memerhatikan Tania, dia wanita yang baik-baik, bukan seperti Janda pada umumnya, jadi papah merestui kamu dengan dia." ucap papah nya.


Angga tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Pah. Terimakasih." ucap Angga.


"Papah melihat akhir-akhir ini kamu sangat sibuk bekerja. jadi untuk sekarang kamu sudah bisa meluangkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Tania dan juga anak nya." ucap Papah nya.


"Ingat! Tania bukan gadis, dia mempunyai anak, dia mempunyai Adik dan juga keluarga.. Kalau kamu menginginkan Tania kamu harus bisa menerima keluarga nya termasuk anak nya. Menerima masa lalu nya." ucap papah nya.


Angga menganguk sambil tersenyum.


"Dan satu lagi, jangan sesekali membuat Tania sedih, jangan pernah membahas masa lalu atau keburukan nya. Kalau dia salah tegur. Jangan trauma nya terulang lagi." ucap mamah nya baru saja datang.


"Mamah di sini juga?" ucap Angga. Mamah nya menganguk.


"Apa kamu mendengar nasehat papah sama mamah?" tanya Orang tua nya. Angga menganguk.


"Sini pelukan dulu." ucap orang tua nya.


Mereka benar-benar sangat bahagia sekali.


"Tidak ada gunanya kalau kamu menyakiti hati perempuan." ucap Papah nya.


Angga menganguk.


Selepas dari sana Angga mau ke rumah Tania namun dia tidak melakukan persiapan terlebih dahulu.


"Aku sudah sangat merindukan Tania." ucap Angga. Dia membeli bunga dan juga Makanan.


"Jam segini tidak mungkin Tania di rumah, dia pasti di Butik." ucap Angga.


"Tutup? Bagaimana bisa tutup? Tidak pernah Butik ini tutup." batin Angga. Dia menelpon nomor Butik namun tidak aktif.


Akhirnya dia menelpon nomor Tania. Dia sengaja tidak menghubungi Tania agar seprais. Namun terpaksa.


Tapi dia sangat kecewa karena tidak aktif juga.


"Kemana dia? kenapa tidak aktif?" ucap nya. akhirnya ia memutuskan untuk ke rumah Tania.


Namun sampai di rumah Bibik Sisi tidak menemukan Tania di sana hanya ada tetangga.


"Permisi bik, apakah ibu tau Tania dan keluarga nya kemana?" tanya Angga.


"Dengar-dengar sih mereka semua liburan pak bersama pemilik Butik." ucap Tetangga.


"Oohhh." ucap Angga. Angga masuk ke dalam mobil.


"Hufff aku sudah capek-capek menyiapkan hari ini, namun ternyata Tania tidak ada, dia sangat sedih sekali.


Dia mengendarai mobil nya kembali ke rumah dengan wajah yang sangat cemberut.


"Tuan kenapa? apa yang terjadi? Apa laporan kita tidak di terima oleh orang tua tuan?" tanya Fani.


Angga menggeleng kan kepala nya. "Maksud Tuan?" semua nya langsung panik.

__ADS_1


"Kamu jangan berfikir yang tidak-tidak! Saya sedih bukan karena laporan di tolak tapi saya mencari Tania dia tidak ada." ucap Angga.


"Ya ampun Tuan, tentang Tania. kami sudah sangat khawatir." ucap Dara.


"Apa kalian hanya memikirkan pekerjaan? Bagaimana dengan hati saya?" tanya Angga.


"Kamu harus melakukan apa Tuan? Kami tidak bisa melakukan apapun." ucap Dara.


"Bantu mencari tahu kemana Tania liburan!" ucap Angga.


"Kalau hanya liburan tunggu saja tuan." ucap Rendi.


"Saya sudah tidak bertemu dengan nya cukup lama, badan saya sudah kurus memikir kan dia. Apa kalian tidak berfikir tentang itu!" ucap Angga.


semua nya terdiam.


"Baiklah Tuan, kami akan mencari di mana." ucap Dara.


"Secepat nya! Saya sudah sangat merindukan dia." ucap Angga.


"Baik tuan, seperti nya Tuan harus istirahat, mari saya antar." ucap Fani.


"Kita harus mencari kemana?" tanya Rendi. "Dara menggeleng kan kepala nya.


"Aku juga tidak tau, tapi kita bisa melihat beberapa postingan dari mereka." ucap Dara.


Mereka melihat postingan Nada tidak ada, Mona dan juga Tania sama sekali tidak ada.


"Bagaimana kita mencari tau?" ucap Dara Menghela nafas panjang.


Sementara di tempat lain Tania duduk di balkon villa menikmati pemandangan yang sangat indah. Mereka ke puncak di bawa oleh Aris.


Tania menemani Eki yang sedang main-main di balkon villa itu.


"Tania!" panggil Nada. Tania menoleh ke arah Nada dan ternyata Nada membawa jus.


"Kamu dari tadi melamun, memikirkan apa sih? Kamu gak suka yah?" tanya Nada.


"Suka banget kok.. Hanya saja aku mengingat kedua orang tua ku di saat jalan-jalan seperti ini." ucap Tania.


Nada duduk di samping Tania.


"Kamu pasti sangat merindukan mereka." ucap Nada, Tania menganguk.


"Apa kamu tidak merindukan tuan Angga?" tanya Nada. Tania menatap Nada menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.


"Ah kamu serius? aku mendengar sekarang perusahaan Angga sudah kembali normal, aku sangat senang, itu artinya Tuan Angga tidak akan terlalu sibuk lagi." ucap Nada.


Tania hanya diam.


"Kamu tidak boleh membohongi perasaan kamu, sebenarnya kamu Merindukan Tuan Angga kan?" tanya Nada. Tania menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Kamu sudah Tau lah jawaban nya, aku tidak akan mengganggu, agar dia lebih fokus dan cepat menyelesaikan pekerjaan nya." ucap Tania.


__ADS_2