
"Kamu harus jaga jarak dengan Tuan Angga kalau kamu mau hidup kamu aman, saingan kamu terlalu banyak jadi sangat berharap pelayan dan janda seperti kamu bisa mendapatkan Tuan Angga!" ucap wanita itu langsung pergi.
Tania Menghela nafas panjang. "Hufff aku pikir Nada sudah berlebihan namun ternyata ada juga yang benar-benar aneh sekali." ucap Tania.
Tania menunggu cukup lama Angga di lobby.
"Huff sangat membosankan sekali." ucap Tania. Dia berjalan-jalan keluar dari perusahaan itu. Namun ternyata ada Danil.
"Eh kita ketemu lagi." ucap Danil kepada Tania. Tania berhenti dia menatap Danil. "Kamu tumben-tumbenan banget di sini." ucap Danil.
"Saya mengantar kan makan siang tuan Angga." jawab Tania. "Oohhh.." Danil menganguk.
"Humm ada waktu gak? Saya mau ngajak kamu ngopi-ngopi di Cafe yang tidak jauh dari sini." ucap Danil.
"Tapi pak.." "Sudah tidak apa-apa, ayo ikut saja." ucap Danil. Tania tidak enak menolak nya.
"Humm sebaiknya aku ikut saja dari pada aku Bosan menunggu Tuan Angga di sini." ucap Tania.
Akhirnya dia mengikuti Danil ke Cafe yang bersebelahan dengan perusahaan Angga.
"Kamu tidak perlu sungkan seperti itu, pesan saja apa yang ingin kamu pesan." ucap Danil. Tania menganguk.
Danil memesan terlebih dahulu untuk nya dan setelah itu Tania.
Tania kebetulan lapar dia memesan makanan dan minuman.
"Kamu sangat perduli kepada Angga dari pada diri kamu sendiri." ucap Danil.
"Maksud Tuan?" tanya Tania.
"Kamu mengantar kan dia makanan namun kamu sendiri belum makan." ucap Danil.
"Oohh.. Saya hanya tidak berselera Makan pak." ucap Tania. Danil diam.
"Oh iya saya mau bilang kalau Angga sekarang sudah banyak perubahan." ucap Danil.
"Perubahan bagaimana Pak? Menurut saya biasa saja, tidak ada yang berbeda." ucap Tania.
"Sudah hampir dua tahun dia tidak pernah keperusahaan nya seperti ini, dia bekerja selalu di rumah, bahkan tidak pernah bertemu dengan orang banyak." ucap Danil.
"Tuan Angga sudah sembuh, itu sebabnya dia kembali bekerja normal seperti biasa." ucap Tania.
"Tapi dia memutus kerja sama dengan saya!" ucap Danil.
__ADS_1
"Mungkin tuan Angga ingin lebih fokus kepada Pekerjaan nya yang Legal pak." ucap Tania. Danil Menghela nafas panjang.
"Humm mungkin bisa jadi." ucap Danil. Tania lanjut makan.
"Kalau kamu sangat lapar kamu bisa tambah lagi." ucap Danil. Dam mudah nya Tania tambah. Danil hanya bisa tersenyum melihat Tania.
Di kantor Angga sangat cepat menyudahi pekerjaan nya.
Angga takut kalau Tania terlalu lama menunggu nya sampai dia bosan nanti nya.
"Saya akan kembali bersama Tania, kalian berdua bisa menyelesaikan pekerjaan itu terlebih dahulu." ucap Angga. Rendi dan Fani menganguk.
Rendi memberikan kunci mobil kepada Angga dan setelah itu dia keluar.
Fani mau ikut keluar namun tiba-tiba tangan nya di tahan oleh Rendi.
"Kamu jangan aneh-aneh deh Rendi!" ucap Fani kesal.
"Aku sangat merindukan kamu, kenapa Kamu selalu mengabaikan aku seperti ini?" tanya Rendi.
"Kamu sudah memiliki Dara! Jangan aneh-aneh yah!" ucap Fani.
"Dari awal aku ketemu kamu aku sudah tertarik sama kamu, namun kamu tidak pernah mengerti." ucap Rendi.
"Aku serius sama kamu, aku sudah Bosan bersama Dara." ucap Rendi.
