Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 21


__ADS_3

"Lagian ibu sendiri yang mengatai saya." ucap Nada.


"Humm sangat cocok sih berteman sama Tania. Kelihatan nya bukan wanita baik-baik."


"Mungkin dia menjual pakaian dan sambil menjual yang lain juga." ucap ibu itu lagi. Nada sangat kesal sehingga memaki ibu itu Tampa ada rasa segan dia juga mau menjambak rambut nya namun langsung di tahan.


"Sudah mbak," semua orang menahan Nada yang sudah sangat emosi. "Lain kali kalau ibu berani mengata-ngatai teman saya atau saya. Ibu akan saya laporkan." ancam Nada.


"Ada apa ini?" tanya Aris yang baru saja datang. Nada melihat Aris dengan tatapan aneh karena ini pertama kali dia melihat Aris.


"Ini pak mbak ini dengan ibu itu bertengkar karena ibu itu menuduh mbak Tania wanita tidak baik, karena dia di antar oleh mobil mewah dan juga selalu pulang malam." ucap Warga.


"Itu tidak benar. Pekerjaan Tania memang selalu pulang malam, untuk apa ini mengikut campuri urusan orang lain!" ucap Aris.


Semua pun bubar setelah di perjelas oleh Aris.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Aris melihat pergelangan tangan Nada yang terluka.


"Hanya luka sedikit saja." ucap Nada. Aris mengambil pembalut luka kecil dari dalam mobil nya.


"Kalau boleh tau kamu siapa? Kenapa kamu bisa di sini?" tanya Aris. "Justru saya yang bertanya anda siapa?" tanya Nada.


"Oohh saya adalah teman dekat Tania. Saya ke sini mau bertemu dengan Tania." ucap Aris.


"Oohh saya adalah Nada Teman Tania juga. Tapi sekarang Tania nya sudah pergi bekerja." ucap Nada.


"Kamu Nada pemilik Butik tempat Tania menjahit?" ucap Aris. Nada menganguk.


"Wahh secara kebetulan kita bertemu di sini yah, sebelum nya saya sudah pernah berkunjung ke butik kamu, namun tidak melihat kamu di sana." ucap Aris.


Nada hanya tersenyum tipis saja. "Dan saya juga baru tau kalau Tania dekat dengan seorang laki-laki, saya juga baru melihat kamu." ucap Nada.


"Saya adalah seorang dokter, keluarga saya di sini semua namun saya di tugas kan di luar kota. Itu sebabnya saya jarang di sini." ucap Aris.


"Oohh berati kamu ke sini sengaja mau berkunjung ke rumah Tania?" ucap Nada. Aris menganguk.


"Tania sekarang memiliki pekerjaan di tempat lain. Beberapa menit yang lalu dia pergi. Seperti nya Kamu tidak bisa bertemu dengan dia." ucap Nada.


Aris Menggeleng kan kepala.

__ADS_1


"Tidak apa-apa." ucap Aris.


"Kalau begitu saya pergi dulu yah, terimakasih sudah mengobati luka saya." ucap Nada. Aris Menganguk.


"Oh iya tunggu dulu." Tahan Aris.


Nada yang hendak masuk ke dalam mobil tidak jadi dia menoleh ke arah Aris.


"Apa saya Masih bisa bertemu dengan kamu lagi?" tanya Aris. Nada terdiam sejenak.


"Maksud saya, kalau kita memiliki kesempatan lagi apa saya bisa berkunjung ke butik kamu?" tanya Aris. "Saya tidak Keberatan sama sekali. Pintu Butik saya terbuka lebar untuk Tamu." ucap Nada.


Aris tersenyum. Setelah itu Nada pun pergi meninggalkan Aris. Aris melihat mobil Nada yang semakin jauh.


"Ternyata bos Tania secantik itu." ucap Aris, dia langsung masuk ke dalam mobil nya meninggal kan rumah Tania.


Tania di dalam perjalanan ke rumah tuan Angga. Eki terlihat sangat nyaman sekali duduk di dalam mobil yang begitu mewah itu.


