
"Saya minta tuan pergi dari sini. Saya akan terus bekerja di tempat Tuan sampai perjanjian selesai." ucap Tania.
Angga diam. "Saya tidak akan kemana-mana, saya akan terus di sini." ucap Angga.
Sementara di Kediaman Angga..
"Dara! Kenapa Tuan Angga tak kunjung pulang yah? apa sesuatu terjadi? kenapa aku tidak berhenti khawatir." ucap Fany.
"Aku juga kefikiran Fan, di mana yah kira-kira tuan Angga." ucap Dara.
"Bisa jadi dia ada di rumah Tania." ucap Dara. "Ah tidak mungkin. Kamu jangan aneh-aneh deh. Mana pernah Tuan Angga mau tidur di rumah orang lain." ucap Fani.
"Lalu Tuan Angga kemana?" ucap Dara.
"Minta orang-orang mencari nya." ucap Fani. Dara menganguk.
Tania sudah di pindahkan ke ruangan rawat inap. Bibik Sisi baru saja datang.
"Tuan Angga.. Bagaimana keadaan Tania?" tanya Bibik Sisi.
"Sudah di pindah kan ke ruangan rawat inap Bu." ucap Angga. "Kenapa Tuan menunggu Sendiri di sini?" tanya Bibik Sisi.
Angga Menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak di ijinkan masuk ke dalam oleh Tania." ucap Angga. Bibik Sisi terdiam sejenak.
"Sebaiknya Ibu masuk saja. Saya akan menjaga Eki." ucap Angga membawa Eki ke pangkuan nya. Bibik Sisi masuk ke dalam ruangan Tania.
"Bibik Kemana saja? Kenapa Bibik baru datang, Eki dengan Mona mana?" tanya Tania.
"Eki ada di luar sana tuan Angga. Mona tidak ikut karena Bibik takut dia kecapean." ucap Bibik Ja.
"Aku sangat mengkhawatirkan mereka. Aku juga ingin memeluk Eki." ucap Tania. "Kamu fokus pada kesehatan kamu dulu yah, mereka baik-baik saja." ucap Bibik Sisi. Tania menganguk.
"Kenapa kamu tidak mengijinkan Tuan Angga masuk ke dalam?" tanya Bibik sisi. Tania Menggeleng kan kepala nya.
"Kamu dengan Tuan Angga marahan? Apa Tuan Angga marah-marah?" tanya Bibik Sisi. Tania menghela nafas panjang.
"Aku meminta nya untuk pulang bik, dari kemarin dia di sini." ucap Tania.
__ADS_1
"Tuh kamu tau Tuan Angga dari Kemarin di sini. Kenapa kamu tidak mengijinkan dia masuk dan istirahat di sofa ini?" ucap Bibik Sisi. Tania terdiam.
"Walaupun ada masalah, tuan Angga sering marah-marah Tapi dia sudah membantu kamu. Kamu tidak boleh seperti itu." ucap Bibik Sisi.
"Tapi masalah nya bukan itu Bik. Ini masalah yang lain." ucap Tania. Bibik sisi terdiam.
"Bibik tidak tau masalah nya apa, intinya kamu harus berbuat baik kepada siapa pun, Tania yang Bibik kenal adalah orang yang baik, itu sebabnya Bibik mau membantu kamu." ucap Bibik Sisi.
Tania menghela nafas panjang. "Baiklah bik, aku minta maaf." ucap Tania. "Sekarang bagaimana keadaan kamu?" tanya Bibik Sisi. "Alhamdulillah sudah lebih baik Bik." ucap Tania.
"Rumah sakit ini melayani dengan baik. Bahkan obat yang mereka berikan terkenal sangat ampuh sekali, Tuan Angga membayar biaya nya pasti sangat mahal." ucap Bibik Sisi.
Tania diam. Bibik Sisi seperti nya sengaja mengatakan hal seperti itu agar Tania jangan bersikap seperti nya ini kepada tuan Angga.
Tidak beberapa lama Angga masuk membawa Eki.
"Maaf saya mengganggu, saya hanya ijin keluar membawa Eki mencari makanan." ucap Angga.