"Aku sudah memiliki pasangan, kita berdua harus saling menjaga perasaan pasangan kita masing-masing!" ucap Fani.
"Tidak bisa Fani, aku tidak bisa menahan lebih lama perasaan ini." ucap Rendi.
"Aku tidak mau tau pokoknya kamu harus bisa melupakan aku, aku tidak akan pernah bersama kamu karena aku dengan Dara berteman baik." ucap Fani.
Rendi memegang tangan Fani. "Apa kamu benar-benar tidak ingin memberikan aku kesempatan? Aku akan memutuskan Dara dan memilih bersama kamu." ucap Rendi.
"Tidak mungkin Rendi, Kamu jangan memikirkan seenaknya kamu saja!" ucap Fani. Rendi menghela nafas panjang.
"Aku tidak memiliki perasaan lagi kepada Dara. Semakin lama aku bersama dia semakin banyak kebohongan yang aku lakukan kepada Dara." ucap Rendi.
"Kalau kamu tidak suka pada nya kamu tinggal bicara baik-baik, Tapi jangan berharap kalau aku akan menerima kamu menjadi pacar ku." ucap Fani.
"Kenapa Kamu begitu kejam sekali?" ucap Rendi. Fani menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya melihat Rendi yang tidak berhenti mengejar nya.
Setelah itu dia pun langsung keluar. "Tuan Angga! Kenapa tuan belum pulang?" tanya Fani.
__ADS_1
"Saya sedang mencari Tania. Seperti nya dia sudah pulang." ucap Angga.
"Melihat Tania gak?" tanya Angga kepada Staf yang baru saja lewat.
"Oohh pelayan baru itu?" ucap staf.. Fani menganguk.
"Tadi saya melihat dia berjalan bersama Tuan Danil ke Cafe sebelah Bu." ucap Staf.
"Danil? Ngapain dia hari ini ke sini?" ucap Angga emosi. Angga langsung menyusul ke Cafe itu.
"Huff bisa-bisa nya dia datang ke sini dan membawa Tania bersama nya." ucap Angga kesal. Dia melihat Tania yang sedang minum bersama Danil kelihatan nya sangat akrab.
Dari kejauhan Tania melihat Angga datang bersama Fani.
"Mati lah aku, bagaimana bisa kalau aku sedang menunggu tuan Angga." ucap Tania dalam hati.
"Kamu tidak perlu khawatir." ucap Danil. "Ada apa kau ke sini?" tanya Angga kepada Danil. Danil berdiri.
"Ayo kita pulang." ucap Angga kepada Tania menarik tangan nya. Namun tiba-tiba Danil menahan tangan Tania. Melihat itu membuat Angga cemburu Dan sangat kesal.
"Jangan pernah membawa orang lain dalam masalah kita!" ucap Angga.
"Saya tidak pernah membawa Siapa pun ke dalam masalah kita, aku hanya mengajak pelayan mu yang kelaparan hanya karena mengutamakan Tuan nya." ucap Danil.
Angga menatap Tania. "Sebaiknya kita pergi dari sini Tuan." ucap Tania menarik tangan Angga keluar dari Cafe itu.
"Terimakasih banyak sudah mengajak saya makan di sini pak." ucap Tania kepada Danil. Danil tersenyum sambil mengangguk.
Angga semakin kesal, Angga Dan Tania masuk ke dalam mobil. Sementara Fani hanya bisa menghela nafas panjang.
"Ada apa dengan Tuan Angga? Apa dia sedang cemburu? Kenapa kelihatan nya Tuan Angga bukan marah karena Tuan Danil datang melainkan karena Tania pergi Makan bersama tuan Danil." ucap Fani.
"Saya permisi Tuan." ucap Fani kepada Danil.
"Saya ke sini ingin bertemu kamu, namun saya mendengar jadwal mu cukup padat hari ini." ucap Danil.
Fani menatap Danil.
"Ingin bertemu saya?" tanya Fani.. Danil menganguk.
"Silahkan duduk." ucap Danil.
"Kalau membahas soal pekerjaan sebaiknya ada Tuan Angga juga, kalau masalah pribadi saya rasa tidak ada yang perlu di bicarakan, saya permisi Tuan." ucap Fani langsung pergi karena pekerjaan nya Masih banyak.
__ADS_1