"Pak besok-besok jangan menjemput saya dengan mobil ini yah, ini terlalu berlebihan." ucap Tania.


"Kami hanya mengikuti perintah Tuan Angga Bu." jawab supir. Tania langsung diam.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Dia mau membuka pintu mobil sendiri namun ternyata sudah keburu di buka kan oleh Dara.


"Bu Tania bisa langsung ke kamar Tuan Angga. Sementara Anak ibu, ibu bisa mempercayai kepada Baby sister yang sudah di bayar khusus untuk menjaga anak ibu." ucap Dara.


"Tapi Mbak."


"Tuan Angga sudah menunggu di kamar nya Bu." ucap Dara, bayi langsung di ambil. Eki Sama sekali tidak menangis karena pengasuh nya begitu cantik, ramah dan juga sangat pintar mengambil hati Eki.


Tania langsung di bawa ke dalam lift.


"Ini kamar nya Bu, ibu langsung masuk saja." ucap Dara. Tania mengetuk pintu ada ijin masuk dia pun masuk ke dalam.


"Selamat pagi Tuan. Apa Tuan memanggil saya?" tanya Tania pada Angga yang bersandar di kasur.


"Kau tidak melihat ini sudah jam berapa? kau telat setengah jam!" ucap Angga. Tania terkejut karena Angga langsung marah.


"Maafkan saya Tuan." jawab Tania.

__ADS_1


"Tugas kamu di sini untuk merawat saya sampai sembuh. Atas perbuatan kamu saya tidak bisa melakukan apapun sekarang." ucap Angga.


"Apa yang harus saya lakukan Tuan?" ucap Tania.


"Bawakan saya sarapan pagi, jangan lupa kopi panas." ucap Angga.


"Tapi saya ke sini bukan menjadi pelayan tuan. Saya juga tidak tau di Mana saya mendapat itu." ucap Tania.


"Wanita bodoh! Kamu bisa bertanya pada pelayan di luar!" ucap Angga.


Tania tidak ingin terlalu lama di sana dia langsung keluar.


Tidak Beberapa lama dia kembali membawa sarapan untuk Angga.


"Ini sarapan dan kopi nya tuan." ucap Tania sambil meletakkan di atas nakas samping tempat tidur.


"Kamu mau kemana?" tanya Angga.


"Saya akan lanjut menjahit Tuan." jawab Tania.


"Saya tidak bisa makan sendiri, kaki saya tidak bisa di senggol atau di gerak kan sedikit pun. Kamu harus menyuapi saya!" ucap Angga.


"Menyuapi Tuan?" ucap Tania. Tania melihat wajah Angga saja sudah sangat takut dia pun menyuapi Tuan Angga. Angga merasa sangat senang sekali bisa mempermainkan Tania.


Rasa kesalnya membuat nya semakin tega Membuat Tania kecapean. Namun tidak puas dengan hal seperti itu tiba-tiba dia menyembur kan air putih.


"Kenapa Air ini begitu panas? kamu sengaja mau melukai lidah saya?" ucap Angga. Dia menyembur kan air itu ke badan Tania.


Tania sangat kaget. "Saya membuat air yang hanya tuan. Maafkan saya." ucap Tania. Angga menghela nafas kasar.


"Saya tidak berselera makan, kamu habiskan makanan itu!" ucap Angga.


"Ta-tapi tuan ini sudah terkena air." ucap Tania. "Itu adalah salah kamu!" ucap Angga. Tania terdiam.


"Habis kan sekarang juga!" ucap Angga.


"Ya Allah kuatkan aku, sabar kan aku. Ini semua adalah kesalahan ku, aku harus menanggung nya." ucap Tania.


Dia pun mulai menyuapi sarapan itu ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Rasanya cukup enak namun Air yang di sembur kan oleh Angga tidak bisa dia lupakan.


Angga tersenyum melihat Tania. "Wanita rese, tidak tau sopan santun pantas mendapatkan perlakuan seperti ini!" ucap Angga dalam hati.


__ADS_2