"Apa Tuan Angga dari tadi pagi tidak Makan?" tanya Bibik Sisi. Angga menggeleng kan kepala nya.
"Saya hanya tidak berselera, saya permisi." ucap Angga segera keluar.
"Ya ampun Tuan Angga baik sekali. Dia tidak meninggalkan kamu walaupun dia sudah lapar." ucap Bibik Sisi.. Tania terdiam.
Angga membawa Eki ke dalam mobil untuk mencari restoran terdekat. Tidak beberapa lama akhirnya sampai namun dia melihat Sangat ramai sekali.
Dia menoleh lagi ke arah Eki. "Sebaiknya kita memesan online saja." ucap Angga tidak jadi keluar karena kalau dia keluar dia takut tidak bisa mengendalikan diri nya dan juga keluar mengendong anak kecil akan membuat isu di mana-mana.
Setelah mendapatkan apa yang dia mau akhirnya dia dan Eki pulang. Mereka makan di taman rumah sakit. Angga dengan berhati-hati makan sambil mengendong Eki.
"Ya ampun baik banget sih Papah nya. Makan sambil ngasuh anak." ucap wanita-wanita yang lewat.
Angga hanya tersenyum kepada wanita yang melihat ke arah dia.
"Anak nya ganteng, Papah nya ganteng." ucap wanita yang tidak berhenti melihat ke arah Angga.
Dengan Sengaja mereka mau mencubit pipi Eki namun di halangi oleh Angga. "Saya mohon jangan menyentuh atau mengambil foto saya dengan anak saya." ucap Angga kesal.
__ADS_1
Mereka semua kecewa dan langsung pergi. Eki mau mengambil jajan yang ada di atas meja namun tidak sengaja dia menjatuhkan air minum dan tumpah ke celana Angga.
"Eki apa yang kamu lakukan?" ucap Angga marah. Eki bukan nya takut melainkan malah tambah aktif ingin mendapatkan cokelat yang di atas Meja.
Angga membuka jajan itu dan memberikan nya pada Eki.
"Saya sudah tidak mandi dua hari, saya juga tidak memiliki pakaian ganti." ucap Angga. Eki makan jajan Angga melanjutkan makan karena dia sangat lapar. Dia sudah tidak perduli dia makan di mana, di lihatin banyak orang karena dia sudah tidak perduli.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan Angga mau minum namun Air sudah banyak yang tumpah.
"Ini Tuan.." ucap wanita memberikan Air mineral kepada Angga.
"Terimakasih..." ucap Angga langsung meminum nya. Setengah minum itu habis. Namun Angga melihat wanita itu masih ada di sana.
"Berapa? Saya akan membayar nya." ucap Angga.
"Tidak perlu Tuan." ucap wanita itu.
"Kamu mengenal saya?" tanya Angga.
"Iyah saya mengenal Tuan, saya sangat beruntung bertemu dengan Tuan di sini. Ini seperti mimpi bagi saya." ucap wanita cantik itu.
Angga menatap nya. Dia melihat penampilan wanita itu pasti bukan wanita sembarangan karena barang yang di pakai bukan lah barang yang murah.
"Apa mau mu?" tanya Angga. "Saya hanya ingin berkenalan dengan tuan." ucap wanita itu.
"Kamu sudah tau tentang saya semuanya pasti, untuk apa lagi berkenalan." ucap Angga. Wanita itu bingungau berbicara apa lagi karena angga terlalu Cuek.
"Kenalin nama saya Claudia." ucap wanita itu sambil menjulurkan tangannya. "Baiklah." ucap Angga tanpa membalas jabatan nya.
"Kalau boleh tau Tuan dengan siapa ke sini? Ini Anak Siapa? Kenapa dia sangat tampan sama seperti Tuan." ucap Claudia.
"Kamu tidak perlu tau urusan orang lain!" ucap Angga. Dia mengeluarkan uang satu lembar kepada Claudia dan segera pergi.
Claudia Menghela nafas panjang.
"Huff Tuan Angga kenapa sangat Cuek sih." ucap Claudia sedih.
__ADS_1